Industry.co.id - Banyak cerita Sakura School Simulator selalu menempatkan tokohnya berlari dari satu lokasi ke lokasi lain. Padahal satu ruangan kecil bisa menghasilkan konten yang tidak kalah menarik: podcast sekolah. Dua murid duduk berhadapan, membahas rumor kelas, dan seorang teman datang membawa fakta yang mengubah arah percakapan.
Studio podcast dalam panduan ini adalah set buatan pemain. Tidak ada klaim bahwa game menyediakan sistem siaran langsung, perekaman mikrofon profesional, atau penghasilan dari podcast secara otomatis. Kalian mengatur meja, kursi, properti, dan dialog, kemudian merekam permainan serta menyunting suara dengan alat yang tersedia di ponsel.
Highlights
- Studio podcast adalah konsep roleplay buatan pemain.
- Titik fokus visualnya dua pembicara dan satu meja.
- Suara dialog bisa ditambahkan ketika penyuntingan, bukan harus direkam langsung dari NPC.
- Gunakan dekorasi secukupnya agar wajah tetap terlihat.
Jawaban cepat: Gunakan tempat yang sederhana, buat fungsi setiap area mudah dikenali, dan bedakan konsep roleplay dari fitur resmi game.
Ruang kecil bisa lebih bagus dari gedung besar
Podcast yang menarik biasanya membuat penonton memperhatikan pembicara. Karena itu, bangunan besar justru dapat mengalihkan perhatian dan menambah beban perangkat tanpa manfaat jelas. Pilih ruangan kecil, dinding yang tidak terlalu ramai, dan dua posisi duduk yang mudah dibedakan.
Sisakan ruang kamera di depan meja. Jangan mendekatkan kursi ke tembok sampai sudut gambar hanya menampilkan punggung tokoh. Jika satu kamera sulit memperlihatkan keduanya, atur pengambilan bergantian.
Dekorasi di belakang dapat berupa rak sederhana, papan sekolah, atau benda visual yang memang ada dalam versi kalian. Hindari mengarang mikrofon fungsional bila yang tersedia hanya objek dekorasi.
Menentukan peran host dan tamu
Buat perbedaan yang jelas antara pembawa acara dan narasumber. Host bertugas membuka topik dan mengajukan pertanyaan, sedangkan tamu memberikan pengalaman atau pendapat. Struktur itu membantu dialog tidak terdengar seperti dua orang membaca kalimat panjang tanpa arah.
Untuk percobaan pertama, pilih topik ringan: kantin sekolah, klub olahraga, atau pengalaman menjadi murid pindahan. Topik yang dikenali penonton memudahkan kalian menulis adegan lucu tanpa menambah karakter atau lokasi.
Sisakan momen reaksi. Satu kalimat mengejutkan akan terasa lebih kuat jika kamera sempat menampilkan ekspresi pembawa acara sebelum dialog berikutnya dimulai.
Menata kursi agar kamera mudah berpindah
Kursi saling berhadapan terlihat alami bagi pemain, tetapi kamera sering kesulitan mengambil kedua wajah sekaligus. Coba susun kursi sedikit menyerong ke arah kamera utama, bukan sepenuhnya saling membelakangi.
Letakkan meja cukup rendah secara visual agar tubuh dan wajah tetap terlihat. Jika tangan terpotong meja, tidak perlu mengubah seluruh ruang; geser sudut pengambilan atau tinggi posisi kamera.
Uji satu shot lebar dan dua shot dekat. Dengan tiga jenis pengambilan itu, satu percakapan sederhana bisa terasa lebih hidup saat disunting.
Baca Juga: Cara Membuat Drama dan Film Pendek di Sakura School Simulator
Menulis pertanyaan yang terasa seperti obrolan
Hindari pertanyaan terlalu panjang. Misalnya, daripada host bertanya lima hal sekaligus tentang kehidupan sekolah, gunakan “Apa hal pertama yang bikin kamu kaget saat masuk kelas ini?” Jawabannya bisa diikuti pertanyaan lain secara natural.
Biarkan karakter punya perbedaan pendapat kecil. Tamu mungkin menganggap guru tertentu sangat disiplin, sedangkan host melihatnya sebagai orang yang perhatian. Ketegangan ringan itu memberi alasan bagi percakapan untuk terus bergerak.
