INDUSTRY.co.id, Jakarta - Kawasan timur Indonesia saat ini difokuskan untuk pengembangan industri berbasis mineral logam, khususnya pengolahan bahan baku bijih nikel.

Kawasan industri timur Indonesia tersebut antara lain, kawasan Industri Morowali, Kawasan industri Bantaeng, dan Kawasan Industri Konawe.

"Ini merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2015 tentang Sumber Daya Industri dalam pemanfaatan sumber daya alam secara efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan" ungkap Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan di Jakarta (3/3/2017).

Perlu diketahui, Kawasan Industri Morowali seluas 2.000 hektar dikelola oleh PT Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP). Kawasan terintegrasi ini akan menarik investasi sebesar USD 6 miliar atau mencapai Rp 78 triliun dengan menyerap tenaga kerja langsung sekitar 20 ribu orang dan tidak langsung sebanyak 80 ribu orang.

Kemudian, Kawasan Industri Bantaeng memiliki luas 3.000 hektare yang diperkirakan akan menarik investasi sebesar USD USD 5 miliar atau setara Rp 55 triliun, dengan Harbour Group bertindak sebagai investor.

Sedangkan, untuk Kawasan Industri Konawe, diprediksi akan menarik investasi sebanyak Rp 28 triliun. Bertindak sebagai anchor industry di kawasan ini adalah Virtue Dragon Nickel Industry, dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 18 ribu orang.

"Kami berharap dengan beroperasinya ketiga kawasan industri tersebut, hilirasi industri akan berjalan dengan baik" tutup Putu