Terbang ke Korsel, Menperin Bakal Terima Gelar Doktor Sekaligus Temui Investor

Oleh : Ridwan | Selasa, 25 Juni 2019 - 12:30 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto dijadwalkan bertolak ke Korea Selatan pada pekan ini. Kedatangan Menperin ke Negeri Ginseng tersebut untuk menerima gelar Honorary Doctor of Philosophy di bidang kebijakan pembangunan dari KDI School of Public Policy. 

Gelar tersebut diterima Menperin atas kiprahnya mendorong pertumbuhan sektor industri di Indonesia serta meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dengan Korea Selatan.

Pada kesempatan itu, juga akan dilakukan penandatanganan kerangka kerja teknis antara Kementerian Perindustrian dengan National Research Center (NRC) Republik Korea untuk pembentukan Working Level Joint Committee (Sub-Komite Bersama) dalam rangka implementasi aktivitas kerja sama terkait Industri 4.0. 

Menteri Airlangga juga dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Republik Korea serta beberapa investor. 

"Investasi Korea Selatan di Indonesa penting untuk mendukung kinerja Indonesia. Kami berharap hubungan produktif antara Indonesia dan Korea Selatan dapat berlangsung hingga tahun-tahun mendatang," kata Airlangga sesuai keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa (25/6). 

Pada pertemuan dengan Menteri Perdagangan, Industri dan Energi Republik Korea, Menperin diagendakan membahas sejumlah kerjasama antara Indonesia - Korea Selatan. 

Kementerian Perindustrian (Kemenperin), saat ini memiliki total 10 kesepakatan kerja sama internasional dengan berbagai mitra di Republik Korea, enam di antaranya merupakan kerja sama antara unit di lingkungan Kemenperin dengan lembaga pemerintah di Korea Selatan. 

Menperin juga dijadwalkan melakukan pertemuan dengan salah satu perusahaan petrokimia Lotte Chemical Corporation, yang salah satu anak perusahaannya pada 2018 telah melakukan ground breaking pembangunan pabrik yang memproduksi polyethylene. 

Dengan nilai investasi yang rencananya mencapai USD3,5 miliar, pabrik ini diharapkan dapat mendukung pengurangan impor produk petrokimia hingga 60 persen.

Indonesia berpotensi menjadi pusat pertumbuhan industri petrokimia dan akan bisa lebih kompetitif di tingkat Asean dengan semakin meningkatnya investasi dan ekspansi dari sejumlah produsen di dalam negeri. 

"Ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi negara tujuan investasi seiring upaya pemerintah yang terus menciptakan iklim usaha kondusif," ungkapnya.

Menperin juga dijadwalkan akan bertemu dengan perusahaan otomotif asal Korea Selatan, Hyundai yang rencananya akan berinvestasi di Indonesia. 

"Kemenperin aktif berkolaborasi dengan perusahaan Korea, terutama di sektor industri pengolahan, energi, dan infrastruktur. Hasilnya, beberapa perusahaan memutuskan meningkatkan investasinya, seperti Lotte Chemicals yang mengembangkan investasinya di Cilegon," terangnya.

Airlangga mengungkapkan, persahabatan Indonesia Republik Korea secara formal dimulai pada 1966 saat Korsel membuka konsulat pertama di Indonesia. Kerja sama lain dilakukan di bidang pendidikan, kebudayaan, kesenian, dan banyak lagi.

"Orang muda dan masyarakat kelas menengah Indonesia menyukai kebudayaan Korea dan mengadopsi produk Korea seperti kosmetik dan fesyen," terangnya. 

Kemajuan di sektor bisnis dan ekonomi ditandai dengan beberapa kerja sama strategis yang sudah dilakukan, meliputi joint task force untuk mempromosikan kerja sama ekonomi. Belakangan, kedua negara membentuk Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement yang menargetkan perdagangan bilateral hingga USD30 Miliar pada 2022 mendatang.

Selanjutnya, didirikan Korea-Indonesia Technology Cooperation Center untuk mempromosikan kerja sama lebih lanjut antara kedua negara dan untuk mendukung perusahaan-perusahaan Korea di Indonesia di area teknologi industri, melaksanakan riset dan program pembangunan bersama, dan semacamnya. 

"Hasilnya, Korea secara konsisten menjadi negara investor terbesar kelima dalam lima tahun terakhir, dengan investasi di sektor industri baja, permesinan, karet dan plastik, kayu, kimia, dan elektronika," terangnya. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Uji Swab Covid-19

Jumat, 29 Mei 2020 - 10:48 WIB

Jelang Jumat Siang, Pasien Positif Covid-19 Tercatat Tembus 24.538, Penambahan Kasus Terbanyak Jawa Timur dan WNI Repatriasi asal Jakarta

Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat jumlah penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 ada sebanyak 687 orang sehingga totalnya menjadi 24.538

Perusahaan logistik Anteraja

Jumat, 29 Mei 2020 - 10:37 WIB

Kuartal I-2020, Laba Adi Sarana Armada Turun Tipis Menjadi Rp26,05 Miliar

PT Adi Sarana Armada Tbk (“ASSA”), mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 38% sepanjang kuartal pertama tahun 2020 menjadi sebesar Rp701,62 miliar dibanding kuartal yang sama tahun sebelumnya…

Teh Pucuk Harum Buat UMKM Terdampak Covid-19

Jumat, 29 Mei 2020 - 10:30 WIB

Teh Pucuk Harum Buat UMKM Terdampak Covid-19

Guna membantu para pelaku UMKM terutama dibidang kuliner yang terkena dampak pandemi Coronavirus (COVID-19), Teh Pucuk Harum menghelat program bertajuk #WaktunyaKebaikan pada Bulan Suci Ramadhan…

Kadishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo

Jumat, 29 Mei 2020 - 10:20 WIB

Tanpa SIKM 6.364 Kendaraan Gagal Masuk Jakarta, Kadishub: Jangan Balik Dulu, Silahkan Anda Disana Dulu Bangun kampung

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, berdasarkan data hingga Rabu (37/5) malam ada sebanyak 6.364 kendaraan yang telah diputar-balikkan ketika hendak masuk…

Game Drive 2 TB The Last of Us Part II

Jumat, 29 Mei 2020 - 10:10 WIB

The Last Of Us Part II Segera Hadir dengan Seagate Game Drive

Seagate memperkenalkan Seagate Game Drive 2 TB The Last of Us Part II Edisi Terbatas Berlisensi Resmi, yang akan diluncurkan bersama gim-nya di PlayStation 4 (PS4) dan PlayStation 4 Pro (PS4…