Penting untuk menandai bahwa kata-kata tersebut adalah naskah buatan pemain. Game tidak otomatis menghasilkan dialog podcast sesuai cerita yang ditulis.
Mengatur suara dan subtitle
Rekam video permainan lebih dahulu, kemudian tambah narasi suara jika tidak ingin mengandalkan dialog bawaan NPC. Pastikan volume suara stabil sehingga satu tokoh tidak jauh lebih keras dari tokoh lain.
Subtitle perlu cukup singkat untuk dibaca ketika video diputar di layar HP. Hindari menampilkan satu paragraf panjang hanya dalam dua detik. Potong kalimat menjadi bagian yang mengikuti ritme bicara.
Jika memakai efek suara tepuk tangan atau musik pembuka, gunakan audio yang memiliki izin pemakaian. Konten roleplay yang orisinal tetap bisa terkena masalah apabila suara dari pihak lain digunakan tanpa izin.
Contoh episode lima menit
Menit pertama: host memperkenalkan murid pindahan yang terkenal pendiam. Menit kedua: tamu menceritakan kesulitan beradaptasi dan salah masuk kelas. Menit ketiga: host menunjukkan foto kelas yang membuat tamu terkejut.
Menit keempat: mereka membahas bagaimana teman sekelas membantu memperbaiki keadaan. Menit kelima: tamu memberi nasihat sederhana untuk siswa baru, lalu acara ditutup dengan lelucon ringan.
Kisah itu berjalan hanya dengan dua orang dan satu set. Pengembangan cerita datang dari pertanyaan, reaksi, dan urutan informasi, bukan dari biaya dekorasi atau klaim fitur baru.
Enam situasi yang sering membuat pemain bingung
Rancangan yang bagus di kertas belum tentu langsung cocok ketika dicoba di dalam game. Enam skenario berikut menunjukkan perubahan kecil yang biasanya lebih masuk akal daripada menambah bangunan atau karakter.
1. Ruang podcast terlihat seperti meja makan
Beri identitas visual sederhana melalui latar dan teks judul acara saat editing video.
Uji ide ini dalam satu adegan pendek sebelum memperluas dekorasi. Bila penonton sudah dapat memahami siapa yang sedang melakukan apa, fungsi ruang sebenarnya sudah terbentuk. Detail tambahan hanyalah pelengkap, bukan syarat cerita bisa berjalan.
2. Wajah pembicara tidak terlihat bersamaan
Gunakan satu shot lebar sebagai orientasi lalu shot dekat terpisah untuk dialog.
Ambil gambar dari tinggi karakter terlebih dahulu, bukan hanya sudut kamera atas. Apa yang terlihat rapi dari jauh bisa membingungkan saat tokoh berjalan dan berdialog. Perubahan sudut kecil sering menghemat banyak pekerjaan dekorasi.
3. Tidak ada item mikrofon dalam daftar objek
Pakai dekorasi pengganti bila cocok atau hilangkan sama sekali. Jangan menyebut dekorasi sebagai mikrofon fungsional.
Untuk video pendek, catat shot pembuka, shot interaksi, dan shot penutup. Urutan yang jelas membantu hasil terasa seperti cerita, bukan pameran Props. Kalian tetap bisa menambah ornamen setelah tiga adegan dasar bekerja dengan baik.
4. Dialog terasa kaku
Tulis satu pertanyaan pendek, satu jawaban, dan satu reaksi per giliran. Beri jeda sebelum mengganti tokoh.
Uji ide ini dalam satu adegan pendek sebelum memperluas dekorasi. Bila penonton sudah dapat memahami siapa yang sedang melakukan apa, fungsi ruang sebenarnya sudah terbentuk. Detail tambahan hanyalah pelengkap, bukan syarat cerita bisa berjalan.
5. Hasil video terlalu panjang
Hapus pengulangan, fokus pada satu cerita, dan tampilkan kesimpulan sebelum penonton kehilangan konteks.
Ambil gambar dari tinggi karakter terlebih dahulu, bukan hanya sudut kamera atas. Apa yang terlihat rapi dari jauh bisa membingungkan saat tokoh berjalan dan berdialog. Perubahan sudut kecil sering menghemat banyak pekerjaan dekorasi.
6. Game lag ketika rekaman layar aktif
Kurangi detail set, tutup aplikasi lain, dan rekam beberapa potongan pendek daripada satu sesi panjang.
