INDUSTRY.co.id, jakarta - Kendati pendapatan usahanya hanya naik tipis menjadi Rp6,9 triliun pada 2016 dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp6,8 triliun, PT Timah Tbk (TINS) berhasil membukukan lonjakan laba bersih sebesar 148,18 persen menjadi Rp251,9 miliar pada 2016 dibandingkan sebesar Rp101,5 miliar pada 2015.
 
Produsen timah milik pemerintah tersebut mampu menjalankan berbagai efisiensi usaha pada 2016. Itu terlihat dari laporan keuangan 2016 TINS yang sudah diaudit, dimana beban pokok pendapatan yang turun dari Rp6,1 triliun pada 2015 menjadi Rp5,8 triliun pada 2016 mendorong pertumbuhan laba kotor TINS sebesar 58,89 persen menjadi Rp1,09 triliun dari Rp686 miliar.
 
Disamping itu, BUMN timah ini juga menanggung beban administrasi yang meningkat dari Rp515,3 miliar pada 2015 menjadi Rp533,3 miliar pada 2016. Meski demikian, beban penjualan turun dari Rp89,1 miliar menjadi Rp63,7 miliar. Sementara itu, keuntungan investasi turun tajam dari Rp183,3 miliar menjadi tinggal Rp60,7 miliar.
 
Tetapi manajemen TINS dapat mensiasati beban keuangan sehingga dalam laporan keuangan tersebut pos ini tercatat turun dari Rp129,2 miliar menjadi Rp118,2 miliar. Akibatnya, laba sebelum pajaknya melesat 146,82% menjadi Rp414,9 miliar dari Rp168,1 miliar.
 
Sementara itu, total aset TINS per 31 Desember 2016 tercatat Rp9,5 triliun, atau turun tipis dibandingkan sebesar Rp9,2 triliun per 31 Desember 2015. Total utang TINS per 31 Desember 2016 juga turun tipis menjadi Rp3,8 triliun dari Rp3,9 triliun per 31 Desember 2015.***