Kapolri Siap Copot Kapolda yang Gagal Tangkap Pelaku Karhutla

Oleh : Herry Barus | Selasa, 17 September 2019 - 10:30 WIB

Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian (Foto Ist)
Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Berdasarkan hasil pantauan dari udara dengan Panglima TNI dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengemukakan, tidak melihat adayang terbakar baik kebun sawit maupun Hutan Tanaman Industri (HTI). Namun, yang terbakar adalah hutan atau semak.

“Artinya, ini ada indikasi kuat terjadinya pembakaran, kesengajaan. Sebagian sudah ditangkap, itu juga membuktikan bahwa peristiwa itu ada,” kata Tito dalam keterangan pers usai mengikuti Ratas tentang Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan, di Hotel Novotel, Pekanbaru, Riau, Senin (16/9/2019)

Oleh karena itu, Kapolri menegaskan akan mengintensifkan upaya untuk melakukan penegakan hukum. Ia mengaku sudah melaksanakan video conference dengan seluruh kapolda, dengan seluruh kapolres seluruh Indonesia, dengan penekanan kepada enam polda yang paling utama, yaitu Polda Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalsel, dan Kalteng. Tapi juga ada yang level tier duanya, yaitu Sumatra Utara, kemudian Lampung, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, termasuk Jawa dan NTT.

Kapolri mengaku sudah menyampaikan,  namanya mengintensifkan itu harus ada pulling and pushing factor. Jadi bagaimana agar mereka tertarik untuk melakukan aktivitasnya maksimal dan bagaimana mereka terpacu.

Menurut Kapolri, dirinya akan membentuk tim dari Mabes Polri, dari Irwasum dan jajaran Irwasum dan Propam yang akan mengecek ke semua wilayah. Targetnya adalah Polres, Polsek dan Polda.

“Jadi kalau seandainya di polda itu penilaian kita ada yang tidak terkendali dan tidak ada upaya maksimal, apalagi penangkapan enggak ada, out. Mau Kapolda, mau Kapolres, Kapolsek out,” tegas Kapolri seraya menambahkan,  tim itu sudah dibentuk dan akan diturunkan ke semua polda terutama yang utama tadi.

Reward

Kalau seandainya mereka berhasil (Polres, Polsek, dan Polda) melakukan penangkapan, tertangkap tangan dan lain-lain, sesuai dengan gradenya beda-beda tiap Polda, Kapolri Jenderal Tito Karnavian berjanji akan memmberikan reward. “Mau sekolah, promosi, termasuk KPLB, itu akan kita berikan,” ujarnya, seperti dilansir laman Setkab.go.id.

Sehingga dengan adanya reward and punishment ini, Kapolri berharap jajaran kepolisian akan terpacu. “Nanti kita akan buktikan betul, 1-2 kita beri contoh, gitu,” ucapnya meyakini.

Ditambahkan Kapolri, untuk tim dari Mabes Polri yaitu Bareskrim akan fokus ke masalah korporasi bukan perorangan. “Jadi kalau ada korporasi melakukan, kerjakan dan kemudian koordinasi tentunya kalau korporasi dengan stakeholder terkait termasuk Kementerian KLH,” tegasnya

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Alvin Suryohadiprojo

Rabu, 03 Juni 2020 - 01:55 WIB

Soal Perusahaan Rintisan, Lawyer Ganteng Ini Punya Tiga Jurus Pendekatan Agar Mood Investor Tetap Tinggi

Jakarta-Dalam sepuluh tahun terakhir, perkembangan bisnis startup di Indonesia dapat dikatakan cukup pesat didukung oleh kemajuan teknologi digital serta tumbuhnya pengguna internet di tanah…

Pemprov Jabar kerjasama dengan Telkom University dan Cisco

Selasa, 02 Juni 2020 - 21:26 WIB

Pemprov jabar Gandeng Telkom University dan Cisco Wujudkan Kota Cerdas di Tengah Pandemi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Telkom University, dan Cisco setuju untuk berkolaborasi dalam inisiatif Kota Cerdas, yang salah satunya mendukung Ketahanan Pelayan Publik dalam menghadapi COVID-19…

Aktifitas bongkar muat pelabuhan

Selasa, 02 Juni 2020 - 20:19 WIB

PT Pelabuhan Indonesia II (IPC) Berhasil Cetak Pendapatan Rp3,5 triliun Periode Januari-April 2020

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC membukukan pendapatan sebesar Rp. 3,5 triliun selama periode Januari-April 2020. Dengan capaian ini, IPC masih optimistis pendapatan usaha perseroan…

Rapat pleno Pengurus PWI Pusat

Selasa, 02 Juni 2020 - 20:13 WIB

PWI Pusat Dorong Dewan Pers Proses Secara Hukum Pembuat Sertifikat UKW Palsu

Perbuatan pemalsuan sertifikat UKW tersebut merupakan tindak pidana. Hal ini tidak boleh didiamkan.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 02 Juni 2020 - 18:30 WIB

Industri Keramik Kalang Kabut Harga Gas Tak Kunjung Turun, Asaki Beri Ultimatum PGN Hingga Menkeu

Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) mendesak PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) sebagai suplier utama gas untuk industri agar segera bisa menyesuaikan sesuai Keputusan Menteri (Kepmen)…