Untuk video pendek, catat shot pembuka, shot interaksi, dan shot penutup. Urutan yang jelas membantu hasil terasa seperti cerita, bukan pameran Props. Kalian tetap bisa menambah ornamen setelah tiga adegan dasar bekerja dengan baik.
Rencana praktik 30 menit yang bisa diulang
- Menit 0–5: pilih lokasi. Cari area yang cocok untuk fungsi ruang, bukan sekadar area paling luas di peta.
- Menit 5–10: pasang struktur utama. Tempatkan satu atau dua objek yang langsung memperlihatkan apa kegiatan di lokasi tersebut.
- Menit 10–17: tentukan jalur tokoh. Uji pintu masuk, posisi berdiri, dan tempat karakter perlu berinteraksi.
- Menit 17–23: atur kamera. Coba shot pembuka serta dua shot dialog dari sisi yang berbeda.
- Menit 23–27: uji adegan. Jalankan cerita sederhana tanpa terlalu banyak karakter atau perpindahan.
- Menit 27–30: simpan set. Periksa hasil, simpan kreasi, dan tulis satu perbaikan terpenting untuk sesi berikutnya.
Durasi 30 menit di atas hanyalah rancangan latihan, bukan hitungan waktu otomatis dalam permainan. Kalian boleh memperpendek atau memperpanjang setiap tahap sesuai tingkat kesulitan dan kemampuan perangkat. Yang penting, pekerjaan dilakukan dalam urutan yang mudah dievaluasi.
Daftar periksa sebelum menganggap pekerjaan selesai
- Tujuan utama sudah terlihat jelas, bukan hanya tersirat dalam judul.
- Versi game dan kondisi awal sudah diperiksa sebelum mengikuti tutorial lama.
- Langkah yang dicoba bisa dijelaskan ulang tanpa harus menebak-nebak.
- Objek atau karakter yang tidak tersedia tidak diperlakukan sebagai fitur resmi.
- Progres atau desain penting sudah disimpan dengan cara yang aman.
- Jika direkam, bagian pembuka dan hasil akhir sama-sama mudah dibaca penonton.
Baca Juga: Tutorial Membangun Rumah Impian dengan Props ID
Podcast memerlukan satu topik yang jelas
Banyak video talk show pemula gagal bukan karena setnya kurang bagus, melainkan karena pembawa acara mengajak tamu membahas terlalu banyak hal. Dalam lima menit, topik tentang murid pindahan, kegiatan klub, atau pengalaman pertama menjadi ketua kelas sudah cukup. Penonton membutuhkan alasan untuk terus mendengar, bukan daftar pertanyaan yang tidak berhubungan.
Mulailah dengan satu kalimat pembuka yang terasa dekat: “Katanya kamu hampir tidak jadi masuk sekolah ini, benar?” Pertanyaan itu memunculkan rasa ingin tahu. Tamu lalu menjawab dengan pengalaman singkat. Setelah itu host dapat menanggapi jawaban, bukan langsung pindah ke topik lain. Kesan natural datang dari hubungan antar kalimat, bukan dari banyaknya kata.
Tulis bagian akhir sebelum merekam. Apakah pendengar diharapkan merasa terhibur, memahami sisi lain seorang tokoh, atau mendapat jawaban atas rumor? Tujuan tersebut membantu menentukan pertanyaan yang perlu dipertahankan saat editing.
Pilihan framing untuk dua pembicara
Di studio mini, kalian biasanya punya tiga komposisi yang berguna. Wide shot memperlihatkan dua tokoh dan set. Medium shot menampilkan satu pembicara saat menjawab. Shot reaksi memperlihatkan lawan bicara yang tertawa, bingung, atau terdiam. Pergantian itu bisa membuat percakapan terasa hidup meski karakter relatif jarang bergerak.
Sebelum merekam, pastikan garis pandang antar tokoh masih masuk akal. Jika kedua kursi menghadap jauh dari satu sama lain, percakapan mungkin terlihat seperti dua orang berbicara ke tembok. Posisi sedikit menyerong sering memudahkan kamera mengambil muka keduanya sekaligus.
