INDUSTRY.co.id - TANGERANG – Nusantara Livestock & Poultry Expo (NLP Expo) 2026 dan Indonesia Agriculture Technology Expo (INDOGRITECH Expo) 2026 resmi dibuka di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Rabu (4/11/2026). Kedua pameran ini menjadi ajang untuk mendorong modernisasi sektor pertanian dan peternakan nasional melalui inovasi teknologi, kolaborasi lintas sektor, serta pengembangan peluang bisnis berkelanjutan.

Mengusung tema “Shaping a Resilient Food Estate for Indonesia”, pameran yang diselenggarakan Debindo Group ini berlangsung selama empat hari, pada 4–7 November 2026. Bertempat di Hall 5 ICE BSD City dengan luas area mencapai 5.000 meter persegi, NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 menargetkan lebih dari 100 merek nasional dan multinasional serta 20.000 pengunjung dari berbagai segmen industri.

Direktur PT Debindo Global Expo Rafidi Iqra Muhammad mengatakan penyelenggaraan pameran ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat ekosistem pertanian dan peternakan Indonesia di tengah berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, dinamika pasar, hingga tuntutan peningkatan produktivitas dan keberlanjutan pasokan pangan.

Pembukaan kedua pameran turut dihadiri Ketua DPD HKTI Banten Andra Soni serta Ketua Umum DPN HKTI Dr. Sudaryono. Dalam sambutannya, Sudaryono menekankan pentingnya memastikan transformasi sektor pertanian dan peternakan berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan petani dan peternak.

“Penguatan sektor pertanian dan peternakan harus berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan para pelakunya. Kita ingin petani dan peternak mendapatkan manfaat nyata dari setiap kebijakan yang dijalankan,” ujar Sudaryono.

Ia berharap kegiatan seperti NLP Expo dan INDOGRITECH Expo dapat memperluas kolaborasi serta mempercepat adopsi teknologi untuk mendorong kemajuan sektor pertanian dan peternakan Indonesia.

Perkuat Ketahanan Pangan

Selain menjadi ajang promosi produk dan teknologi, NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 diarahkan untuk memperkuat konektivitas antara pemerintah, sektor swasta, peneliti, petani, peternak, dan pelaku industri.

Berbagai solusi yang ditampilkan mencakup modernisasi praktik budidaya, penerapan teknologi pertanian cerdas (smart farming), penguatan biosekuriti, hingga pengembangan sistem produksi berkelanjutan yang berorientasi pada peluang ekspor.

Penyelenggara juga menghadirkan Nusantara AgriFuture Summit sebagai forum diskusi untuk membahas pengembangan sektor pertanian dan peternakan. Mengangkat tema “Circular Agriculture: Unlocking the Potential of Land and Livestock”, forum ini membahas potensi penerapan ekonomi sirkular dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan sumber daya peternakan.

Diskusi tersebut menghadirkan Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen PKH Dr. drh. Makmun, M.Sc., Executive Director Asosiasi Biochar Indonesia Internasional (ABII) Phil Rickard, serta Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Litbang dan Kajian Strategis DPN HKTI Prof. Bayu Dwi Apri Nugroho.

Dorong Adopsi Teknologi dan Hilirisasi

Untuk memperluas pengalaman pengunjung, penyelenggara turut menghadirkan NusaFarm, area pertanian berbasis pengalaman yang menampilkan konsep pertanian cerdas melalui demonstrasi teknologi dan aktivitas interaktif.

Kehadiran NusaFarm diharapkan dapat mempertemukan penyedia teknologi dengan calon pengguna, sekaligus memberikan gambaran langsung mengenai penerapan teknologi pertanian modern bagi pelaku bisnis maupun masyarakat umum.

Sejumlah agenda pendukung juga disiapkan untuk memperluas peluang kemitraan dan pertukaran pengetahuan. IPB Stakeholder Forum 2026 yang berlangsung pada 4 November mengangkat tema “Meneguhkan Kemandirian, Menginspirasi Masa Depan” dengan fokus pada penguatan kolaborasi dalam sektor pertanian dan peternakan.

Pada 5 November, agenda HILIRIZE! bertajuk “Co-op the Future, Create the Value!” akan membahas peluang hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk peternakan Indonesia.

Sementara itu, Indonesia Agri-Future Forum 2026 yang digelar pada 6 November melalui kolaborasi HKTI dan Pemuda Tani Indonesia akan membahas digitalisasi pertanian serta penguatan resiliensi pekerja migran terampil dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan.

Perluas Akses Petani dan Pelaku Usaha Daerah

NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 juga menargetkan perluasan partisipasi gabungan kelompok tani (Gapoktan), perusahaan pertanian dan peternakan, serta pemangku kepentingan daerah.

Melalui pendekatan business-to-business (B2B) dan business-to-government (B2G), pameran ini diharapkan membuka akses petani dan peternak terhadap teknologi modern, jaringan industri, serta peluang investasi dan kemitraan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat modernisasi pertanian di berbagai daerah sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal dalam memperkuat rantai pasok pangan nasional.

Pada penyelenggaraan 2025, NLP Expo dan INDOGRITECH Expo mencatat 7.814 pengunjung selama empat hari, dengan partisipasi lebih dari 70 merek nasional dan multinasional. Sebanyak 82% pengunjung tercatat merupakan pengambil keputusan.

Capaian tersebut menjadi pijakan bagi penyelenggara untuk meningkatkan skala pameran pada 2026, dengan target lebih dari 100 merek peserta dan 20.000 pengunjung potensial.

Melalui penyelenggaraan ini, NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 diharapkan menjadi katalis bagi penguatan ekosistem pertanian dan peternakan nasional, sekaligus mendorong terciptanya sistem pangan yang lebih produktif, tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.