Festival Sarung, Kembalikan Nilai Budaya

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 02 Maret 2019 - 16:30 WIB

Festival Sarung 2019 (Foto Dok PoskotaNews)
Festival Sarung 2019 (Foto Dok PoskotaNews)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Hilmar Farid mengatakan mengangkat kembali sarung dalam Festival Sarung Indonesia 2019 adalah salah satu jalan yang dilakukan untuk mengembalikan kebudayaan kita yang sejak lama kurang diperhatikan dengan baik.

Menurut dia dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (1/3/2019), sarung dalam sejarah pergerakan bangsa sudah melewati banyak ragam peristiwa. 

Dulu sempat ada penolakan dari anak pribumi yang bersekolah di STOVIA ketika pihak sekolah mewajibkan mereka mengenakan pakaian tradisional.

Saat itu perspektif yang digunakan adalah kesetaraan dalam menggunakan pakaian antara pribumi dan penjajah.

"Mereka menolak karena ingin berpakaian modern. Kunci pada abad ke-20 adalah perjuangan mendapatkan kesetaraan, untuk menunjukkan kebaruannya. Pernyataan itu paripurna ketika masuk masa kemerdekaan," kata Hilmar saat menjadi pembicara dalam Diskusi Terbuka Sarung Indonesia yang digelar di Kemendikbud RI, Jumat (1/3/2019)

Di era kemerdekaan muncul perspektif baru yaitu konsep berdikari yang menggaungkan semangat maju dan modern dengan cara dan gaya bangsa Indonesia sendiri.

"Kami bisa kejar negara lain tapi dengan cara kita sendiri. Sarung jadi identitas," ucap dia.

Meski demikian, Hilmar juga tak menampik kalau pernah ada suatu masa saat masyarakat Indonesia kembali silau dengan modernitas barat dan tak memiliki daya tahan dalam menghadapinya.

Masa ini membuat masyarakat Indonesia menjadi latah pada hal yang berbau barat dan di waktu yang bersamaan lupa pada akar yang sudah bangsa Indonesia miliki.

"Dan bersamaan dengan itu, dominasi dari sistem global yang ada sekarang makin pesat, pengetahuan lokal kita makin surut sehingga kita kehilangan kemampuan membaca sejarah kita," ucap dia kepada awak media.

Di sisi lain kebudayaan Indonesia juga sudah lama direduksi sehingga hanya menyisakan ekspresi yang parsial dan memposisikannya sebagai dekorasi saja.

Padahal dalam kebudayaan Indonesia termasuk sarung, tersimpan cerita-cerita rakyat yang digambarkan dalam motif-motif yang ada di dalamnya.

"Kain itu ibarat perpustakaan, karena ada cerita, nilai posmologi, sejarah, tapi kemampuan kita membaca hilang dan menyisakan corak dan warna. Jadi kita harus menghidupkan kembali pengetahuan itu," ucap dia.

Walau pun begitu, kembali pada nilai tradisi bukan berarti mengesampingkan inovasi, sehingga perlu juga pemikiran baru yang membuat tradisi semakin maju.

Apalagi saat ini pemerintah juga telah melakukan sejumlah langkah strategis untuk mendukung kebudayaan dan inovasinya seperti lewat UU Pemajuan Kebudayaan dan lembaga seperti Bekraf.

"Tentu kita harus berkembang, tradisi hari ini adalah inovasi masa lalu. Dan mungkin sekarang adalah momen yang tepat untuk membuat inovasi membangun tradisi baru. Ini adalah modal yang luar biasa," kata Hilmar.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Senin, 22 April 2019 - 06:57 WIB

Usai Pemilu Investor Didorong Lirik 10 Saham Pilihan

Jakarta - Mengawali pekan pertama paska perhelatan besar pemilu, kondisi kepastian yang mulai terbentuk akan menjadi salah satu faktor pendorong untuk kembali naiknya IHSG hingga beberapa waktu…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Senin, 22 April 2019 - 06:32 WIB

Awal Pekan IHSG Bertahan di Atas 6500

Jakarta - Pergerakan IHSG secara teknikal cenderung membentuk pola bearish counter attack dengan indikasi kembali mengalami konsolidasi cenderung tertekan diarea level psikologis 6500.

Kapal Ternak (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 22 April 2019 - 05:37 WIB

Kapal Ternak Sebagai Wujud Implementasi Program Tol Laut

Jakarta, Pemerintah telah mencanangkan program Nawa Cita salah satunya dengan menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim dengan implementasi Program Tol Laut yang secara umum dilatarbelakangi…

Sekjen Kementan Syukur Iwantoro di MIA Expo

Senin, 22 April 2019 - 05:28 WIB

MIA Percepat Tumbuhkan Generasi Petani Melenial

Jakarta - Masa depan sektor pertanian sangat bergantung dengan generasi muda Indonesia. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) siap untuk memfasilitasi dan mendukung para agropreneur muda…

Rayakan HUT Perusahaan dan Hari Kartini, Millennials Askrindo Bersama YALISA Gelar OBSC

Minggu, 21 April 2019 - 20:39 WIB

Rayakan HUT Perusahaan dan Hari Kartini, Millennials Askrindo Bersihkan Ciliwung

Jakarta – Millenials Askrindo laksanakan Operasi Bersih Sungai Ciliwung (OBSC) bersama Komunitas Pencinta Ciliwung YALISA dari bentangan Kalibata sampai dengan MT Haryono dalam rangka merayakan…