INDUSTRY.co.id

Advertisement

Jakarta- Pulau Belitung patut bersyukur memiliki kekayaan alam yang sangat baik.

Selain itu pun, kekayaan ini ditunjang dengan wilayah yang terpadu menjadi sebuah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Advertisement

Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Savitri kepada awak media membeberkan mengenai potensi KEK yang menjadi perhatian dunia.

Tidak hanya kerajaan ARAB SAUDI yang baru-baru ini kecantol dengan negeri laskar pelangi untuk berinvestasi, namun beberapa negara sudah lebih dahulu menujukan keseriusan untuk berinvestasi.

Advertisement

"Kami waktu di Bali sudah kami dijual Belitung dengan kekayaan alamnya, pariwisata dan dengan ada KEK itu ada investor beberapa negara termasuk Taiwan sudah minat sekali," ungkap Savitri, Selasa (7/3/2017).

Savitri mengaku pemerintah daerah khususnya pun sudah menanggapi beberapa negara ini untuk berinvestasi, termasuk untuk Kerajaan Arab Saudi.

Advertisement

"Banyak lagi sebarnya, yang dari arab kami bincang-bincang untuk mensingkronkan yang rencana raja Salman investasi, kami sekarang sedang evaluasi," ujarnya.

Kilang minyak

Sebelumnya Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Savitri mengatakan ada tiga bentuk investasi yang akan ditanamkan Kerajaan Arab Saudi di Belitung, Selasa (7/3/2017).

Adapun tiga bentuk investasi ini yakni dibidang kuliner dan perhotelan yang akan menunjang pariwisata.

Selain itu, investasi lainnya yaitu dibidang minyak yang akan dibangun oleh Kerajaan Arab Saudi di Pulau Naduk yang langsung berhadapan dengan alur lalulintas kapal internasional (ALKI).

Kerajaan Arab Saudi berencana akan membangun kilang minyak atau oil refinery yang merupakan pabrik atau industri yang mengolah minyak mentah.

"Tidak hanya arab, kuliner dan hotel banyak yang minat di Belitung, untuk minyak adak Koodinasi dengan kementerian esdm karena ada renvana pemurnian minyak, kita lagi memetakan wilayah untuk hal ini dan yang lainnya," beber Savitri.