INDUSTRY.co.id - Jakarta-Sebagai provinsi termuda, Kalimantan Utara (Kaltara) sedang bergerak untuk menjadi provinsi yang terdepan di Indonesia.
Dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, kondisi geografis yang strategis serta pesona objek-objek wisata yang dimiliki, Kaltara bagai gadis molek yang menarik untuk dilirik.
Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Irianto Lambrie mengatakan, salah satu potensi yang masih belum terkelola maksimal, adalah pemanfaatan energi berbasis konservasi. Seperti diketahui, Kaltara memiliki potensi sumber daya alam(SDA) energi yang melimpah.
"Sungai Kayan salah satunya, sungai ini diyakini mampu menghasilkan sumber energi yang besar. Disamping itu, kekayaan SDA energi lainnya juga memiliki potensi menghasilkan energi seperti, batubara, minyak dan gas, " ungkap Irianto.
Melihat potensi yang strategis, Kaltara juga berpotensi bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) yang akan dibangun di atas area selus lebih dari 15.000 hektare si wilayah Tanjung Palas Timur merupakan gambaran nyata kesiapan Kaltara mewujudkan provinsi ini menjadi daerah maju.
"Untuk melengkapi kesiapan KIPI yang telah disetujui oleh Presiden menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), pemerintah provinsi Kaltara membangun sarana infrastruktur untuk memudahkan akses menuju kawasan tersebut, " terang Irianto.
Posisi laut Kaltara yang berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, juga menjadi keuntungan sendiri. Dimana ALKI merupakan salah satu jalur utama perdagangan dunia lewat laut.
Kaltara sebagai provinsi termuda terus tumbuh dan mengejar ketertinggalan dengan menggenjot pembangunan infrastruktur. Diantaranya, pembangunan bandara internasional Juwata Tarakan yang menjadi pintu gerbang Kaltara, pelabuhan laut, rencana KEK, rencana pengembangan PLTA Kayan, serta peta potensi pariwisata.
"Kami sudah siapkan langkah jitu agar investor bisa komitmen menanamkan modalnya di Kaltara, " tuturnya.
Permudah Perizinan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menjanjikan kemudahan dalam proses perizinan bagi investor yang berminat mengembangkan potensi alam dan industri di daerah itu.
"Sudah ada langkah jitu yang kami siapkan agar investor bisa berkomitmen menanamkan modalnya," kata Gubernur (Kaltara) Irianto Lambrie di Jakarta, Selasa.
Ia menyebutkan langkah itu antara lain perihal kemudahan perizinan. Saat ini pihaknya sedang menyiapkan kebijakan penyederhanaan pengurusan perizinan melalui revisi Peraturan Gubernur Nomor 43 Tahun 2014 tentang tentang Pendelegasian Wewenang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan Terpadu Pemprov Kaltara.
Dalam forum Kaltara Investment Forum (KIF) 2017, ia menjelaskan beberapa hal untuk menggaet investor selain dari kebijakan perizinan, adalah pemberian insentif dan juga jaminan kepastian lahan, baik bagi industri dan pengembangan energi.
"Dalam waktu dekat akan selesai revisi. Untuk memudahkan lagi, kami sudah menyiapkan dokumen-dokumen perencanaan dan survei-survei awal di beberapa lokasi," katanya.
Irianto menekankan lebih khusus pada pemanfaatan energi berbasis konservasi. Kaltara memiliki potensi sumber daya alam (SDA) energi yang melimpah, khususnya keberadaan beberapa sungai besar di Kaltara.