INDUSTRY.co.id - Bandung - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) terus menggenjot perkembangan produk lokal dengan meningkatkan tampilan desain yang bisa bersaing dan bagus untuk di ekspor.
Salah satu upayanya yaitu dengan menyelenggarakan penghargaan Indonesia Good Design Selection (IGDS) 2019.
Ditjen IKMA pun telah melakukan sosialisasi IGDS 2019 di berbagai kota antara lain, Yogyakarta, Surabaya, dan kali ini di kota Bandung. Rencananya, sosialisasi IGDS 2019 selanjutnya akan digelar di Bali dan Jakarta.
Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengatakan, penghargaan ini merupakan upaya pemerintah dalam hal ini Kemenperin untuk mendukung dan meningkatkan nilai kompetitif dari daya saing produk-produk industri nasional utamanya di bidang desain produk.
Selain itu, tambah Gati, penghargaan tingkat nasional ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah di bidang desain produk bagi para pelaku industri, perusahaan maupun praktisi desain.
"Indonesia mau menjadi 10 negara besar di dunia pada 2030, untuk menuju kesana industrinya harus maju. Jika tidak ada industri maka kita tidak punya produk yang dijual. Melalui kontes IGDS ini kami ingin mengapresiasi," ujar Gati Wibawaningsih saat sosialisasi IGDS 2019 di Bandung, kemarin.
Gati mengatakan saat ini jumlah IKM di Indonesia ada 4.4. juta dengan 30.000 unit industri unit menengah. Namun sayangnya saat ini produk IKM masih memiliki desain yang kurang karena daya saingnya masih nasional.
Menurut laporan World Economic Forum (2018), indeks daya saing Indonesia meningkat 3 peringkat di posisi 45 dari 140 negara di dunia.
Padahal, menurut Gati, salah satu faktor penentu daya saing suatu produk adalah inovasi dan kreativitas yang dapat diwujudkan dalam suatu desain.
Lebih lanjut, Gati menjelaskan, desain merupakan elemen penting yang mampu memberikan nilai tambah suatu produk, baik dari sisi penampilan maupun fungsi. Dengan desain yang kreatif dan inovatif, suatu produk akan memiliki daya saing yang lebih tinggi di mata konsumen.
"Desain itu harus sesuai dengan fungsinya, laku tidak di pasaran? Jangan hanya memproduksi sesuai keinginan desainernya saja," ujarnya.
Menurutnya, produk yang dipasarkan tentu harus menarik dan kekinian sehingga bisa diminati konsumen secara luas baik di pasar domestik maupun global. Langkah strategis ini juga untuk mendongkrak daya saing IKM nasional agar semakin kompetitif.
"Dalam persaingan global saat ini maka tidak ada kata lain selain daya saing yang harus secara terus menerus ditingkatkan," ucap Gati.
Penyelenggaraan IGDS sebelumnya telah dilaksanakan sejak tahun 2001 melalui lembaga independen di bawah lingkungan Kementerian Perindustrian yang saat itu masih bernama Depperindag, yaitu Pusat Desain Nasional, dan sejak tahun 2008 penyelenggaran IGDS dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal IKMA.
"IGDS 2019 merupakan penyelenggaraan yang ke-16 kali. Hal ini menjadikan IGDS sebagai bentuk penghargaan dalam bidang desain industri atau desain produk nasional tertua dan terbesar di Indonesia," ungkap Gati.
Pada ajang IGDS 2019, akan ada 4 jenis penghargaan yaitu Best 20 yang diberikan kepada 20 produk terbaik, penghargaan People’s Choice diberikan kepada 1 produk yang dipilih secara online, lalu ada Penghargaan Best 3 yang diberikan kepada 3 produk terbaik.
Terakhir, penghargaan Grand Award sebagai penghargaan tertinggi yang diberikan kepada 1 produk terbaik.
Kompetisi ini telah dibuka sosialisasi dan pendaftarannya mulai 23 Juli - 15 September 2019.