Industri Manufaktur Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional

Oleh : Ridwan | Kamis, 25 April 2019 - 10:30 WIB

Ilustrasi Industri Manufaktur (Foto: Ridwan/Industry.co.id)
Ilustrasi Industri Manufaktur (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Industri manufaktur dinilai akan menjadi penggerak utama terhadap pertumbuhan ekonomi nasional karena sektor tersebut berperan penting dalam menciptakan nilai tambah, perolehan devisa dan penyerapan tenaga kerja yang ujungnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Di satu sisi, era perdagangan bebas yang terjadi saat ini membuat akses pasar semakin terbuka. Hal ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi industri, sehingga sektor industri nasional dituntut untuk terus menerus meningkatkan daya saing agar mampu berkompetisi untuk menguasai pasar yang tersedia," ungkap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta (25/4).

Selanjutnya, tambah Menperin, dalam menghadapi tantangan sebagai akibat dari perdagangan bebas serta untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi, pemerintah terus berupaya mendorong berkembangnya sektor industri manufaktur yang berdaya saing tinggi dengan menciptakan iklim usaha yang atraktif.

Guna meningkatkan daya saing industri nasional, Kemenperin telah melakukan upaya-upaya strategis, antara lain memfasilitasi pemberian insentif fiskal berupa tax allowance serta tax holiday, melakukan pengendalian impor dan pengamanan pasar dalam negeri, optimalisasi pemanfaatan pasar dalam negeri dan pasar ekspor, serta pelaksanaan Program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN).

"Namun demikian, upaya-upaya untuk peningkatan daya saing industri tersebut, tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia industri," ujar Airlangga. 

Untuk itu, industri manufaktur perlu aktif terlibat dalam program pengembangan pendidikan vokasi industri melalui pembinaan dan pengembangan SMK yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha industri atau program pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri.

"Sebagai daya tarik bagi industri, pemerintah saat ini sedang menyiapkan insentif bagi perusahaan industri yang berperan aktif dalam pengembangan pendidikan vokasi, berupa super deductible tax, yaitu pengurangan penghasilan bruto sebesar 200% dari biaya yang dikeluarkan perusahaan," imbuhnya.

Diharapkan pada semester pertama tahun ini, kebijakan insentif tersebut diterbitkan.

Selain insentif fiskal, Kemenperin juga menyediakan insentif nonfiskal berupa penyediaan tenaga kerja kompeten melalui Diklat sistem 3 in 1 dan Program Diploma I Industri, bagi perusahaan yang terlibat dalam program pendidikan vokasi industri ini.

Di samping itu, pemerintah berkomitmen merevitalisasi industri manufaktur melalui pelaksanaan peta jalan Making Indonesia 4.0, sebagai upaya dalam rangka peningkatan daya saing industri nasional. 

Dalam program Making Indonesia 4.0, pemerintah telah menetapkan lima industri prioritas yang akan menjadi fokus implementasi, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, dan elektronika.

"Kelima sektor tersebut memiliki dampak ekonomi dan kriteria kelayakan implementasi yang mencakup ukuran PDB, perdagangan, potensi dampak terhadap industri lain, besaran investasi dan kecepatan penetrasi pasar," jelasnya.

Menperin menegaskan, penerapan industri 4.0 merupakan upaya untuk melakukan otomatisasi dan digitalisasi pada proses produksi, dengan ditandai meningkatnya konektivitas, interaksi, serta batas antara manusia, mesin, dan sumber daya lainnya yang semakin konvergen melalui teknologi informasi dan komunikasi. 

Implementasi industri 4.0 akan mendorong peningkatan investasi oleh perusahaan, terutama yang terkait dengan penggunaan teknologi pendukung seperti Internet of Things (IoT).

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Irwan Prayitno Gubernur Sumatera Barat (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 21 Mei 2019 - 22:30 WIB

Bazar Ramadhan Menjaga Stabilitas Harga Kebutuhan Bahan Pokok Masyarakat

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno membuka bazar Ramadhan di halaman Kantor Gubernur mulai tanggal 21-24 Mei 2019. Bazar ini diadakan setiap tahunnya dalam rangka menjaga stabilitas harga…

Bambang Soesatyo Ketua DPR RI (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 21 Mei 2019 - 22:00 WIB

Ketua DPR: Sikapi Rekapitulasi Akhir Pemilu dengan Arif dan Bijaksana

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo bersyukur tahapan akhir Pemilu 2019 telah selesai ditandai dengan diumumkannya hasil rekapitulasi suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa dini hari (21/05/19).…

Dari kiri ke kanan: Manager Komunikasi Internal BNI Syariah, Alyusri; Pgs Manager Koordinator BNI Syariah, Iqbal Taqiudin; Sekretaris Perusahaan BNI Syariah, Rima Dwi Permatasari.

Selasa, 21 Mei 2019 - 21:52 WIB

Green Ramadhan, BNI Syariah Gelar Serangkaian Kegiatan dan Promo

Green Ramadhan, BNI Syariah Gelar Serangkaian Kegiatan dan Promo

Menhan Ryamizard Ryacudu-foto RiauOnline.com

Selasa, 21 Mei 2019 - 21:30 WIB

Menhan Ryacudu Pastikan Kondisi Aksi 22 Mei Kondusif Stabil

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizad Ryacudu memastikan kondisi keamanan menjelang aksi 22 Mei 2019 berjalan kondusif dan stabil.

Kemensos Pastikan Ida Faridha Mendapatkan PKH

Selasa, 21 Mei 2019 - 21:20 WIB

Kemensos Pastikan Ida Faridha Mendapatkan PKH

Pemerintah mengabulkan harapan Ida Faridha (54) warga Kawarang untuk mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku telah menelusuri keberadaan…