Aset BTN Tumbuh Tertinggi di Antara 15 Bank Besar

Oleh : Kormen Barus | Senin, 19 Agustus 2019 - 14:56 WIB

Bank BTN akan menjaga laju bisnis perseroan tetap on track hingga akhir 2019
Bank BTN akan menjaga laju bisnis perseroan tetap on track hingga akhir 2019

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Bisnis PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. yang terus melaju positif sukses mengantarkan perseroan mencatatkan diri sebagai bank dengan pertumbuhan aset tertinggi di antara 15 entitas bank terbesar lainnya di Indonesia. Meski demikian, perseroan akan tetap menjaga laju pertumbuhan bisnis sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) hingga akhir 2019.

Adapun, aset emiten bersandi saham BBTN ini tumbuh di level 16,58% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp268,04 triliun pada semester I/2018 menjadi Rp312,47 triliun. Selain mencatatkan kenaikan aset paling tinggi di antara 15 bank besar di Indonesia, pertumbuhan aset BBTN pun berada di atas rata-rata industri perbankan nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merekam aset perbankan nasional hanya naik di level 7,77% yoy per Mei 2019.

Direktur Bank BTN Nixon L. P. Napitupulu mengatakan laju pada aset perseroan tersebut disumbang pergerakan positif pada penyaluran kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Kredit dan DPK Bank BTN, lanjut Nixon, naik positif mencapai hampir dua kali lipat industri perbankan nasional. “Kenaikan kredit dan DPK yang melaju tersebut menyumbang pergerakan positif pada aset kami. Ke depannya kami terus berupaya agar laju kenaikan aset tetap dibarengi dengan kualitas yang terjaga,” jelas Nixon pada Konferensi Pers usai Public Expose di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (19/8).

Nixon menjelaskan perseroan tidak hanya mencatatkan kinerja positif pada aset secara tahunan. Perseroan, lanjutnya, berhasil menjaga kenaikan aset tetap positif dalam lima tahun terakhir. Nixon merinci, dalam lima tahun terakhir, laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) aset Bank BTN berada di posisi 20,66%. Kenaikan tersebut tercatat dari Rp144,58 triliun pada Desember 2014 menjadi Rp306,44 triliun pada bulan yang sama tahun 2018.

Komposisi aset BBTN, ujar Nixon, juga didominasi aset produktif. Catatan keuangan Bank BTN per Juni 2019 menunjukkan aset produktif perseroan mencapai 88,98% dari total aset. Adapun, porsi kredit dan pembiayaan tercatat sebesar 89,27% dari total aset produktif Bank BTN.

Di sisi kredit, Bank BTN mencatatkan pertumbuhan pada posisi 18,78% yoy atau naik dari Rp211,35 triliun pada Juni 2018 menjadi Rp251,04 triliun. Kenaikan tersebut mencapai dua kali lipat pertumbuhan kredit industri perbankan nasional. OJK mencatat, kredit nasional tumbuh single digit di level 9,92% yoy per Juni 2019.

Segendang seirama, kinerja penghimpunan DPK Bank BTN juga mencapai dua kali lipat industri perbankan nasional. Per semester I/2019, Bank BTN menghimpun simpanan masyarakat sebesar Rp219,75 triliun atau naik 15,89% yoy. OJK merekam kenaikan tersebut melesat jauh di atas kinerja penghimpunan DPK perbankan nasional yang hanya tumbuh di level 7,42% yoy per Juni 2019.

Hingga akhir tahun nanti, Nixon mengungkapkan pihaknya akan tetap mencatatkan kinerja positif. “Bagi kami, bisnis yang berkelanjutan merupakan prioritas utama,” ucap Nixon.

Sementara itu, Bank BTN pun tetap berkomitmen memberi dukungan penuh pada Program Satu Juta Rumah. Per 30 Juni 2019, Bank BTN telah menyalurkan kredit perumahan untuk 424.863 unit rumah atau senilai Rp36,42 triliun. Total realisasi jumlah unit rumah tersebut setara 53,1% dari target yang ditetapkan Bank BTN untuk 2019 yakni sebanyak 800.000 unit rumah. 

Penyaluran tersebut terdiri atas kredit perumahan di segmen subsidi dan non-subsidi. Di segmen subsidi, perseroan telah menyalurkan kredit perumahan untuk 328.192 unit rumah senilai Rp19,7 triliun. Kemudian, di segmen non-subsidi, kredit perumahan yang disalurkan mencapai 96.671 unit rumah atau setara Rp16,72 triliun.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

S.D. Darmono (dok Jababeka)

Kamis, 23 Januari 2020 - 17:48 WIB

Kawasan Industri dan Pertumbuhan 7 Persen

Dengan pasar yang besar, Indonesia masih akan menjadi daya tarik bagi investor asing untuk berinvestasi. Capaian 6-7 persen sebenarnya masih sangat mungkin. Hanya saja perlu adanya gebrakan.…

Penandatanganan perjanjian kerjasama teknologi digitalisasi bisnis pengendalian hama antara ASPPHAMI dan DATUM

Kamis, 23 Januari 2020 - 17:40 WIB

ASPPHAMI - DATUM Teken Kerjasama Tingkatkan Teknologi Digitalisasi Bisnis Pengendalian Hama

Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) bersama perusahaan teknologi informasi dan komunikasi asal Malaysia, DATUM menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk meningkatkan…

Jaringan ATM BRI (Foto st)

Kamis, 23 Januari 2020 - 17:22 WIB

2019, BRI Bukukan Laba Rp 34,41 Triliun

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menorehkan kinerja positif dan diatas rata-rata industri perbankan nasional. Tercatat, di sepanjang tahun 2019 perseroan mencetak laba sebesar…

Menkominfo Johnny dalam diskusi semipanel Spotlight On Indonesia Unicorns and Digital Economy Advancement: The Big Picture di Davos, Swiss.

Kamis, 23 Januari 2020 - 17:16 WIB

Menkominfo Paparkan Strategi Komprehensif Pemerintah Untuk Dukung Ekosistem Ekonomi Digital di WEF Davos

Bersama Menkominfo, tampil juga Ketua KADIN, Rosan Perkasa Roeslani; Co-founder Traveloka, Albert; Presiden Direktur Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata; dengan moderator Overseas Development…

PT Dua Kelinci Kembali Jadi Official Partner Real Madrid

Kamis, 23 Januari 2020 - 17:04 WIB

PT Dua Kelinci Kembali Jadi Official Partner Real Madrid Untuk Kedua Kalinya

PT Dua Kelinci kembali menjadi partner resmi (Official Partner) Real Madrid untuk kedua kalinya setelah sebelumnya pada periode 2011-2014 perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan minuman…