Jaga Kelangsungan Bisnis, KS Rumahkan Ribuan Buruh

Oleh : Ridwan | Sabtu, 22 Juni 2019 - 09:45 WIB

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) (Foto Ist)
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Cilegon - PT Krakatau Steel (KS) terus melakukan upaya restrukturisasi terhadap jumlah karyawannya. Demi menjaga kinerja perusahaan agar tetap berjalan, Badan usaha milik negara (BUMN) itu mulai melakukan pengurangan pekerjanya.

Berdasarkan surat Nomor 73/Dir.sdm-ks/2019 perihal Restrukturiasi Organisasi PT KS (Persero) Tbk. dijelaskan, demi mendukung program perusahaan untuk memperbaiki kinerja dan daya saing perusahaan, manajemen memutuskan untuk melakukan penataan organisasi yang kompetitif, efisien, dan efektif yang selaras dengan strategi rencana jangka panjang perusahaan (RJPP) tahun 2018-2022.

Penataan organisasi dilakukan dengan cara melakukan pengurangan posisi dan jumlah karyawan yang bekerja sebesar 30 persen dari total posisi dan jumlah karyawan. Dalam surat tertulis, hingga Maret 2019, jumlah posisi di PT KS sebanyak 6.264 posisi dengan jumlah pegawai sebanyak 4.453 orang.

Hingga tahun 2022 mendatang, KS akan melakukan perampingan posisi menjadi 4.352 posisi dengan pengurangan pegawai berkisar di angka 1.300 orang. 

Dengan adanya pengurangan posisi dan pegawai itu, PT KS akan mengoptimalkan tenaga kerja muda dengan melakukan perluasan tanggungan pekerjaan dan peningkatan variasi pekerjaan.

Kemudian, dalam surat yang ditandatangani Direktur SDM PT KS Rahmad Hidayat itu juga mengungkapkan, PT KS akan melakukan pemetaan fungsi pekerjaan utama dan penunjang. Selain itu merekomendasikan posisi organisasi yang memungkinkan untuk dialihkan ke pihak ketiga atau metode lain sesuai perundang-undangan.

Saat dikonfirmasi mengenai kabar berita tersebut, Senior External Communication PT KS Vicky Fadilah tidak menampik kabar tersebut.

Menurutnya, kebijakan itu hanya berlaku di induk perusahaan sehingga pegawai yang terkena kebijakan restrukturisasi itu dimungkinkan bisa dimanfaatkan oleh anak perusahaan. "Kapan-kapannya saya belum tahu," ujar Vicky, dilansir dari JPNN, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Vicky, perusahaan mengeluarkan kebijakan itu karena biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk karyawan tetap cukup besar, lebih besar dari buruh outsourcing.

"Biaya paling besar organik karena bayar pensiun, pajak, dan macam-macam. Misalnya gaji pokok Rp1 juta, perusahaan bayarnya Rp2 juta dengan macam-macam," ujarnya.

Ditempat terpisah, Ketua Federasi Serikat Pekerja Baja Cilegon (FSPBC) Safrudin mengaku sudah mengetahui informasi tersebut. Bahkan, pemutusan hubungan kerja telah dilakukan PT KS terhadap beberapa pegawai.

Terakhir, kata dia, pada pekan lalu sebanyak 140 pegawai yang bekerja di posisi maintenance technic sudah dirumahkan.

"Sebelum Lebaran kebijakan tersebut dilakukan terhadap 90 orang pegawai," paparnya.

Organisasi buruh, kata Safrudin, telah menolak keras kebijakan PHK tersebut. Menurutnya, PT KS belum melakukan prosedur yang sesuai aturan dan tidak membeberkan secara terbuka alasan dari rencana PHK besar-besaran tersebut. 

"Saya tadi (kemarin) melapor ke Pak Walikota. Pak Walikota juga kaget. Ini bukti suratnya sudah, katanya Walikota akan memanggil KS, terutama direktur SDM," ujarnya. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Batalyon Polisi Militer 2 Marinir Temukan dan Amankan Obyek Vital

Rabu, 22 Januari 2020 - 05:30 WIB

Batalyon Polisi Militer 2 Marinir Temukan dan Amankan Obyek Vital

Prajurit Batalyon Polisi Militer 2 Marinir (Yon POM 2 Mar) mendalami kembali llmu Medan Membaca Peta (IMMP) yang tengah melaksanakan kegiatan Latihan Perorangan Dasar (LPD) dan Latihan Perorangan…

Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Fajar Prasetyo, S.E., M.M

Rabu, 22 Januari 2020 - 05:00 WIB

Pangkogabwilhan II Kukuhkan 45 Pamen TNI di Jajaran Kogabwilhan II

Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Fajar Prasetyo, S.E., M.M. mengukuhkan 45 Perwira Menengah (Pamen) TNI di lingkungan Kogabwilhan II, terdiri dari 44 Kolonel untuk menjabat 7 Wakil Asisten, 3…

Executive Vice President Telkom Regional II Area Jakarta, Banten, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jababotabek) Teuku Muda Nanta (tengah) didampingi General Manager Wilayah Telkom Jakarta Timur Zahrial Hamid Nasution (kiri) dan Operation Senior Manager Consumer Marketing Telkom Regional II Area Jakarta, Banten, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jababotabek) Mustakim Wahyudi

Rabu, 22 Januari 2020 - 00:58 WIB

IndiHome Apresiasi Pelanggan dengan Total Hadiah Hingga Rp5 M

IndiHome sebagai layanan triple play milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus berupaya memberikan layanan terbaik dan apresiasi bagi pelanggan. Pada Selasa (21/1), IndiHome mengumumkan…

Pengurus Pusat PWI dan Panitia Pusat HPN 2020, melakukan pertemuan dengan Muhajir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada Kabinet Indonesia Maju di kantornya jalan Merdeka Utara, Selasa (21/1/2020).

Rabu, 22 Januari 2020 - 00:50 WIB

Pengurus Pusat PWI dan Panitia Pusat HPN 2020, Melakukan Pertemuan Dengan Menko PMK Muhajir Effendy

engurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Panitia Pusat Hari Pers Nasional (HPN) 2020, melakukan pertemuan dengan Muhajir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan…

Kelompok save Jakarta

Rabu, 22 Januari 2020 - 00:40 WIB

Kelompok save Jakarta Menilai Anies Gagal Atasi Banjir Jakarta

Jakarta-Kelompok save Jakarta dari berbagai elemen seperti Satu Aspirasi Indonesia, Komunitas Anak Bangsa, Kawal Indonesia, LANDEP, I-ELIT-Parlemen Nusantara, Dantara, BPRI, SIMA, Sporting Indonesia,…