Mentan Gerakan Mekanisasi dan Pertanian Organik

Oleh : Wiyanto | Selasa, 08 Oktober 2019 - 07:43 WIB

Mentan Amran Sulaiman di Morowali
Mentan Amran Sulaiman di Morowali

INDUSTRY.co.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan gerakan mekanisasi panen dan olah tanah serta pertanian organik di Desa Solonsa Jaya, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Senin (7/10/2019). Gerakan ini merupakan langkah kongkret Kementerian Pertanian (Kementan) guna memacu peningkatan produksi padi di musim kemarau dan kesejahteraan petani.

"Kami mendukung gerakan panen padi organik dannolah tanah serta tanam dengan mekanisasi ini karena dipastikan meningkatkan pendapatan sekaligus kesejahteraan petani serta menumbuhkan inovasi baru seperti pestisida organik, pupuk organi dan pengendalian gulma organik di tingkat petani. Saya juga apresiasi alat penyiangan, inovasi petani. Kami dorong untuk cepat dipatenkan. Kami bantu secara gratis dan royalti kami berikan langsung kepada petani," demikian dikemukakan Amran saat acara gerakan tersebut.

Amran menyebutkan selama pemerintahan Jokowi-JK, Kementan telah banyak berkontribusi memajukan sektor pertanian Morowali sebagai Bumi Tepe Asa Moroso. Bantuan berupa alat mesin pertanian (alsintan), benih padi, jagung, bibit kelapa dalam, cengkeh, pala dan berbagai bantuan lainnya seperti pelatihan untuk petani.

"Setelah 5 tahun menjadi Menteri Pertanian yang juga saya asli Morowali, kenapa? Karena Sulawesi ini satu, kami sering di Morowali ini, keliling mengendalikan hama tikus. Kami sudah mengabdi lama 15 tahun lalu di Morowali tanpa pamrih, tanpa batas dan harus diberi sesuatu. Sekarang di akhir masa jabatan saya datang ke Morowali, bukan karena tidak cinta. Aku sangat cinta. Bukti kecintaan bukan slogan, buktinya kiriman alsintan ke daerah ini cukup besar selama 5 tahun menjabat menteri," sebutnya.

"Kalau jumlah bantuan pertanian dan desa untuk Sulawesi Tengah selama 5 tahun mencapai Rp 8 triliun. Jadi itu namanya jauh di mata dekat di hati. Dan hari ini kami datang membawa bantuan alsintan senilai Rp 4 miliar," tegas Amran.

Lebih lanjut Amran mengungkapkan di penghujung pemerintahan Jokowi-JK khususnya sektor pertanian, berhasil mencetak prestasi besar. Menurut data BPS, rata-rata kenaikan ekspor pertanian per tahun sebesar 2,4 juta ton dan tercatat sejak pemerintahan Jokowi-JK, ekspor naik 9 juta ton pertama dalam sejarah.

"Kemudian peningkatan PDB sektor pertanian nomor 5 di dunia saat ini. Nilai PDB Pertanian. Dari target PDB pertanian mampu tumbuh 3,7 persen dari target 3,5 persen. Kementan juga mendapat predikat WTP dari BPK selama 3 tahun berturut-turut dan penghargaan anti gratifikasi terbaik dari KPK 2 tahun berturut-turut," ungkapnya.

"Begitu kalau orang kampung masuk kota, langsung hasilkan gebrakan dan sejarah besar. Jarang bicara tapi hasil kerjanya luar biasa," tambah Amran.

Capaian sektor pertanian lainnya, sebut Amran, di era pemerintahan Jokowi-JK Indonesia berhasil wujudkan swasembada beras. Di 1984, Indonesia pertama kalinya meraih swasembada beras dengan jumlah penduduk 162 juta, namun terdapat impor sekitar 414 ribu ton. Definisi swasembda oleh FAO pada waktu itu disebut swasembada bila mampu mencukupi sendiri dan impor maksimum 10 persen.

"Nah pada 2019 dengan jumlah penduduk 267 juta jiwa cukup banyak dan membutuhkan pasokan 2,5 juta ton beras per bulan atau 29,5 juta ton pertahun, tercukupi dari produksi petani sendiri dan kini stok beras di Bulog ada 2,5 juta ton. Artinya saat ini pun Indonesia berhasil meraih swasembada beras," tegasnya.

Bupati Morowali, Taslim menyatakan hingga saat ini, bantuan yang diberikan Kementan sangat besar. Karena itu, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Mentan Amran yang berkomitmen nyata memajukan pertanian dan petani Morowali.

"Kami optimis berbagai bantuan dan program Kementan mampu tingkatkan kesejahteraan petani. Namun, tantangan ke depan adalah ancaman global, makanya apresiasi hadirnya program pertanian organik. Dengan kehadiran Bapak Menteri bisa menjawab tantangan itu. Kami optimis masa depan pertanian Morowali akan semakin maju," tuturnya.

Hadir pada kunjungan kerja ini Kepala Badan Litbang Pertanian Fadjry Djufry, Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagiyono. Selain melakukan gerakan panen dan olah tanah serta tanam, Amran juga melakukan penyeraha bantuan alat mesin pertanian berupa traktor roda 4, hand traktor dan vertical dryer, benih pala 16.500 pohon, kelapa dalam 2.500 pohon, cengkeh 28.000 pohon, benih jagung 100 hektar, dan benih padi organik 100 hektar.

Selain itu, Amran pun menambahkan bantuan berupa escavotor besar 2 unit dan traktor roda 4 sebanyak 3 unit serta benih jagung dan padi organik masing-masing 100 hektar berikut pelatihannya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Suasana Sunset di Pantai Senggigi (Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat) (Foto:anekatempatwisata.com)

Minggu, 20 Oktober 2019 - 09:00 WIB

Senggigi NTB Sunset Jazz 2019 Digelar November Mendatang

Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Zulkieflimansyah mengajak masyarakat serta wisatawan domestik dan mancanegara untuk datang ke kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat untuk menghadiri…

Ketua MPR Bambang Soesatyo

Minggu, 20 Oktober 2019 - 08:00 WIB

Bamsoet Ajak Para Bikers Jadi Duta Nasionalisme

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak klub dan pecinta sepeda motor (bikers) menjadi duta nasionalisme. Para bikers harus mampu menjadi teladan dalam menjaga persatuan, menjunjung…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Managing Director NBA Asia, Scott Levy seusai penandatanganan kerjasama kolaborasi NBA-Pemrov DKI Jakarta

Minggu, 20 Oktober 2019 - 07:20 WIB

NBA-Pemprov DKI Jakarta Jalin Kolaborasi Perluas Pengembangan Generasi Muda di Indonesia

National Basketball Association (NBA) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengumumkan kolaborasi inovatif multi-tahun untuk memadukan kurikulum olahraga basket dan pengembangan kebugaran…

Presiden Jokowi dan Wapres M Amin, Foto Setkab)

Minggu, 20 Oktober 2019 - 07:00 WIB

Susunan Acara Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggelar Sidang Paripurna MPR dalam rangka pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia masa jabatan 2019-2024 pada Minggu (20/10/2019) di…

Bio Farma Kini Kendalikan Kimia Farma dan Indonesia Farma

Minggu, 20 Oktober 2019 - 06:00 WIB

Bio Farma Kini Kendalikan Kimia Farma dan Indonesia Farma

Berita Dengan pertimbangan untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha Perusahaan Perseroan(Persero) PT Bio Farma, pemerintah memandang perlu menambah penyertaan modal…