INDUSTRY.co.id - Jakarta- Tersedianya 14 hotel berbintang dan 600 hotel non bintang, jalur rel KA double track, keindahan alam dan potensi budaya menjadi factor mendukung sector MICE tumbuh signifikan di kota Purwokerto Banyumas.
Kunjungan 1,8 juta wisatawan ke Kabupaten Banyumas ikut mendukung sector MICE tumbuh subur di Purwokerto. Dukungan sejumlah restoran dan gedung pertemuan yang bisa dimanfaatkan untuk MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition") tersedia banyak pilihan di Purwokerto.
Sekertaris PHRI Kabupaten Banyumas, Heru Permana dalam jumpa awak media di Jakarta Senin (1/3) mengungkapkan optimism tersebut terkait sektor MICE di daerahnya. Berdasarkan data yang ada Kabupaten Banyumas memiliki angka kunjungan tertinggi ketiga setelah Semarang dan Solo dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah
“14 Hotel berbintang, 600 non bintang, sejumlah gedung pertemuan dengan berbagai fasilitas sangat mendukung terselengaranya MICE di sejumlah tempat di kabuppaten Banyumas. Dukungan SDM terus ditingkatkan sehingga penyelenggaraan MICE peroleh rasa puas dan senang, “jelas Heru Permana.
Hotel seerti Aston Imperium, Santika Hotel, Java Hertitage, Nirwana Resort, Queen Garden, Palapa, Queen Valley Resort hanyalah sebagian lokasi yang sering digunakan terselenggaranya MICE di kabupaten Banyumas.
Berbagai upaya terus ditingkatkan oleh Pemda Kabupaten termasuk di dalamnya Dinas Pariwisata dan PHRI untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan MICE diantaranya dengan menyeleggaran sertifiasi seluruh hotel di Kabupaten Banyumas. Sertifikasi tersebut selain menunjang prestasi Banyumas, terutama untuk penyetaraan pelayanan.
“Sehingga tahun 2017 sudah bisa beroperasi sesuai dengan standarisasi yang ditetapkan pemerintah. Proses fasilitasi itu sudah dimulai sejak 2015 lalu. Dari sertifikasi tersebut nantinya kan jelas, mana yang harusnya bintang, mana yang non bintang. Jadi pelayanannya juga harus disesuaikan, termasuk tarifnya,” jelas Heru Permana.
Dikattakan lebih lanjut oleh Heru Permana ada beberapa poin yang harus ditekankan, yaitu penguatan kepengurusan dan kualitas pelayanan, baik hotel dan restoran. Untuk mencapai itu, harus ada sertifikasi baik dari pengelolaan hotel dan restoran, hingga sumber daya manusianya.
“Kendala utama adalah anggaran atau pembiayaan sertifikasi yang dinilai tidak sedikit. Sehingga memang membutuhkan waktu,” jelasnya.
Saat ini ada belasan obyek wisata yang menjadi andalan di Banyumas, baik yang dikelola Pemerintah, Perhutani, swasta maupun kelompok sadar wisata. Obyek wisata itu diantaranya, Baturraden, Museum Wayang, Taman Panglima Soedirman, Taman Andhang Pangrenan, Taman Bale Kemambang, Wisata Husada Kalibacin, Masjid Saka Tunggal, Curug Cipendok, Curug Gede, Curug Ceheng, Small world, dan wisata yang dikelola Palawi seperti Kebun Raya Baturraden, Pancuran Pitu, Bumi Perkemahan dan beberapa obyek wisata lainnya.
Dalam hal infrastruktur Banyumas terus berbenah, diantaranya dengan telah tersedianya jalur rel kereta double track track dari Jakarta ke sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Juga dengan telah diberlakukannya jalan jol dari Jakarta hingga Jawa Tengah.
Hanya jarak tempuh 5 jam dari Jakarta, masyarakat sudah bisa menikmati sejuknya udara dan keindahan alam Banyumas. Cara ideal mencapainya dengan gunakan KA dengan fasilitas rel double track