Jangan gunakan perpindahan kamera di setiap kata. Biarkan shot bertahan cukup lama sampai satu gagasan selesai. Potongan terlalu sering justru membuat penonton lelah. Kalian bisa menyimpan pergantian sudut untuk jawaban penting, kejutan, atau bagian ketika pembicara mulai menanggapi lawannya.
Mengolah audio agar dialog tidak terdengar jauh
Kualitas podcast sangat bergantung pada suara. Jika video direkam dari layar game lalu diberi narasi terpisah, pastikan efek permainan tidak menutupi percakapan. Kurangi musik latar ketika dialog dimulai, kemudian naikkan sedikit pada jeda yang memang memerlukan suasana. Ini pekerjaan dalam editor video, bukan fitur audio studio khusus Sakura School Simulator.
Perbedaan volume antara host dan tamu dapat membuat pendengar harus terus mengatur speaker. Coba dengarkan hasilnya memakai headphone dan speaker HP. Bila salah satu tokoh terdengar lebih pelan, sesuaikan sumber rekamannya sebelum menambah efek. Pengaturan sederhana lebih penting daripada memasang suara gema yang justru mengaburkan kata-kata.
Subtitle sebaiknya mengikuti ritme bicara. Hindari memasukkan seluruh jawaban tamu menjadi satu baris panjang. Potong pada jeda alami, gunakan ejaan yang konsisten, dan jangan membuat teks menutupi wajah tokoh.
Menciptakan perbedaan karakter lewat dialog
Dua tokoh akan terasa sama jika keduanya selalu berbicara dengan panjang kalimat dan pilihan kata yang identik. Host bisa bersikap santai dan banyak bertanya, sementara tamu lebih berhati-hati memilih jawaban. Pada episode lain, peran itu dapat dibalik. Perbedaan kecil cukup untuk membuat penonton mengenali karakter tanpa narasi tambahan.
Untuk komedi, biarkan satu tokoh salah memahami pernyataan, lalu diberi klarifikasi. Untuk drama, berikan jeda setelah jawaban sulit. Untuk podcast informasi sekolah, gunakan struktur pertanyaan-latar belakang-solusi. Dengan tiga pendekatan itu, ruang podcast yang sama dapat menghasilkan nuansa yang berbeda.
Jangan membuat setiap pertanyaan memiliki jawaban sempurna. Percakapan terasa lebih wajar ketika tokoh sesekali ragu, mengingat kembali kejadian, atau meminta pertanyaan diulang. Namun tetap jaga alur agar ragu-ragu tersebut tidak berubah menjadi video yang lambat dan berputar-putar.
Memecah satu sesi menjadi beberapa klip
Setelah selesai merekam, kalian tidak harus menerbitkan seluruh percakapan sekaligus. Temukan satu bagian yang berdiri sendiri, misalnya cerita saat murid salah masuk kelas. Potongan itu dapat menjadi video pendek dengan judul jelas. Video utama tetap menyimpan konteks lengkap. Pendekatan ini memanfaatkan satu sesi produksi tanpa harus mengulang dekorasi.
Pastikan klip pendek tidak mengubah makna dialog. Jika tamu mengatakan “Saya kira guru marah, tetapi ternyata hanya bercanda”, jangan memotong kalimat terakhir sehingga video seolah membuktikan guru benar-benar marah. Potongan yang menarik tetap perlu setia pada cerita asli yang kalian rancang.
Simpan naskah, rekaman mentah, dan versi edit secara terpisah. Proyek yang rapi memudahkan revisi subtitle, penggantian thumbnail, dan pembuatan episode lanjutan. Kualitas studio bukan cuma soal tampilan meja dan kursi, tetapi juga cara kalian mengelola bahan cerita.
Menyiapkan rundown sebelum menghidupkan kamera
Rundown membantu obrolan terasa terarah tanpa membuat tokoh terdengar sedang membaca naskah kaku. Bagi satu episode menjadi pembukaan, pengenalan tamu, cerita utama, dan penutup. Tidak perlu menuliskan setiap kata jika kalian lebih nyaman berimprovisasi. Cukup siapkan pertanyaan inti dan poin informasi yang harus muncul.
Untuk acara bertema sekolah, pembukaan dapat memakai satu kejadian yang membuat penonton penasaran. Misalnya host berkata, “Ternyata murid paling pendiam justru pernah menjadi ketua festival.” Tamu lalu diberi kesempatan menjelaskan latar belakangnya. Fokus pada satu informasi yang berkembang, bukan daftar pertanyaan yang berpindah tanpa hubungan.
