Ini Alasan Multifinance Lirik Pendanaan dari Luar

Oleh : Ahmad Fadli | Rabu, 12 Juni 2019 - 08:50 WIB

BFI Finance Indonesia (ist)
BFI Finance Indonesia (ist)

INDUSTRY.co.id, Jakarta- Kalangan pelaku usaha multifinance memilih opsi pendanaan dari luar negeri. Salah satu alasannya, karena biaya bunga dari luar lebih murah ketimbang dalam negeri.

PT BFI Finance Indonesia Tbk salah satunya. Direktur Keuangan BFI Finance Sudjono mengatakan perusahaan membutuhkan total pendanaan sebesar Rp 9 triliun tahun ini. Dari jumlah itu, pihaknya akan memaksimalkan pinjaman dari luar negeri karena dinilai lebih potensial.

“Secara bunga, pinjaman dari luar negeri sangat kompetitif dan cenderung lebih murah dari pinjaman dalam negeri. Hal itu menjadi salah satu sumber pendanaan yang kami harapkan,” kata Sudjono di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Rencananya, BFI Finance akan menerbitkan sindikasi luar negeri pada semester II-2019. Sehingga tahun ini diperkirakan pinjaman luar negeri dilakukan sebanyak dua hingga tiga kali penerbitan. Dengan penerbitan itu maka porsi dana dari luar meningkat dari 20% bisa mencapai 40% dari total pendanaan perusahaan.

“Kami melakukan diversifikasi pendanaan dan tengah mengkajinya berdasarkan kesiapan pasar serta kebutuhan perusahaan supaya tidak bergantung dengan satu sumber dana,” ungkapnya.

Sepanjang tahun ini, BFI Finance telah memperoleh sumber pendanaan baru. Mulai dari penerbitan obligasi berkelanjutan IV BFI Finance Indonesia Tahap II Tahun 2019 sebesar Rp 1 triliun. Kemudian menyusul pinjaman sindikasi senilai US$ 200 juta pada April 2019.

Pemain lain PT Mitra Pinasthika Mustika Finance (MPM Finance) telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman sindikasi luar negeri dengan 20 lembaga keuangan pada Mei lalu. Fasilitas bernilai total setara US$ 250 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun ini dikeluarkan dalam dua mata uang yaitu dollar Amerika Serikat dan yen Jepang untuk jangka waktu empat tahun.

Fasilitas pinjaman tersebut menjadi langkah strategis MPM Finance dalam memperoleh biaya bunga yang kompetitif sekaligus sebagai bentuk diversifikasi sumber pendanaan di samping fasilitas pinjaman bank bilateral dari dalam dan luar negeri.

“Fasilitas pinjaman ini akan kami gunakan untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan modal kerja perusahaan hingga kuartal kedua tahun depan,” ungkap CEO MPM Finance Johny Kandano.

Fasilitas pinjaman sindikasi luar negeri kali ini merupakan yang ke-5 kalinya diperoleh perusahaan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. 

Pada bulan Mei tahun lalu, MPM Finance juga berhasil memperoleh fasilitas serupa dengan nilai mencapai US$ 333 juta atau setara dengan Rp 4,6 triliun dari 34 lembaga keuangan.

Namun fasilitas pinjaman tersebut telah habis digunakan sepenuhnya sampai dengan bulan April 2019 untuk kebutuhan modal kerja perusahaan. 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mekari Chat

Minggu, 17 Januari 2021 - 16:00 WIB

Mekari Chat Permudah Komuknikai Bisnis

Memastikan keamanan komunikasi dalam bisnis, khususnya di masa sekarang dimana komunikasi dan kolaborasi dilakukan jarak jauh, menjadi hal yang sangat krusial. Bisnis perlu memilih platform…

Sarang burung walet (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 17 Januari 2021 - 15:48 WIB

Nilai Ekspor Sarang Burung Walet Bikin Geleng-geleng Kepala

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo menyebutkan tren ekspor Sarang Burung Walet (SBW) memberikan kontribusi bgai devisa negara.

Rencana Pembangunan Solar Park di Indonesia Timur (foto Kemnterian ESDM)

Minggu, 17 Januari 2021 - 15:10 WIB

Tak Kalah dengan Portugal dan Arab Saudi, Dirjen EBTKE: Kami Akan Bangun Solar Park, Satu Hamparan Luas di Indonesia Timur yang Isinya Solar Panel Saja...

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyatakan bahwa Pemerintah akan berencana mengembangkan taman panel surya atau surya…

PT Kimia Farma Tbk (KAEF)

Minggu, 17 Januari 2021 - 14:35 WIB

PEFINDO Berikan Peringkat 'idAA-' kepada MTN Kimia Farma

PEFINDO memberikan peringkat “idAA-” kepada MTN Kimia Farma Tbk (Kimia Farma) sebesar Rp600 miliar yang akan jatuh tempo pada tanggal 15 Maret 2021.

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Photo by Lifestyle - Bisnis.com)

Minggu, 17 Januari 2021 - 14:15 WIB

Warga Tolong Catat! Ini Daftar Kelompok Masyarakat yang Tak Bisa Disuntik Vaksin COVID-19 Sinovac

Pemerintah telah resmi memulai program vaksinasi COVID-19 yang diberikan secara gratis kepada masyarakat, Rabu (13/01/2021) lalu, ditandai dengan pemberian vaksin kepada Presiden RI Joko Widodo…