INDUSTRY.co.id - Jakarta – Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal didukung oleh peningkatan harga saham-saham sektor konsumer dan sektor pertambangan batu bara. Demikian diungkapkan Yuganur Wijanarko, analis senior PT KGI Sekuritas Indonesia, Senin (13/03/2017) pagi.

“Saham-saham sektor konsumer dan pertambangan batu bara tampaknya akan menjadi pilihan utama pelaku pasar untuk diperdagangkan dalam beberapa hari ke depan di sisa Maret 2017 ini,” ujar Yuganur.

Yuganur mengemukakan, fundamental ekonomi nasional saat ini masih tetap positif karena pertumbuhan ekonomi saat ini masih lebih baik ketimbang pada 2016 lalu, neraca perdagangan membaik dan kurs rupiah terhadap dolar Amerika bergerak stabil.

“Kondisi demikian akan memperkuat fundamental perdagangan di bursa saham. Hal tersebut akan menjadi sentimen positif yang bakal mendorong harga saham-saham sektor konsumer sepanjang minggu ini,” paparnya.

Yuganur juga menuturkan, harga batu bara akan diperkirakan akan terus meningkat karena Cina memangkas produksi batu bara serta menghentikan impor batu bara dari Korea Utara. Hal tersebut akan menjadi sentimen positif bagi sektor pertambangan batu bara yang berpotensi mendorong kenaikan harga saham-saham sektor batu bara.

Karena itu, demikian Yuganur, untuk mengantisipasi potensi kenaikan lanjutan IHSG berkat dukungan sektor konsumer dan sektor pertambangan batu bara, maka pelaku pasar disarankan agar mengakumulasi saham-saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), PT Tambang Batu Bara Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

HMSP cukup baik diakumulasi pada kisaran harga Rp3.850-3.950 per unit. Saham produsen rokok terbesar di Indonesia ini diperkirakan bakal menembus rentang harga Rp4.200-4.350 per unit. Akan tetapi, jika harganya turun, maka pelaku pasar disarankan untuk cut-loss di level harga Rp3.750 per unit.

AISA disarankan agar dikoleksi pada rentang harga Rp2.070-2.160 per unit. Jika harganya turun, maka saham produsen mie instan berbahan baku jagung dan produsen beras premium tersebut disarankan agar dijual pada harga Rp2.000 per unit. Harga AISA diperkirakan akan mencapai Rp2.350-2.450 per unit.

PTBA berpotensi menembus harga Rp10.900 per unit. Saham produsen batu bara terbesar di Indonesia tersebut cukup baik dibeli pada rentang harga Rp10.150-10.250 per unit, tetapi saham tersebut disarankan untuk dijual jika harganya turun mencapai level Rp9.750 per unit.

ADRO cukup baik diakumulasi padar kisaran harga Rp1.580-1.610 per unit dan berpotensi mencapai rentang harga Rp1.700-1.800 per unit. Tetapi saham itu sebaiknya dijual untuk menghindari penurunan harga yang lebih dalam lagi pada level harga Rp1.510 per unit.***