Karya Citra Membangun Pelabuhan Marunda Sesuai Perjanjian, Perundangan

Oleh : Herry Barus | Rabu, 21 Agustus 2019 - 20:00 WIB

PT Karya Citra Nusantara (KCN) (Foto Dok Indopos)
PT Karya Citra Nusantara (KCN) (Foto Dok Indopos)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Karya Citra Nusantara (KCN) yang dipercaya untuk membangun pelabuhan Marunda untuk pier I hingga III, telah melaksanakan sebagian besar dari perjanjian awal yang ditandatangani oleh PT Karya Tekhnik Utama (KTU) dan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) sebagai pemegang saham, serta konsisten   menyelesaikan seluruh pembangunan pelabuhan meskipun tengah menghadapi kasus hukum.

KCN sebagai perusahaan yang dimiliki oleh KTU dengan kepemilikan saham sebesar 85% dan sisanya sebesar 15% oleh KBN telah didirikan sesuai dengan perjanjian awal yang sudah ditandatangani pada 2005. Meski dalam perjalanannya, ada permintaan dari KBN untuk memiliki saham di KCN menjadi 50%, sehingga kepemilikan KTU terdilusi menjadi 50%.

Namun setelah melalui proses rapat yang panjangdan berulang kali, antara manajemen KTU, KBN dan KCN, ternyata keinginan KBN tidak mendapat restu dari Menneg BUMN sebagai pemegang saham mayoritas di KBN, sehingga kepemilikan saham kembali ke posisi semula. Sesuai dengan kesepakatan awal, porsi saham KBN tanpa setor modal dan tidak akan mengalami delusi atas seberapa besarpun dana yang dikeluarkan oleh KTU untuk membangun dermaga pier I hingga III.

Sedangkan KTU sebagai pemegang saham mayoritas wajib membangun pelabuhan dan mendanai pembangunan seluruh dermaga. Sedangkan kewajiban KBN adalah mengurus rekomendasi perijinan kepelabuhanan yang akan dibangun oleh KCN, sekaligus menyediakan akses jalan masuk ke pelabuhan yang dibangun.

‘’Seluruh biaya yang timbul untuk mengurus perizinan termasuk jika timbul cost overrun menjadi tanggungan KTU,’’ kata Direktur Utama PT KCN Widodo Setiadi. Dalam addendum III, KTU telah menyetorkan modal saham kepada KCN total senilai Rp 443 miliar karena pihak KBN wanprestasi dalam penyertaan addendum III, tambah Widodo, Rabu ( 21/8/2019) 

Sesuai dengan kesepakatan awal, pembangunan seluruh dermaga tidak sepeserpun menggunakan uang negara baik melalui APBN maupun APBD. Sejak awak perjanjian kerjasama yang ditandatangani pada 2005, KBN tidak mampu melaksanakan kewajibannya untuk mengurus seluruh perizinan hingga 2010. KTU sebagai mitra bisnis demi menjaga kelangsungan pembangunan proyek, beritikad baik mengurus proses perizinan yang diperlukan kepada regulator kepelabuhanan yakni Kementerian Perhubungan pada 2011.

Inilah salah satu penyebab KCN baru bisa menyelesaikan pembangunan pier I dan saat ini sedang menuntaskan dermaga pier II. Pembangunan pier I baru beroperasi sepanjang 1200m dari total yang ditargetkan sepanjang 1.950m. Atas dermaga yang telah dibangun oleh KCN di atas perairan atau yang lebih dikenal dengan daerah revitalisasi, KCN sama sekali tidak membangun di lahan KBN.

Sesuai dengan Keppres no.11 tahun 1992, wilayah usaha KBN adalah tanah seluas 198 Ha, yang disebut kawasan berikat, tidak termasuk wilayah perairan atau kawasan laut. Kawasan laut yang menjadi batas utara KBN adalah laut Jawa yang dibatasi oleh garis pantai sepanjang 1.700m yang membentang dari Cakung Drain hingga Sungai Blencong.

KCN sebagai operator pelabuhan Marunda yang telah mengoperasikan sebagian dermaga pier 1, sesuai dengan amanat UU No.17 tahun 2008, harus tunduk kepada skema konsesi. ‘’Menjalankan skema konsesi ini sesuai dengan amanat UU, jadi bukan inisiatif atau keinginan KCN,’’ ungkap Widodo. Hasil konsesi yang diperoleh otoritas pelabuhan dalam hal ini kementerian perhubungan adalah pendapatan negara, paparnya lebih lanjut.  

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pengembangan Pariwisata Nias Didukung Multisektor

Senin, 16 September 2019 - 12:00 WIB

Pengembangan Pariwisata Nias Didukung Multisektor

Pengembangan pariwisata Nias di Sumatera Utara (Sumut) yang kaya dengan beragam potensi alam dan budaya mendapatkan dukungan banyak pihak atau multisektor.

Tanaman kacang hijau

Senin, 16 September 2019 - 09:23 WIB

Kementan: Keuntungan Budidaya Kacang Hijau Menggiurkan

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) menilai budidaya kacang hijau akhir-akhir ini memberikan keuntungan yang mengiurkan. Mengapa demikian? Karena kacang hijau produksi dalam negeri ternyata…

Gojek-Blibli Sepakat Tingkatkan Industri Pariwisata Melalui Platform Digital

Senin, 16 September 2019 - 09:00 WIB

Gojek-Blibli Sepakat Tingkatkan Industri Pariwisata Melalui Platform Digital

Dua perusahaan berbasis digital yakni PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) dan PT Global Digital Niaga (Blibli.com) menyatakan dukungannya dalam pengembangan pariwisata melalui platform digital.

Ilustrasi Gula (Ist)

Senin, 16 September 2019 - 08:07 WIB

Swasembada Gula Putih di Depan Mata

Jakarta - Dorongan terus dilakukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) terhadap investor di bidang gula untuk meningkatkan kapasitas produksi gula guna mencapai target memenuhi kebutuhan gula…

IHSG - Bursa Efek Indonesia (Dok INDUSTRY.co.id)

Senin, 16 September 2019 - 08:02 WIB

Awal Pekan IHSH Bergerak Terkoreksi

Jakarta - Secara teknikal pergerakan IHSG mengkonfirmasi pola dark cloud cover dengan terkoreksi menguji MA50 kembali yang berad dikisaran 6300. Indikator Stochastic memiliki pola dead-cross…