INDUSTRY.co.id, Jakarta -  Tahun ini, Kementerian Koperasi dan UKM hanya mendapat alokasi anggaran pembangunan dua Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) untuk KUMKM. Padahal, setidaknya 80 daerah telah mengajukan dan mengantre giliran sejak tiga tahun lalu.

"Tapi, karena keterbatasan anggaran, tahun 2017 ini hanya akan dibangun gedung PLUT di dua daerah saja. Yaitu, Kabupaten Anambas (Kepri) dan Kabupaten 50 Kota (Sumbar), dengan masing-masing anggaran Rp3 miliar. Padahal, 80 daerah itu sudah siap semua. Tahun 2018, kita mengajukan usulan agar pembangunan PLUT bisa lebih ditingkatkan, karena PLUT memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat KUMKM",kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharram, di Jakarta, Senin (27/2/2017)

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM Yuana Setyowati mengatakan, PLUT-KUMKM merupakan program strategis Kementerian Koperasi dan UKM yang memiliki peran memberikan layanan pendampingan KUMKM di bidang kelembagaan, akses pembiayaan, SDM, produksi, pemasaran/kemitraan usaha, dan akses IT. 

"Kita telah membangun 49 PLUT-KUMKM di 24 Provinsi dan 25 Kabupaten/Kota dengan jumlah Konsultan Pendamping sebanyak 293 Orang. Dalam melaksanakan perannya, PLUT-KUMKM diharapkan dapat bersinergi dengan K/L dan para pemangku kepentingan, dalam rangka memperluas kerjasama dan sinergi baik dengan lembaga pemerintah maupun non pemerintah, untuk optimalisasi peran dan fungsi PLUT KUMKM", jelas Yuana.

Menurut Yuana, pihaknya juga sudah melakukan kerjasama dengan PT Telkom Tbk dalam Kampung UKM Digital. Saat ini, telah terealisasi di 13 PLUT-KUMKM. Diantaranya, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Subang, Kabupaten Tulungagung‎ (Jawa Timur), Kabupaten Sukabumi, Provinsi Sulawesi Tenggara, Provinsi DI Yogyakarta, Kota Banjarbaru, Provinsi Bangka Belitung, Kabupaten Bulungan (Kalimantan Utara), Provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Gianyar (Bali), Kabupaten Tasikmalaya, ‎dan Kota Batu (JawaTimur).‎

"Pendampingan sentra UKM binaan telah terealisasi 785 UKM yang sudah melakukan transaksi E-Commerce melalui market place www.blanja.com", pungkas Yuana.