Insinyur Indonesia Bersertifikat Siap Berkiprah Dalam Kerjasama Pembangunan Infrastruktur ASEAN

Oleh : Hariyanto | Kamis, 12 September 2019 - 10:19 WIB

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Presiden Joko Widodo membuka secara resmi Konferensi ke-37 Organisasi Insinyur se-ASEAN (CAFEO37) di Jakarta International-Expo (JI-Expo) Kemayoran, Rabu (11/9/2019). 

Hadir mendampingi Presiden, Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono,Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menhub Budi Karya Sumadi, Menristek Dikti Mohamad Nasir, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, dan Seskab Pramono Anung. 

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan diperlukan penguatan kerja sama para insinyur se-ASEAN. Hal ini sangat diperlukan untuk menghadapi kondisi global yang tidak stabil dan penuh ketidakpastian. Menurut Presiden, insinyur memiliki peran penting bagi pembangunan suatu negara untuk memperkuat perekonomiannya.

"Dengan jumlah penduduk sekitar 600 juta, ASEAN merupakan sebuah kekuatan besar ekonomi dunia. ASEAN telah membuktikan diri sebagai kawasan yang aman, stabil, dan pertumbuhan ekonomi yang mengagumkan. Untuk tumbuh lebih besar lagi maka kita butuh sinergi lebih banyak lagi. Negara-negara ASEAN harus saling membantu satu dengan yang lainnya termasuk antar insinyur yang ada," kata Presiden Jokowi. 

Namun Presiden berharap kerja sama tersebut tidak hanya terjadi di kalangan insinyur tapi juga antara engineering (insinyur) dengan para ahli di bidang ilmu lainnya. Sehingga diharapkan, akan semakin banyak dan berkembang inovasi baru yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, sehingga ASEAN dapat memegang peran sentral untuk mengenalkan inovasi ke depan. 

"Karena itu saya menyambut baik dilaksanakannya CAFEO37 agar terjadi sharing ideas, experiences, technology, best practices di antara kita," ujar Presiden. 

Dalam acara tersebut Presiden Jokowi mendapatkan penghargaan tertinggi The AFEO Distinguished Honorary Patron Award dari para insinyur. Penghargaan tersebut diberikan kepada Presiden Jokowi karena dinilai selama 5 tahun terakhir kepemimpinannya, Indonesia banyak mengalami kemajuan dalam pembangunan infrastruktur. 

"Saya ucapkan terima kasih dengan penghargaan yang diberikan kepada saya, tapi penghargaan ini adalah milik insinyur Indonesia yang sudah tanpa lelah bekerja di lapangan, di daerah terpencil, perbatasan, dan pedalaman untuk membangun negara kita Indonesia,"tuturnya. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, insinyur asal Indonesia yang telah memiliki sertifikat keahlian dapat berkecimpung dalam kerja sama pembangunan infrastruktur ASEAN. Para insinyur yang sudah memegang sertifikat tersebut berarti sudah mendapat pengakuan kompetensi sehingga dapat bekerja di negara Asia Tenggara lainnya.

"Jadi lulusan insinyur Indonesia yang sudah certified sebagai insinyur berdasarkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang keinsinyuran, dapat bekerja di negara lainnya termasuk di ASEAN dengan perolehan standar remunerasi tingkat ASEAN," kata Menteri Basuki. 

Untuk saat ini, Menteri Basuki menyebutkan, pemerintah masih menghimpun database berapa jumlah insinyur asal Tanah Air yang telah tersertifikasi. “Insinyur juga seperti dokter. Setelah wisuda baru menjadi Sarjana Kedokteran. Untuk menjadi Dokter, perlu koas/ magang selama dua tahun. Demikian juga Sarjana Teknik yang baru lulus belum menjadi insinyur. Untuk menjadi insinyur harus menempuh lagi pendidikan dan pelatihan,” kata Menteri Basuki.

Usai acara pembukaan CAFEO37, Menteri Basuki mendampingi Presiden Jokowi melihat sejumlah booth pameran Kementerian PUPR bersama BUMN karya bidang konstruksi  (PT. Waskita, PT. Hutama Karya, PT. Nindya Karya, dan PT. Brantas Abipraya), serta LPJKN. 

Dalam pameran tersebut, Kementerian PUPR menjadikan booth sebagai showcase kemampuan para insinyur Indonesia dalam membangun infrastruktur, diantaranya pembangunan Rusun Pasar Rumput, Rusun Pasar Jumat, Tol Trans Sumatera, Jembatan Holtekamp, 11 Pos Lintas Batas Negara, Bendung modular di Morotai, Revitalisasi Sungai Citarum, Bendung Karet Tirtonadi,  Daerah Irigasi Modo, Sulawesi Tengah dan sertifikasi elektronik.

CAFEO37 merupakan konferensi tahunan, yang pada tahun 2019 ini Indonesia menjadi tuan rumah. Konferensi ini dihadiri oleh lebih dari 1.000 insinyur yang merupakan anggota asosiasi insinyur dari 10 negara Asean. 

Chairman AFEO sekaligus Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto menjelaskan CAFEO37, lebih dari sekedar acara seremoni tahunan, namun juga menjadi etalase kebanggaan yang menampilkan pencapaian pembangunan Indonesia kepada dunia internasional.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

herbalife

Minggu, 26 Januari 2020 - 22:58 WIB

15.000 Member Independen Herbalife Hadiri Spectacular 2020

Tangerang Selatan- Herbalife Nutrition Indonesia baru saja mengakhiri event besarnya, yaitu Herbalife Spectacular 2020 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan. Event…

Legenda Sepak Bola Luis Figo

Minggu, 26 Januari 2020 - 18:30 WIB

Legenda Sepak Bola Luis Figo Ikut Promosikan UEFA EURO 2020 akan Tayang di RCTI

Untuk Ke 7 kalinya MNC group menjadi Official Broadcaster UEFA EURO 2020. MNC Group melalui RCTI dan PT MNC Vision Networks Tbk (MVN) dipercaya untuk menjadi Official Broadcaster UEFA EURO 2020…

Maskapai Garuda Indonesia

Minggu, 26 Januari 2020 - 18:00 WIB

Garuda Indonesia Tingkatkan Kewaspadaan Penyebaran Virus Pneumonia Wuhan

Maskapai nasional Garuda Indonesia meningkatan upaya antisipatif dan kewaspadaan atas merebaknya penyebaran virus pneumonia Wuhan atau novel coronavirus (nCoV) .

Diskusi Pencak Silat Betawi di TIM

Minggu, 26 Januari 2020 - 16:17 WIB

Ini Arah Pencak Silat Betawi Sebagai Warisan Budaya Dunia tak Benda

Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) telah menetapkan pencak silat sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Dunia dari Indonesia dalam…

Traktor untuk pertanian

Minggu, 26 Januari 2020 - 15:57 WIB

Kementan Dorong Pemanfaatan Lahan Di Wilayah Perhutanan Sosial

Kementan sejak tahun 2017 sudah mulai memanfaatkan lahan di perhutanan untuk pertanaman komoditas tanaman pangan.