Ciptakan Inovasi Baru, Paberik Mie Raih Dukungan Bogasari

Oleh : Ahmad Fadli | Sabtu, 22 Juni 2019 - 15:44 WIB

PT Indofood Sukses Makmur Tbk dalam hal ini Bogasari yang memberikan support tepung terigu dari Bogasari cakra kembar sampai 100 kilo kepada pelaku usaha Paberik Mie
PT Indofood Sukses Makmur Tbk dalam hal ini Bogasari yang memberikan support tepung terigu dari Bogasari cakra kembar sampai 100 kilo kepada pelaku usaha Paberik Mie

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah merupakan penyumbang terbesar perekonomian nasional sebesar 60 persen.  Atas dasar itulah pemerintah terus menggenjot terciptanya wirausaha pemula baru. 

Hal itu pula yang melatarbelakangi PT Indofood Sukses Makmur Tbk dalam hal ini  Bogasari yang memberikan support tepung terigu dari Bogasari cakra kembar sampai 100 kilo kepada pelaku usaha Paberik Mie.

"Paberik Mie karena ini merupakan sebuah terobosan di dunia kuliner Mie dan beliau bersedia memberikan fasilitas-fasilitas untuk para pemula pedagang mie yang bermitra dengan Paberik Mie. Atas inovasi tersebut manajemen mensupport tepung terigu dari Bogasari  cakra kembar yang terbaik sampai 100 kilo," kata Direktur Indofood, Franciscus Welirang usai menjumpai, stand kuliner Paberik Mie di PRJ, Kemayoran belum lama ini.

Sementara itu, Jenny Widjaja selaku pendiri Paberik Mie mengatakan pihaknya  mengembangkan bisnis Paberik Mie dengan mesin mie otomatis (Renoodle Pro) ini merupakan suatu terobosan baru di dunia bisnis mie di Indonesia.

Paberik Mie memakai terigu dari Bogasari Cakra, dan mie ayam di sini disajikan dengan daging ayam cincang, bakso dan juga ceker ayam.

“Kelebihan mie ayam dari Paberik Mie ini adalah bahan baku mie yang bebas dari pengawet, selain itu daging ayamnya juga masih segar, dan bumbu-bumbu racikannya dibuat sendiri dan tentunya faktor kehalalan,” kata Jenny saat ditemui di kedai Paberik Mie, PRJ Kemayoran, Kamis (20/6/2019).

Filosofi dari Pabriek Mie ujarnya ialah berawal keinginannya mengedukasi masyarakat bahwa makan mie yang sehat itu mudah sekali, cukup dengan pabriek mie bisa mendapatkan mie yang sehat, siapapun bisa membuat mie. Dimanapun Anda berada dapat memproduksi mie, karena bersifat mobile, dan ini terobosan dari dunia kuliner.

Siapapun bisa menjadi pengusaha mie, karena itu pihaknya menawarkan kemitraan. Untuk calon mitra yang berminat ada spesial harga selama pameran berlangsung, yah cukup bermodalkan Rp 25 juta Anda dapat memiliki mesin pembuat mie gurih, sehat, alami dan tanpa pengawet.

“Setelah pameran selesai sistem kemitraan senilai Rp 30 juta untuk mesin pencetak mie otomatis,kapasitas 80-100 porsi/ jam dan ini diluar bahan baku dan peralatan lainnya, “ujarnya.

Setelah menjadi mitra, pihaknya pun akan memberikan pelatihan dan pendampingan. Untuk proses jadi mitra pihaknya telah membuka kantor pusatnya di Jalan Sentra Bisnis Artha Gading blok A7D-16, Kelapa Gading Kirana.
 

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Jababeka

Kamis, 18 Juli 2019 - 11:20 WIB

Acting in Concert Picu Perubahan Pengendalian KIJA

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) berpotensi mengalami gagal bayar notes senilai USD300 juta. Karena terjadi perubahan pengendali sebagaimana dimaksud dalam perjanjian terkait dengan notes yang…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Kamis, 18 Juli 2019 - 11:05 WIB

Lampaui Rata-rata Nasional, Realisasi Anggaran Kemenperin 2018 Capai 92,28%

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengoptimalkan alokasi anggaran bagi organisasinya dalam rangka mendorong pengembangan industri nasional.

Danau Matano, Sulawesi Selatan. (Foto: IST)

Kamis, 18 Juli 2019 - 11:00 WIB

Pemerintah Siapkan 10 Danau Dipersiapkan Sebagi Destinasi Pariwisata

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merevitalisasi 10 di antara 15 danau prioritas yang dikembangkan sebagai destinasi pariwisata alam di Indonesia.

BCA Dukung Pelestarian Keragaman Budaya Nusantara

Kamis, 18 Juli 2019 - 09:30 WIB

BCA Dukung Pelestarian Keragaman Budaya Nusantara

Keberagaman kultur dan budaya yang tersebar di semua wilayah di Indonesia mengharuskan adanya sikap apresiasi dan saling menghormati sehingga tercipta situasi yang kondusif untuk pertumbuhan…

Revitalisasi Pendidikan Vokasi, Belajar dari Kisah Sukses Swiss

Kamis, 18 Juli 2019 - 09:04 WIB

Revitalisasi Pendidikan Vokasi, Belajar dari Kisah Sukses Swiss

Menjawab ajakan pemerintah kepada sektor industri agar meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi, demikian Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto menyebut latar…