Kemenperin Bidik 10 Ribu IKM Masuk Pasar Online

Oleh : Ridwan | Sabtu, 24 Agustus 2019 - 19:05 WIB

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih
Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan sebanyak 10 ribu pelaku IKM dari berbagai sektor dapat masuk ke pasar online melalui program e-Smart IKM selama periode tahun 2017-2019. Mereka terdiri atas sektor industri makanan dan minuman, logam, furnitur, kerajinan, fesyen, herbal, kosmetik, serta industri kreatif.

"Hingga saat ini, animo peserta cukup tinggi, dengan jumlah peserta yang mengikuti workshop e-Smart IKM telah mencapai sekitar 9.000 pelaku usaha," kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Sabtu (24/8).

Ditambahkan Gati, total nilai transaksi e-commerce dari seluruh IKM tersebut, tercatat mencapai Rp2,3 miliar. Dari jumlah ini, sebanyak 31,87 persen atau sekitar Rp755 juta berasal dari sektor industri makanan dan minuman. 

Program e-Smart IKM yang diinisiasi Kemenperin sejak dua tahun lalu itu sudah mejalin kerja sama dengan para pelaku e-commerce di Indonesia, seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja.com, Ralali, dan Gojek Indonesia. "Jadi, kami mendorong pelaku IKM nasional mampu menembus pasar ekspor di tengah era digital atau maraknya perdagangan elektronik (e-commerce)," terangnya.

Menurut Gati, transformasi digital dari proses jual beli konvensional menjadi jual beli online yang semakin marak di Indonesia, menjadikan e-commerce sebagai tantangan sekaligus menjanjikan potensi yang besar pula. "Kami berharap e-commerce akan menjadi gerbang bagi pelaku IKM untuk melakukan transformasi digital dengan menggunakan alat promosi digital, sistem informasi digital, pembayaran digital, serta manajemen relasi dengan pelanggan secara digital," paparnya.

Melihat kenyataan tersebut, peningkatan kemampuan infrastruktur telekomunikasi, internet, dan data adalah sebuah keharusan. Apalagi, Indonesia mempunyai potensi yang besar seiring dengan semakin berkembangnya penggunaan internet pada masyarakat.

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sepanjang tahun 2017, pengguna internet di Indonesia mencapai 171,17 juta jiwa atau setara dengan 64, 8 persen dari jumlah penduduk yang mencapai 264 juta orang. Capaian tahun lalu naik 10,12% dibandingkan tahun 2017 yang berada di kisaran 143,26 juta jiwa.

"Penetrasi penggunaan internet itu diharapkan juga dimanfaatkan untuk usaha-usaha produktif yang mendorong efisiensi dan perluasan akses pasar seperti jual beli online," ujar Gati. 

Kemudian, didukung pula dengan pengguna aktif smartphone di Indonesia yang terus tumbuh, dari 38,3 juta orang di tahun 2014 menjadi 103 juta orang pada 2018. "Oleh karena itu, upaya memacu kemampuan SDM industri yang kompeten menjadi sangat penting karena mendukung peningkatan nilai tambah, industrialisasi, dan membuka kesempatan kerja," ujarnya.

Gati meyakini, revolusi industri 4.0 memberikan peluang untuk merevitalisasi sektor manufaktur Indonesia dan menjadi salah satu cara mempercepat pencapaian visi Indonesia menjadi 10 ekonomi terbesar dunia pada tahun 2030.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Listrik Ilustrasi

Jumat, 15 November 2019 - 17:45 WIB

Menteri ESDM Berjanji Bakal Tuntaskan Program 35.000 MW pada Awal Tahun 2024

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif berjanji akan menuntaskan program 35.000 Mega Watt (MW) pada akhir tahun 2023 atau awal tahun 2024.

Fadel Muhammad Wakil Ketua MPR

Jumat, 15 November 2019 - 17:29 WIB

Perbankan Sehat Beri Keuntungan ke Stakeholder

Jakarta - Pentingnya peran perbankan membuat industri ini diatur secara ketat oleh regulator (highly regulated). Di tengah kondisi makro yang rentan bergejolak (volatility), penuh ketidakpastian…

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Jumat, 15 November 2019 - 17:10 WIB

Oktober 2019 Neraca Perdagangan Surplus, Airlangga Sebut Program Pemerintah Dijalan yang Benar

Neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2019 menunjukkan performa yang meningkat dibanding bulan lalu. Hal ini tertuang dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Jumat, (15/11). 

Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M.,

Jumat, 15 November 2019 - 17:00 WIB

KASAL Pimpin Upacara Peringatan HUT ke 74 Korps Marinir

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., selaku Inspektur Upacara memimpin langsung upacara peringatan HUT ke 74 Korps Marinir tahun 2019, di lapangan apel…

BCA Torehkan Prestasi Gemilang di Ajang CECT Sustainability Awards 2019

Jumat, 15 November 2019 - 15:00 WIB

BCA Torehkan Prestasi Gemilang di Ajang CECT Sustainability Awards 2019

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menorehkan prestasi atas keberhasilannya melakukan tanggung jawab sosial perusahaan dalam hal ini penerapan strategi Corporate Social Responsibility (CSR) yang…