INDUSTRY.co.id - KUDUS – Momentum Hari Jadi Ke-477 Kabupaten Kudus membawa kebahagiaan bagi ratusan keluarga berpenghasilan rendah. PT Djarum bersama Polytron merampungkan renovasi dan pembangunan ulang 164 rumah melalui Program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) Tahap Kedua.
Bantuan dengan total nilai mencapai Rp11,4 miliar tersebut diserahkan secara simbolis di Pendopo Kabupaten Kudus pada 21 September 2026. Program ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan kedua perusahaan dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
Pada tahap kedua, PT Djarum mendukung pembangunan 109 rumah, sedangkan PT Hartono Istana Teknologi atau Polytron menangani 55 rumah. Seluruh hunian tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Kudus.
Rinciannya meliputi sembilan rumah di Kecamatan Bae, 28 rumah di Dawe, 16 rumah di Jati, 22 rumah di Jekulo, 15 rumah di Kaliwungu, 43 rumah di Gebog, 20 rumah di Undaan, serta 11 rumah di Mejobo.
Setiap rumah memperoleh bantuan sekitar Rp70 juta. Pembangunan dilakukan dengan memperhatikan standar keamanan, kenyamanan, kesehatan, sanitasi, pencahayaan, dan sirkulasi udara.
Rumah Baru Jadi Titik Balik Keluarga Mariyanto
Kebahagiaan dirasakan Mariyanto, penerima manfaat RSLH asal Dukuh Padurenan, Kecamatan Gebog. Teknisi servis elektronik tersebut sebelumnya tinggal bersama istri dan anaknya di rumah sederhana yang hanya memiliki satu kamar.
Dengan penghasilan yang tidak menentu, Mariyanto kesulitan memperbaiki hunian yang kondisinya telah mengalami kerusakan cukup parah. Kayu penyangga rumah mulai lapuk, atap kerap bocor karena banyak genteng pecah, dinding masih terbuat dari anyaman bambu, dan lantainya berupa tanah.
Mariyanto mengaku kerap mendapat pertanyaan dari anaknya mengenai kapan mereka bisa memiliki rumah sebagus milik para tetangga. Kini, pertanyaan itu telah terjawab setelah rumah mereka dibangun ulang melalui Program RSLH.
“Kapan ya, Pak, rumah kita bagus seperti punya tetangga? Itu yang sering ditanyakan anak saya. Saya bilang nanti kalau ada rezeki. Alhamdulillah, sekarang rumah kami sudah sangat nyaman untuk ditempati,” ujar Mariyanto.
Rumah baru tersebut kini memiliki dua kamar tidur dan kamar mandi yang lebih layak. Perubahan kondisi hunian juga membuat keluarganya dapat belajar serta beribadah dengan lebih nyaman.
“Kami sangat bahagia. Anak dan istri kini lebih rajin belajar dan dapat beribadah dengan nyaman. Semoga Program RSLH terus berjalan sehingga semakin banyak warga yang membutuhkan dapat terbantu dan menata hidup menjadi lebih baik,” katanya.

Bupati Kudus Apresiasi Kolaborasi Pemerintah dan Swasta
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengapresiasi kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah Kabupaten Kudus, PT Djarum, dan Polytron. Menurutnya, sinergi tersebut merupakan bentuk nyata semangat gotong royong dalam membangun daerah.
Program RSLH juga dinilai mampu membantu masyarakat memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan sehat sehingga dapat menjalani kehidupan dengan lebih produktif.
“Pada momentum HUT Ke-477 Kabupaten Kudus ini, kami atas nama Pemerintah Kabupaten Kudus berterima kasih kepada PT Djarum dan Polytron atas kepeduliannya dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Sam’ani.
Ia turut menyinggung slogan “Urup-urupi” yang memiliki makna mendalam dalam bahasa Jawa, yakni memberi manfaat, semangat, dan kehidupan kepada sesama.
“Sesuai dengan slogan tersebut, semoga PT Djarum dan Polytron semakin maju dan selalu membantu masyarakat, baik di Kudus maupun daerah lainnya, melalui berbagai program yang bermanfaat,” lanjutnya.
General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, menjelaskan bahwa Program RSLH merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sepanjang 2026, PT Djarum dan Polytron menargetkan pembangunan 400 rumah di Kabupaten Kudus. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap untuk mendukung upaya pemerintah daerah menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Melalui Program RSLH, kami ingin berkontribusi nyata dalam meningkatkan taraf kehidupan masyarakat, khususnya di Kabupaten Kudus,” kata Budiharto.
Menurutnya, persoalan tempat tinggal yang tidak layak sering kali menjadi beban besar bagi keluarga. Setelah persoalan tersebut diselesaikan, penerima manfaat diharapkan dapat lebih fokus bekerja, meningkatkan produktivitas, dan memperbaiki kondisi sosial ekonominya.
Setiap rumah dibangun berdasarkan tiga aspek utama. Aspek tersebut mencakup keamanan melalui bangunan yang kokoh dan tahan lama, kenyamanan penghuni, serta kesehatan yang didukung fasilitas sanitasi, pencahayaan, dan sirkulasi udara memadai.
Penerima Manfaat Tak Perlu Mengeluarkan Biaya
Pelaksanaan Program RSLH melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Prosesnya diawali dengan pendataan dan pengajuan calon penerima oleh pemerintah, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi agar bantuan tepat sasaran.
Masyarakat sekitar juga ikut terlibat selama proses pembangunan. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan penerima manfaat.
Budiharto menegaskan Program RSLH menerapkan intervensi penuh. Artinya, penerima manfaat tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembangunan ulang rumah.
“Rumah yang kami bangun ulang merupakan rumah dengan kategori rusak parah dan penerima manfaatnya tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki. Di sinilah peran pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sangat diperlukan,” jelasnya.
Head of Culture Development Polytron, David Setyadi Rahardjo, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam Program RSLH 2026 didorong oleh keinginan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar wilayah operasional.
Polytron memiliki dua pabrik di Kabupaten Kudus. Karena itu, perusahaan merasa memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Sebagai perusahaan yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Kudus, kami ingin terus berkontribusi bagi masyarakat melalui program yang memberikan dampak langsung, khususnya terhadap kemajuan dan pertumbuhan ekonomi,” ujar David.
Ia berharap Program RSLH tidak hanya menjadi kegiatan perbaikan hunian. Rumah yang lebih sehat dan nyaman diharapkan menjadi langkah awal bagi penerima manfaat untuk menata kehidupan keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan.
Sepanjang 2026, PT Djarum dan Polytron menargetkan realisasi 492 rumah melalui Program RSLH di sejumlah kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Wilayah tersebut mencakup Kudus, Brebes, Wonogiri, Rembang, Pati, Kabupaten Semarang, dan Temanggung.