Owi/Butet Melaju ke Perempat Final All England

Oleh : Irvan AF | Jumat, 10 Maret 2017 - 07:15 WIB

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. (Foto: BadmintonIndonesia.org)
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. (Foto: BadmintonIndonesia.org)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Atlet bulu tangkis ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, atau akrab disapa Owi/Butet, melaju ke putaran perempat final turnamen All England 2017 setelah menang pada laga putaran kedua yang berlangsung di Birmingham, Inggris, Kamis (9/3/2017) waktu setempat.

"Permainan kami hari ini lebih baik dibanding kemarin. Tapi, kami harus bermain lebih baik lagi untuk besok. Lawan kami akan semakin berat," kata Butet selepas pertandingan seperti tercantum dalam situs resmi PP Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat.

Owi/Butet melaju ke putaran delapan besar turnamen tingkat super series premier tertua di dunia itu setelah menyingkirkan pasangan Jerman Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich dalam dua game langsung 21-12, 21-13.

"Kami bermain cukup bagi sejak awal pertandingan. Kami terus bermain menekan lawan. Strategi kami juga dapat langsung diterapkan," ujar Owi.

Pasangan peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 itu akan menghadapi wakil tuan rumah Chris Adcock/Gabrielle Adcock pada putaran perempat final yang berlangsung Jumat waktu setempat. Pertemuan Owi/Butet dengan pasangan atlet suami-istri itu pun akan menjadi pertemuan ke-14 mereka.

Owi/Butet yang menjadi pasangan unggulan kedua dalam All England 2017 tercatat menang sembilan kali dari 13 kali pertemuan sebelumnya dengan ganda Adcock.

"Kami memang masih memimpin dalam catatan pertemuan kami atas mereka. Tapi, kami tidak ingin lengah dan selalu menganggap tidak pernah bertemu sebelumnya," ujar Butet.

Butet menambahkan pasangan Adcock akan mendapatkan dukungan penuh dari para penonton karena mereka atlet tuan rumah.

Selain itu, pola dan teknik permainan pasangan Adcock juga akan bertambah untuk menghadapi lawan-lawan dalam turnamen berhadiah total 600 ribu dolar AS itu.

Pada All England 2016, Owi/Butet kalah dalam putaran perempat final dengan skor 18-21, 16-21 dari pasangan Adcock.

Owi/Butet menjadi harapan Indonesia pada nomor ganda campuran All England 2017 setelah empat pasangan lain Merah-Putih tumbang pada laga pertama.

Empat pasangan yang langsung kalah pada laga pertama adalah Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika, Ronald Alexander/Melati Daeva Oktavianti, Hafiz Faisal/Shela Devi Aulia, dan juara bertahan All England 2016 Praveen Jordan/Debby Susanto.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Jokowi Tinjau Tol Pekanbaru dumai

Minggu, 23 Februari 2020 - 02:09 WIB

Jokowi: Tol Pekanbaru-Dumai Sepanjang 131,48 Km Bisa Dipakai Sebelum Lebaran

Presiden Joko Widodo meninjau perkembangan pembangunan jalan tol ruas Pekanbaru-Dumai. Secara umum, pembangunan ruas tol sepanjang 131,48 kilometer tersebut telah mencapai kurang lebih 90 persen…

Jojowi tinjau Tol Aceh

Minggu, 23 Februari 2020 - 01:01 WIB

Tinjau Simpang Susun Blang Bintang, Presiden: Alhamdulillah, Pembebasan Lahan Lancar

Tol dari Banda Aceh menuju Sigli ini 74 kilometer dan alhamdulillah pembebasan tanahnya berjalan dengan baik. Biasanya proses konstruksinya yang terhenti di pembebasannya, tapi di sini pembebasannya…

Jokowi resmikan pabrik rayon dan benang terbesar di Indonesia

Sabtu, 22 Februari 2020 - 23:05 WIB

Jokowi Resmikan Pabrik Rayon dan Benang Senilai Rp15.5 triliun di Riau

Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Riau pada Jumat, 21 Februari 2020, meresmikan fasilitas produksi rayon dan benang terintegrasi PT Asia Pacific Rayon.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO)

Sabtu, 22 Februari 2020 - 22:20 WIB

Apindo Minta Omnibus Law RUUCipta Kerja Hapus kewenangan KPPU sebagai hakim

Ketua Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwantono meminta Omnibus Law RUUCipta Kerja menghapuskan kewenangan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sebagai hakim,…

Pekerja PT Timah - foto - IST

Sabtu, 22 Februari 2020 - 21:57 WIB

DPR Sayangkan Industri Timah Nasional Terbesar di Dunia Tapi Alami Kerugian

Kementerian Perindustrian didesak lebih memperhatikan sektor industri yang akan dimajukan, seperti membuat industri turunan timah. Timah kita itu adalah industri terbesar di dunia setelah China.…