Saat mengedit, perhatikan bagian yang tidak menambah apa-apa. Jika dua pertanyaan menghasilkan jawaban serupa, salah satunya bisa dihapus. Memangkas percakapan bukan berarti membuatnya tidak natural; justru memberi ruang bagi momen paling menarik untuk terdengar jelas.
Menggunakan B-roll tanpa harus membangun lokasi baru
Podcast video bisa terasa monoton jika kamera hanya menghadap dua orang duduk. Untuk memberi variasi, kalian dapat menambahkan potongan gambar kegiatan yang sedang dibahas. Jika tamu menceritakan kesalahan masuk kelas, tampilkan beberapa detik lorong sekolah. Jika ia membahas festival, gunakan shot dekorasi yang memang sudah tersedia dalam game. Potongan itu membantu penonton membayangkan kejadian tanpa memindahkan keseluruhan set podcast.
Jangan mengubah B-roll menjadi bukti yang menyesatkan. Bila gambar adalah rekonstruksi cerita, perlakukan sebagai ilustrasi. Misalnya, penonton tidak perlu diberi kesan bahwa game memiliki cutscene resmi tentang peristiwa yang sebenarnya kalian tulis sendiri. Konsistensi antara narasi dan gambar lebih penting daripada efek kamera yang dramatis.
Simpan beberapa shot cadangan berupa pintu ruang podcast, meja dari samping, dan papan sekolah. Gambar sederhana tersebut bisa dipakai ulang pada episode lain. Namun jangan menambah shot hanya demi memperpanjang durasi. Setiap gambar sebaiknya memperjelas siapa yang berbicara atau apa yang sedang dibahas.
Cara menulis percakapan yang terdengar spontan
Teks podcast yang terlalu sempurna kadang justru terdengar tidak seperti obrolan. Beri tokoh kesempatan bertanya balik, mengingat kejadian, atau mengoreksi detail kecil. Contohnya, host bertanya siapa yang pertama kali mengajaknya bergabung dengan klub. Tamu menjawab satu nama, lalu menyadari ada teman lain yang sebenarnya membantu lebih dulu. Perubahan kecil seperti ini memberi warna tanpa menghilangkan arah.
Hindari reaksi berlebihan pada setiap kalimat. Tidak semua jawaban harus disambut teriakan atau efek suara. Terkadang jeda dua detik lebih efektif. Kamera dapat menyorot host yang terdiam sebelum ia mengajukan pertanyaan berikutnya. Ritme semacam ini membuat percakapan punya ruang bernapas.
Pastikan naskah tetap punya akhir yang jelas. Tamu boleh memberi satu nasihat singkat, host merangkum pelajaran, lalu acara ditutup. Jangan membuka topik baru pada menit terakhir yang tidak sempat dijelaskan.
Membuat identitas visual acara
Studio mini akan lebih mudah dikenali jika memakai nama, susunan meja, dan sudut kamera yang konsisten. Kalian bisa membuat judul program melalui aplikasi edit video lalu menempatkannya sebagai opening singkat. Tidak perlu mencari item neon sign yang mungkin tidak tersedia. Identitas acara datang dari pengulangan elemen visual yang sederhana.
Pilih satu warna aksen untuk thumbnail dan satu gaya tulisan yang sama di setiap episode. Saat episode baru terbit, penonton dapat mengenali bahwa video itu bagian dari seri yang sama. Namun jangan membuat gambar terlalu ramai. Ekspresi pembicara dan topik episode harus tetap terlihat meski thumbnail ditampilkan kecil.
Buat arsip set dan file editing. Di dalam game, simpan susunan Props. Di perangkat, simpan narasi, subtitle, gambar thumbnail, dan rekaman mentah. Saat harus memperbaiki satu kalimat, kalian tidak perlu merekam semua adegan lagi.
Mengukur apakah episode sudah cukup menarik
Tonton hasil video tanpa melihat naskah. Dalam tiga puluh detik pertama, apakah jelas siapa tamunya dan masalah apa yang akan dibicarakan? Di pertengahan, apakah ada informasi baru? Pada akhir, apakah pertanyaan pembuka mendapat jawaban? Ketiga hal tersebut lebih berguna untuk menilai kualitas daripada banyaknya efek atau properti.
