Muslimpreneur Dinilai Cocok Bagi Wirausaha Baru Generasi Millenial

Oleh : Ahmad Fadli | Sabtu, 20 April 2019 - 08:01 WIB

Muslimpreneur Dinilai Cocok Bagi Wirausaha Baru Generasi Millenial
Muslimpreneur Dinilai Cocok Bagi Wirausaha Baru Generasi Millenial

INDUSTRY.co.id, Jakarta- Muslimpreneur yang merupakan konsep berwirausaha yang Halalan Thayyiban, karena nilai yang dianut adalah perilaku jujur dan amanah sebagaimana perilaku Nabi Muhammad SAW, dinilai  cocok bagi generasi muda khususnya kalangan santri dan mahasiswa.

“Dalam konsep muslimpreneur hubungan yang di bangun itu Hablum minallah, Hablum minan-nas. Hubungannya vertikal (kepada Tuhan) dan horizontal (kepada sesama dan lingkungan). Muslimpreneur adalah soal bagaimana kita bisa berperilaku jujur dalam berbisnis, didukung dengan pemanfaatan teknologi, namun berujung pada humanity,” ujar chairman International Council for Small Business (ICSB) Indonesia, Hermawan Kartajaya, dalam kuliah umum di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa)

Hadir dalam acara itu Wagub Jatim Emil Dardak,  Sekretaris Kemenkop dan UKM Rully Indrawan dan Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS-yayasan yang menaungi Unusa) M. Nuh. 

Hermawan yang juga staf khusus Menkop dan UKM menegaskan,  konsep Muslimpreneur bukanlah konsep.yang eksklusif, namun  justru bersifat inklusif. Hal ini tercermin dari perilaku Nabi Muhammad yang tidak mempekerjakan karyawan berdasarkan latar belakang agama atau ras. 

"Beliau menempatkan pekerja sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, apapun latar belakang mereka. Ada nilai-nilai toleransi di sana, dan ini sifat yang inklusif,” tegasnya.

Ia juga mengatakan, International Council for Small Business (ICSB) Indonesia bekerjasama dengan sejumlah  Universitas, akan  membawa kajian Muslimpreneur ke forum ICSB Internasional.

“ICSB Indonesia bersama akan meriset lebih jauh mengenai konsep Muslimpreneur ini dan akan kami presentasikan konsep kewirausahaan dalam perspektif islam ini di Kairo pada gelaran The 64th Annual ICSB World Congress  and ICSB Academy (16-21 Juni 2019),” kata Hermawan Kartajaya.

Hermawan menilai, ada banyak hal menarik soal bagaimana islam memandang kewirausahaan. “Nabi Muhammad merupakan role model di bidang entrepreneur dan perilaku yang beliau terapkan sejalan dengan konsep Marketing 3.0, ” ujar Hermawan. 

Marketing 3.0  merupakan konsep berbisnis yang berbasis pada human spirit dan mempedulikan People, Planet, dan tanpa mengabaikan Profit.

Siapkan Ekosistem

Sementara itu M. Nuh mengatakan entrepreneur merupakan salah satu bagian dari ekosistem  yang disiapkan NU untuk generasi mendatang khususnya kalangan santri dan mahasiswa di lingkungan NU.

"Enam atau tujuh tahun lalu,  kami berpikir apa yang bisa disiapkan  bagi  mereka yang akan menyandang alumni Unusa, kalau kami siapkan kerudung maka akan cepat habis, maka kami siapkan ekosistem entrepreneur sejak awal," kata mantan Mendikbud ini.

"Dengan entrepreneur itu artinya kan dagang, dan kita harus pandai membaca peluang, dan merealisasikannya. Kalau ndak ada peluang, ya kita ciptakan peluang itu. Makanya kita siapkan ekosistemnya," kata M Nuh. 

Sedangkan Rektor Unusa Ahmad Jazidie mengatakan sebagai perguruan tinggi yang memiliki visi menciptakan generasi wirausaha (entrepreneur) muda, Unusa selalu memberi pembekalan para mahasiswa dari mengenal, menjiwai, hingga mengimplementasikan kewirausahaan. 

