Indonesia Penghasil Biji Kopi Terbesar Keempat Di Dunia, Pengembangan Industri Pengolahan Kopi Diperlukan

Oleh : Kormen Barus | Sabtu, 06 April 2019 - 14:18 WIB

Kopi Ilustrasi
Kopi Ilustrasi

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Perindusterian Airlangga Hartarto menyambut baik adanya upaya industri makanan dan minuman di Indonesia yang terus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam lokal, salah satunya adalah sektor pengolahan kopi. Langkah hilirisasi ini dinilai membawa efek berantai yang luas bagi perekonomian nasional.

“Contohnya, Mayora, melalui permen Kopiko menjadi produk nomor satu di dunia. Bahkan, Kopiko juga menjadi salah satu kebutuhan astronot di luar angkasa. Selain itu, produk kopi instan Torabika yang juga diminati oleh konsumen mancanegara,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Untuk itu, Airlangga menyatakan, pihaknya terus mendorong diversifikasi produk industri untuk mengisi pasar ekspor. “Kami melihat industri semakin agresif untuk membuka akses pasar baru dan meningkatkan nilai ekspornya. Hal ini seiring komitmen pemerintah menciptakan iklim usaha yang kondusif dan memberikan kemudahan perizinan termasuk prosedur ekspor,” tuturnya.

Di kancah global, ekspor produk kopi olahan nasional terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2016, ekspornya mencapai 145 ribu ton atau senilai USD428 juta, kemudian meningkat hingga 178 ribu tonatau senilai USD487 juta di tahun 2017. Pada 2018, terjadi lonjakan peningkatan ekspor hingga 21,49% atau sebanyak 216 ribu ton dengan peningkatan nilai 19,01% atau mencapai USD580 juta.

Ekspor tersebut didominasi oleh kopi olahan berbentuk instan sebesar 87,9 persen dan sisanya berbasis ekstrak dan essence. Tujuan ekspor utama industri pengolahan kopi nasional, antara lain Filipina, Malaysia, Iran, China dan Uni Emirat Arab.

Airlangga juga menyebutkan, Indonesia merupakan negara penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Hal ini menjadi potensi pengembangan industri pengolahan kopi di dalam negeri.

“Produksi kopi kita sebesar 639.000 ton pada 2017 atau 8 persen dari produksi kopi dunia dengan komposisi 72,84 persen merupakan kopi jenis robusta dan 27,16 persen kopi jenis arabika,” ujarnya. Pada 2017, tercatat ada 101 perusahaan kopi olahan yang meliputi skala besar dan sedang dengan jumlah penyerapan tenaga kerja sebanyak 24 ribu orang dan total kapasitas produksi lebih dari 260 ribu ton per tahun.

Selain itu, Indonesia juga memiliki berbagai jenis kopi specialty yang dikenal di dunia, termasuk Luwak Coffee dengan rasa dan aroma khas sesuai indikasi geografis yang menjadi keunggulan Indonesia.

Hingga saat ini, sudah terdaftar sebanyak 24 indikasi geografis untuk kopi Indonesia, di antaranya Kopi Arabika Gayo, Kopi Arabika Toraja, Kopi Robusta Pupuan Bali, Kopi Arabika Sumatera Koerintji, Kopi Liberika Tungkal Jambi, dan Kopi Liberika Rangsang Meranti.

Dalam rangka meningkatkan kinerja industri pengolahan kopi nasional di tengah menghadapi era globalisasi perdagangan dan pasar bebas, diperlukan upaya strategis guna menggenjot daya saing dan produktivitasnya.

Langkah tersebut, antara lain melalui penggunaan teknologi yang meningkatkan efisiensi dan inovasi, peningkatan kualitas produk dengan penerapan sistem manajemen mutu dan keamanan pangan, serta peningkatan SDM seperti barista, roaster, dan penguji cita rasa atau cupper. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Semen Indonesia berangkatkan haji

Rabu, 24 Juli 2019 - 08:07 WIB

Semen Indonesia Memberangkatkan 192 Jemaah Calon Haji

Gresik – Panitia Persiapan Pemberangkatan Haji (P3H) Semen Indonesia memberangkatkan 192 jemaah calon haji yang tergabung dalam kloter 56 Kabupaten Gresik menuju asrama haji Sukolilo Surabaya.

TP-Link Indonesia Edukasi Kemudahan Teknologi

Rabu, 24 Juli 2019 - 08:00 WIB

TP-Link Indonesia Edukasi Kemudahan Teknologi Lewat Roadshow

Awal 2019 TP-Link meluncurkan beberapa produk cerdas, mulai dari perangkat pendukung internet hingga pengisi daya portable. Sebagai upaya untuk mendekatkan diri dan mengedukasi masyarakat tentang…

SouthCity Penuhi Janji Serah Terima Ruko Tepat Waktu

Rabu, 24 Juli 2019 - 08:00 WIB

SouthCity Penuhi Janji Serah Terima Ruko Tepat Waktu

Pengembang SouthCity Square, PT Setiawan Dwi Tunggal memenuhi janjinya dalam pembangunan rukonya dengan dilaksanakannya serah terima unit ruko SouthCity Square pada hari ini, Selasa (23/7/2019).

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 24 Juli 2019 - 07:47 WIB

Hari Ini IHSG Diwarnai Aksi Jual

Jakarta -Pergerakan IHSG secara teknikal mengkonfirmasi pola dark cloud cover dengan melemah menguji support moving Average 20 hari dan lower bollinger bands. Indikator Stochastic dan RSI pun…

Rabu, 24 Juli 2019 - 07:38 WIB

Dorong Pelestarian Ekosistem Laut, Pertamina Dukung WASI Pecahkan Rekor Dunia Selam

Pemecahan tiga rekor dunia yaitu penyelaman massal bertarget 3000 penyelam, rantai manusia terpanjang di bawah air dan pembentangan bendera terbesar di bawah air.