Jika video terasa lambat, periksa bagian yang terlalu lama berhenti di kamera yang sama. Jika penonton sulit memahami cerita, mungkin dialog terlalu banyak mengandalkan informasi yang tidak pernah diperlihatkan. Tambahkan satu shot ilustrasi atau kalimat penghubung. Revisi kecil sering lebih efektif daripada merekam ulang semua bagian.
Pada akhirnya, membuat podcast dalam Sakura School Simulator adalah latihan bercerita. Game menyediakan panggung visual, sedangkan kalian menentukan topik, nada, dan ritme. Semakin jelas keputusan tersebut, semakin sedikit kebutuhan mengandalkan dekorasi rumit yang tidak menambah makna.
Menjaga acara tetap terasa seperti kehidupan sekolah
Podcast dalam Sakura School Simulator bisa membahas hal yang dekat dengan penonton: tugas kelompok, klub ekstrakurikuler, pengalaman pindah kelas, atau kesalahan lucu saat upacara. Topik semacam itu membuat narasi terasa lebih natural karena tokohnya memiliki alasan berbicara. Jika setiap episode selalu mengungkap rahasia besar tanpa dasar, penonton mungkin justru sulit mempercayai cerita.
Buat beberapa pertanyaan cadangan yang tidak wajib dipakai. Ketika jawaban tamu sudah menarik, lanjutkan dengan pertanyaan yang berhubungan. Ketika pembicaraan mulai melebar, host dapat merangkum lalu kembali ke masalah utama. Pola itu membuat dialog lebih dekat dengan percakapan sungguhan daripada daftar pertanyaan yang dibacakan satu per satu.
Jangan terlalu banyak menambahkan tokoh di studio. Dua pembicara dan satu operator fiktif sudah cukup sebagai konsep, bahkan operator tidak harus terlihat di frame. Perhatikan juga kapan adegan harus berakhir. Jika topik sudah dijawab, tutup dengan satu kalimat berkesan ketimbang memanjang-manjangkannya.
Set yang konsisten membantu proses. Namun episode baru tetap memerlukan ide baru dan penyuntingan yang hati-hati. Ruang podcast hanya mempermudah produksi; yang membuat penonton kembali adalah cara karakter bereaksi, bercanda, serta menceritakan kejadian yang terasa masuk akal.
Jika ingin menyiapkan episode berikutnya, simpan tiga ide pertanyaan saat selesai merekam. Catatan spontan sering terasa lebih segar daripada memaksakan topik baru ketika sudah lelah menyunting. Pilih satu ide yang paling dekat dengan pengalaman tokoh, lalu buat opening singkat sebelum memikirkan dekorasi tambahan.
FAQ
Apakah Sakura School Simulator memiliki mode podcast?
Tidak ada mode podcast otomatis yang menjadi dasar panduan ini; studio dibuat sebagai roleplay.
Apakah perlu MOD?
Tidak. Dua karakter, meja, dan latar sudah cukup untuk memulai.
Bagaimana membuat suara percakapan?
Gunakan suara bawaan game bila sesuai, atau tambahkan narasi ketika editing.
Haruskah ada mikrofon?
Tidak. Mikrofon hanyalah penanda visual yang bisa diwakili dekorasi.
Berapa durasi episode yang cocok?
Dua sampai lima menit masuk akal untuk latihan pertama.
Bisa disiarkan langsung dengan teman dari HP lain?
Jangan menyamakan produksi video roleplay dengan multiplayer atau fitur live broadcasting resmi.
Kesimpulan
Cara Membuat Ruang Podcast di Sakura School Simulator tidak harus dimulai dari banyak objek atau set mewah. Dengan rancangan ruang yang sederhana, jalur karakter yang jelas, dan adegan yang punya tujuan, kalian bisa membuat hasil yang nyaman dilihat tanpa MOD. Perlakukan dekorasi sebagai alat bercerita, bukan pengganti cerita itu sendiri.
Catatan editorial: Panduan misi mengacu pada dokumentasi komunitas yang bisa berbeda menurut versi. Proyek dekorasi, aturan tantangan, naskah, dan simulasi kegiatan merupakan ide kreatif pemain, bukan klaim adanya fitur atau hadiah resmi dari pengembang.