INDUSTRY.co.id, Jakarta- Mulai tahun ini, pengembangnya yakni PT Pesona Gerbang Karawang, anak usaha dari  PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), mulai menawarkan produk rumah kebun (garden house) kepada para konsumen premium. Tahun ini, APL juga berencana mengembangkan satu kawasan di dekat Grand Taruma, yang dinamakan Taruma City.

Advertisement

Berbeda dengan rumah klaster yang ukuran tanahnya biasanya lebih terbatas dan model rumahnya seragam dalam satu klaster. Konsep rumah kebun yang dijual rata-rata memiliki luas tanah sekitar 300 meter persegi dengan bangunan rumah kecil 38 meter persegi di dalamnya.

“Keuntungan membeli rumah kebun, konsumen selanjutnya dapat leluasa merancang sendiri pengembangan bentuk rumahnya sesuai selera,” ujar Rina Irawan, General Manager Grand Taruma, dalam keterangan persnya kepada INDUSTRY.co.id, Selasa (28/2/2017).

Advertisement

Dengan harga tanah di kawasan sekitar Grand Taruma yang terus melejit naik sejak kehadiran kompleks hunian ini pada tahun 2011, investasi rumah kebun dipandang akan lebih menguntungkan dibanding rumah klaster.

“Dulu sebelum ada Grand Taruma, harga tanah disini sekitar Rp 700 ribu per meter persegi, setelah Agung Podomoro Land masuk harga naik jadi Rp 1,7 juta, kini setelah Grand Taruma semakin mapan harga tanah naik jadi gila-gilaan, rata-rata sekitar Rp 10 juta per meter persegi. Tapi kami akan menjual rumah kebun sekitar Rp 8 juta per meter persegi tergantung lokasi,” ujar Rina Irawan di Jakarta.

Advertisement

Dari 9 klaster perumahan di dalam kawasan Grand Taruma, 8 klaster telah diserahterimakan 1.134 unit rumah tropis dua lantai dalam berbagai tipe, sedangkan 1 klaster yakni klaster Adityawarman akan disediakan untuk segmen rumah kebun sejumlah 31 unit. Lokasi klaster Adityawarman ini berada di bagian depan dari kawasan, sehingga sangat strategis.

Perlu diketahui kompleks perumahan Grand Taruma ini merupakan kawasan perumahan premium. Harga rumah disini antara Rp 1,2 miliar untuk tipe terkecil 69/126 hingga Rp 3,7 miliar untuk tipe 235/300.

Advertisement

“Kini tinggal tersisa 99 unit rumah yang terdiri dari rumah kebun dan rumah Hook beserta 8 unit ruko,” ujar Rina.

Menempati area seluas 48 hektar, Grand Taruma Karawang mengusung konsep hunian hijau, dengan total 40 persen dari kawasan untuk area penghijauan, dan model-model bangunan di dalamnya berupa bangunan tropis modern yang asri, lapang, dan lingkungan sekitar bersih.

Komplek hunian asri ini terletak sekitar 10 menit perjalanan dengan mobil ke pintu tol Karawang Barat dari jalur tol Jakarta – Cikampek.  Hanya perlu sekitar 1,5 – 2 jam perjalanan ke Jakarta lewat jalur tol. Di sekelilingnya ada banyak lokasi kawasan industri di daerah Karawang Barat, komplek hunian Grand Taruma ini banyak diminati para ekspatriat yang bekerja di kawasan-kawasan industri.

“Banyak orang Jepang yang menyewa  rumah-rumah di Grand Taruma. Kalau orang Jepang yang terkenal mempunyai standard tinggi sudah mau masuk, maka teman-temannya ekspatriat Eropa dan Korea juga akan mengikuti,” ujar Rina menambahkan.