Trada Alam Minera Alokasikan Belanja Modal USD15 Juta untuk GBU pada 2019

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 22 Mei 2019 - 16:35 WIB

Direksi PT Trada Alam Minera Tbk (dari kiri ke kanan) Ismail, Direktur; Soebianto Hidayat, Presiden Direktur; Gani Bustan, Direktur; dan Irwandy Arif, Direktur; memaparkan kinerja pada paparan publik di Jakarta, Rabu (22/05/2019)
Direksi PT Trada Alam Minera Tbk (dari kiri ke kanan) Ismail, Direktur; Soebianto Hidayat, Presiden Direktur; Gani Bustan, Direktur; dan Irwandy Arif, Direktur; memaparkan kinerja pada paparan publik di Jakarta, Rabu (22/05/2019)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) antara USD10-15 juta pada tahun ini untuk membiayai pengembanan PT Gunung Bara Utama (GBU), anak usaha perseroan di bidang pertambangan batu bara.

“Pengembangan yang dimaksud adalah peningkatan kapasitas pelabuhan GBU untuk memuat batu bara menjadi sesuai kapasitas terpasang sebanyak 8 juta ton dibandingkan saat ini sebanyak 4 juta ton,” ujar Soebianto Hidayat, Presiden Direktur TRAM, dalam acara paparan publik di Jakarta, Rabu (22/05/2019).

Soebianto mengemukakan, hingga triwulan pertama 2019, capex tersebut belum terealisasi karena konstruksi peningkatan kapasitas pelabuhan tersebut baru akan dimulai pada akhir triwulan kedua 2019.   

Soebianto menjelaskan, peningkatan kapasitas pelabuhan tersebut dilakukan seiring dengan rencana perseroan yang akan meningkatkan produksi batu bara pada 2019 ini secara signifikan. Produksi batu bara perseroan tahun ini ditargetkan sebanyak 5 juta ton, atau tumbuh hampir dua kali lipat dibandingkan pada tahun sebelumnya sebanyak 2,6 juta ton.

“Peningkatan produksi tersebut dilakukan karena adanya potensi pasar batu bara. Sedangkan target produksi sebanyak lima juta ton pada tahun ini disesuaikan dengan kondisi pasar jika harganya memungkinkan. Pasalnya, harga batu bara di pasar komoditi global cukup berfluktuasi saat ini,” papar Soebianto.

Soebianto menuturkan, perseroan berencana memproduksi batu bara sebanyak 350.000-450.000 ton per bulan untuk mencapai target produksi tahunan tersebut. Volume produksi batu bara perseroan sepanjang triwulan pertama tahun ini mencapai 1 juta ton diikuti dengan volume penjualan di besaran yang sama.

“Volume produksi batu bara pada triwulan pertama tersebut mash sesuai dengan target yang ditetapkan perseroan sebelumnya. Pada paruh pertama tahun ini, perseroan ditargetkan dapat memproduksi dan menjual sebanyak 2,4 juta ton hingga 2,6 juta ton batu bara,” papar Soebianto.

Menurut Soebianto, batu bara yang diproduksi perseroan saat ini berasal dari produksi batu bara GBU yang tergolong batu bara berkalori tinggi, yaitu di atas 5.000 kkal per kg. Batu bara berkalori tinggi tersebut diekspor perseroan ke pasar Jepang, Vietnam, Thailand dan Taiwan.

“Tahun ini, kami masih menyasar pasar ekspor batu bara yang sama, tetapi dengan volume penjualan yang meningkat sejalan dengan kenaikan produksi. Tetapi untuk pasar domestik, kami hanya diwajibkan memenuhi kewajiban kontrak pasokan batu bara di pasar domestik (Domestic Market Obligation) sebesar 25% dari volume produksi perseroan,” tukas Soebianto.

Kendati harga jual rata-rata batu bara saat ini sedang turun, tetapi manajemen TRAM optimistis harga tersebut dapat bertahan kisaran USD60-80 per ton. Karena itu, jika harga tersebut tercapai, maka penjualan batu bara perseroan yang berasal dari GBU pada tahun ini ditargetkan dapat mencapai USD300 juta. (Abraham Sihombing)

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Personel TMMD Kodim 1707 Ajari Warga Kampung Epem Bercocok Tanam

Selasa, 07 April 2020 - 03:00 WIB

Personel TMMD Kodim 1707 Ajari Warga Kampung Epem Bercocok Tanam

Tak hanya menjalankan kegiatan fisik berupa pembangunan 20 unit rumah untuk warga Kampung Epem, Distrik Citak Mitak, Kab. Mappi, Papua, personel Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (Satgas…

Prajurit TNI Bantu Warga Perbatasan RI-PNG Panen Rambutan

Selasa, 07 April 2020 - 02:27 WIB

Prajurit TNI Bantu Warga Perbatasan RI-PNG Panen Rambutan

Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa (Yonif MR 411/Pdw) Kostrad yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-PNG, membantu salah satu warga binaannya panen buah Rambutan…

Pandemi Corona (covid-19)- foto/ist

Selasa, 07 April 2020 - 01:31 WIB

Kian Meningkat, Hingga Selasa Dini Hari Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Indonesia Mencapai 2.491 Orang

Kasus virus corona di Indonesia kian hari semakin meningkat. Menurut Juru bicara penanganan corona, Achmad Yurianto, hal tersebut disebabkan oleh penularan yang terus terjadi ditengah masyarakat…

Ilustrasi security system. (Alvis Upitis/Getty Images)

Senin, 06 April 2020 - 23:10 WIB

Six years of the GitHub Security Bug Bounty program

Last month GitHub reached some big milestones for our Security Bug Bounty program. As of February 2020, it’s been six years since we started accepting submissions. Over the years we’ve been…

Media Luar Ruang City Vision

Senin, 06 April 2020 - 22:15 WIB

Media Luar Ruang City Vision Gandeng KAI Sebarluaskan Informasi Covid-19

Sebagai perusahaan media luar ruang terbesar di Indonesia, City Vision berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah dan berbagai institusi lain dalam menyebarluaskan informasi kesehatan…