INDUSTRY.co.id - JAKARTA, Hilirisasi membutuhkan lebih dari sekadar sumber daya. Teknologi, knowledge sharing, dan kolaborasi menjadi bagian penting untuk membangun kapabilitas industri masa depan.

Hal tersebut disampaikan MIND ID dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 yang mengusung tema Investing in Tomorrow: Advancing Technology, Innovation, and Sustainable Growth.

Lewat DTIIF 2026, MIND ID turut berbagi perspektif tentang bagaimana teknologi dapat membuka peluang baru bagi hilirisasi mineral Indonesia.

MIND ID memperkuat kapabilitas teknologi dan membangun kemitraan strategis untuk mendukung hilirisasi mineral Indonesia.

Untuk menjalankan hilirisasi secara berkelanjutan, MIND ID terus memperkuat fondasi melalui empat pilar, yakni ketahanan cadangan dan sumber daya, hilirisasi bernilai tambah, pusat keunggulan proyek dan operasi, serta teknologi adaptif dan inovatif. Fondasi tersebut menjadi bagian dari upaya MIND ID membangun perusahaan yang future-ready.

Untuk mendukung hilirisasi, MIND ID membangun kemitraan strategis dengan perusahaan global untuk memperoleh teknologi dan knowledge sharing, sekaligus memperkuat kemampuan SDM dalam mengoperasikannya.

Seperti yang dilakukan pada proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) oleh ANTAM dan INALUM bersama Chalieco dalam pengembangan teknologi, serta Indonesia Growth Project (IGP) melalui kolaborasi PT Vale Indonesia (PTVI) dengan mitra strategis dalam pengembangan ekosistem pengolahan nikel.

Tak hanya teknologi, MIND ID juga menjajaki investasi dan kemitraan strategis dengan berbagai negara di Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Selatan untuk memperluas akses terhadap sumber daya mineral baru.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengamankan pasokan mineral untuk mendukung industri masa depan.

Ke depan, MIND ID akan terus memperkuat kemitraan, memperluas _knowledge sharing_, dan mengakses teknologi yang dibutuhkan untuk mendukung hilirisasi mineral Indonesia.