Menurut Achmad Jazidie, kekuatan wirausaha di Ponpes sangatlah luar biasa. Maka wajar jika program unggulan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa adalah ‘Satu Pesantren Satu Produk’. Program yang diharapkan dapat menghasilkan produk pesantren modern yang dikelola para santri. 

Guna membantu menciptakan produk wirausaha pesantren yang modern, Ponpes perlu pendampingan institusi. Para santri pelaku entrepreneur perlu pembinaan konsep dan akses pemasaran, teknik pengemasan, strategi harga, hingga penyusunan laporan keuangan. 

Apalagi pemerintah pusat telah menetapkan Program Santripreneur yang menjadikan Ponpes sebagai sumber bibit wirausaha baru dan sentra pertumbuhan sektor industri  mikro, kecil dan menengah. Selama tahun 2014-2015, terdapat 28.961 Ponpes yang tersebar di seluruh Indonesia dengan jumlah santri lebih dari 4 juta orang.

Perkembangan era digital saat ini juga diyakini bakal mendorong para santri menjadi agen perubahan yang strategis dalam membangun bangsa dan perekonomian Indonesia di masa mendatang. Terlebih sampai 10 tahun ke depan, Indonesia akan menikmati bonus demografi atau momentum ketika penduduk didominasi usia produktif (15-64 tahun) yang mencapai 70%. 

Menurut Jazidie, kuliah umum kali ini merupakan kelanjutan sukses 'Festival Entrepreneur Plus' yang digelar Unusa di DBL, pada Maret 2019. Tingginya animo kalangan anak muda menarik perhatian tim ICSB Indonesia. 

“Dari hasil diskusi kuliah umum ini, nanti akan kami sampaikan pada Kongres ICSB di Kairo sekitar bulan Juni-Juli 2019,” katanya. 

Pada kesempatan tersebut juga akan dilakukan penandatanganan kerja sama antara ICSB dengan Unusa sebagai kampus yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan entrepreneur muda di Indonesia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ngabuburit Lois Jeans: “ Coretan untuk sebuah kebaikan”

Minggu, 26 Mei 2019 - 23:59 WIB

Ngabuburit Lois Jeans: “ Coretan untuk sebuah kebaikan”

epat di akhir bulan Mei 2019, Lois Jeans mengadakan acara “LOIS ngARTbuburit”. Sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini acara Ngartbuburit diadakan di basecamp Rumah Harapan Indonesia…

Pesona Square Ramaikan Ramadhan dengan Program “ Blissful Ramadhan ”

Minggu, 26 Mei 2019 - 23:44 WIB

Pesona Square Ramaikan Ramadhan dengan Program “ Blissful Ramadhan ”

Depok 25 Mei 2019, Seluruh umat muslim di dunia menyambut suka-cita datangnya bulan penuh berkah, Ya tentu saja bulan Ramadhan begitu dinanti semua umat islam. Dengan menyambutnya bulan Ramadhan…

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, resmi membuka perhelatan tahunan FESTIVAL JAKARTA GREAT SALE

Minggu, 26 Mei 2019 - 23:20 WIB

FJGS 2019 Resmi Dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta

akarta, 25 Mei 2019 Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, resmi membuka perhelatan tahunan FESTIVAL JAKARTA GREAT SALE yang tahun ini mengangkat tema SHOPPING SPIRIT. Opening Ceremony diadakan…

Fajrin Rasyid, Co-Founder and President Bukalapak disambut hangat oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia yang diwakili oleh Harry Rusmana Irawan, Economic Counsellor Embassy of The Republic of Indonesia.

Minggu, 26 Mei 2019 - 23:04 WIB

Bukalapak Luncurkan BukaGlobal di Malaysia

Masih dalam rangkaian peluncuran inisiatif terbaru Bukalapak, BukaGlobal, yang menghubungkan lebih dari 4 juta pelapak Indonesia dengan regional konsumen di Singapura, Malaysia, Hongkong, Taiwan…

Direksi Mandiri Syariah bersama anak Yatim

Minggu, 26 Mei 2019 - 22:58 WIB

Mandiri Syariah Ajak 1000 Anak Yatim Belanja

Jakarta — PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menyelenggarakan program Sahabat Belanja Yatim dengan mengajak 1000 anak yatim berbelanja pakaian lebaran untuk menyambut Idul Fitri 1440…