Pacu Daya Saing IKM, Kemenperin Bersama Pemprov Jateng Resmikan Galeri Industri Kreatif

Oleh : Ridwan | Rabu, 29 Mei 2019 - 19:15 WIB

Peresmian Galery Industri Kreatif Semarang
Peresmian Galery Industri Kreatif Semarang

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian terus mendorong tumbuhnya industri kreatif di Tanah Air sekaligus juga memacu daya saingnya agar mampu kompetitif di pasar domestik hingga global. 

Subsektor yang tergolong industri kecil dan menengah (IKM) ini dinilai mampu memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional.

"Masa depan industri kreatif cukup menjanjikan dan bisa menjadi sumber ekonomi dengan nilai tambah yang tinggi, karena dalam sektor ini terdapat konten gagasan, seni, inovasi, teknologi, serta kekayaan intelektual," kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Rabu (29/5).

Gati menyampaikan, pihaknya aktif menjalankan berbagai langkah strategis dalam pengembangan industri kreatif di dalam negeri. Misalnya, memfasilitasi atau memberi kemudahan terhadap akses promosi baik itu secara offline maupun online. 

Menurutnya, ini bertujuan guna memperkenalkan produk kreatif anak negeri yang telah memiliki kualitas unggul, inovatif dan punya beragam desain menarik.

"Salah satu wujud konkretnya adalah Kemenperin bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), serta BNI bersinergi untuk terus mendukung kemajuan IKM di Kota Semarang," paparnya.

Kolaborasi itu terealisasi melalui pendirian Galeri Industri Kreatif Semarang. Galeri yang terletak di gedung PT PPI, Kota Lama, Semarang ini telah diresmikan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu serta Direktur IKM Kimia Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka Kemenperin, E. Ratna Utarianingrum pada 26 Mei 2019.

Pendirian Galeri Industri Kreatif Semarang ini merupakan salah satu implementasi dari Nota Kesepahaman yang ditandatangani pada tahun 2017 antara Kemenperin dengan PT. PPI, dan Pemerintah Kota Semarang tentang Pengembangan IKM melalui Pemberdayaan Rumah Produksi di Kota Lama Semarang.  

Galeri itu awalnya adalah gudang milik PT PPI yang telah direvitalisasi. Saat ini, Galeri Industri Kreatif Semarang diisi oleh puluhan pelaku IKM Kota Semarang, yang di antaranya dari sektor kerajinan, fesyen, logam, furnitur, dan kuliner. 

"Sektor-sektor tersebut yang memberikan sumbangsih besar terhadap industri kreatif dan ekonomi nasional," ungkap Ratna. 

Kemenperin mencatat, jumlah IKM furnitur sebanyak 159 ribu unit usaha dengan menyerap tenaga kerja lebih dari 500 ribu orang.

Selanjutnya, jumlah IKM fesyen tercatat 927 ribu unit usaha dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 2,2 juta orang, serta IKM logam ada sekitar 158 ribu dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 490 ribu orang.  

Ratna menjelaskan, kehadiran Galeri Industri Kreatif Semarang ini akan memberikan semangat baru bagi para pelaku industri kreatif untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitasnya.

"Dukungan dari pemerintah daerah tentunya sangat memberikan energi yang besar bagi pertumbuhan industri kreatif seperti halnya penyediaan fasilitas Galeri Industri Kreatif Semarang ini," tuturnya.

Kehadiran galeri ini pun mendapat apresiasi dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Menurutnya, konsumen pun dipermudah untuk mendapatkan produk-produk IKM yang kreatif dan berkualitas. Satu langkah maju sudah dilakukan di Semarang. 

"Ini membuat para pelaku industri kreatif memiliki wadah. Selamat buat Semarang," ujarnya.

Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyampaikan, Galeri Industri Kreatif Semarang ini juga bakal menerapkan pembayaran digital dalam semua transaksinya yang dapat memudahkan pembeli. 

"Di sini yang menariknya, orang sudah dapat menggunakan kartu untuk membayar," jelasnya. 

Pengunaan metode pembayaran digital ini juga merupakan salah satu bagian dari penerapan industri 4.0 sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

Jumat, 13 Desember 2019 - 11:33 WIB

Perlakuan Benih Cegah Serangan Hama dan Penyakit

Karawang Pengendalian hama atau Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tidak harus selalu dilakukan pada saat pertanaman sudah tumbuh. Akan tetapi bisa dilakukan juga pada benih padi sebelum ditanam.

Pengurus Asosiasi Bela Hak Cipta yang dipimpin oleh Erwanda Lukas alias Papa T Bob ( berdiri, paling kiri) beraudiensi dengan Komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) James F Sundah, Rien Uthami Dewi, Yessi Kurniawan dan Rapin Mudiarjo Kawaradji (Duduk).

Jumat, 13 Desember 2019 - 11:06 WIB

Di Hadapan Musisi Senior, LMKN Tegaskan Pembagian Royalti 2 X Setahun

Lembaga Manajemen Kolektif Nasional atau LMKN yang merupakan Lembaga resmi yang berwenang memungut royalti dan menyalurkannya ke pemilik karya dan hak cipta, menegaskan bahwa mereka menyalurkan…

Bank Permata (Foto Industry News)

Jumat, 13 Desember 2019 - 10:37 WIB

PermataBank Akan Dibeli Bankok Bank

Jakarta – Sehubungan dengan pelaksanaan Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat yang diumumkan oleh pemegang saham mayoritas, Standard Chartered Bank (Standard Chartered) dan PT Astra International…

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk

Jumat, 13 Desember 2019 - 10:00 WIB

Tugu Insurance Raih Top 20 Financial Institution & The Best CFO dari The Finance

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) kembali mendapatkan penghargaan Top 20 Financial Institution dari The Finance. Berdasarkan riset yang dilakukan The Finance Institute,…

Bahana Artha Ventura Salurkan Pinjaman Program Kemitraan untuk Menggenjot Mitra Binaan Naik Kelas

Jumat, 13 Desember 2019 - 09:00 WIB

Bahana Artha Ventura Salurkan Pinjaman Program Kemitraan untuk Menggenjot Mitra Binaan Naik Kelas

Semakin gencar menjalin kerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk meningkatkan efektifitas penyaluran kredit Program Kemitraan (PK) demi mendorong Usaha Menengah, Kecil dan Mikro…