Insentif Super Deductible Tax Segera Dapat Dinikmati

Oleh : Ridwan | Rabu, 20 Februari 2019 - 20:10 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Kemenperin)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Kemenperin)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah segera merealisasikan skema pemberian insentif fiskal berupa keringanan pajak untuk industri yang berinvestasi untuk kegiatan vokasi serta kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D). 

Fasilitas yang dinamakan super deductible tax ini merupakan penambahan faktor pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) di atas 100 persen sehingga yang dibayarkan badan usaha semakin kecil.

"Pemerintah sudah melakukan pipeline sejak akhir 2018 dan terus melakukan harmonisasi dengan kementerian terkait, terutama Kementerian Perindustrian," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (19/2).

Menurutnya, apabila harmonisasi tersebut dapat berjalan lancar, tidak menutup kemungkinan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang Super Deductible Tax dapat keluar lebih cepat. Ditargetkan awal Maret 2019 sudah terealisasi. 

"Mungkin saja cukup dalam waktu dua pekan lagi," ungkapnya. 

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, penerapan kebijakan super deductible tax mendukung inisiatif Making Indonesia 4.0. Pemberian fasilitas bagi para pelaku industri ini selain melengkapi insentif fiskal tax allowance dan tax holiday, akan mengakselerasi industri manufaktur nasional agar siap menuju revolusi industri 4.0.

"Kemenperin telah mengusulkan skema keringanan pajak hingga 200 persen untuk industri yang berinvestasi untuk pendidikan vokasi, dan 300 persen bagi yang terlibat dalam kegiatan R&D untuk menciptakan inovasi. Keduanya termasuk dalam strategi prioritas Making Indonesia 4.0," ucapnya.

Simulasi pemberian insentif pajak ini, misalnya perusahaan membangun pusat inovasi (R&D) di Indonesia dengan nilai investasi sebesar Rp1 miliar, pemerintah akan memberikan pengurangan terhadap penghasilan kena pajak Rp3 miliar selama lima tahun kepada perusahaan tersebut. Jadi bentuk pengurangannya, dari biaya litbangnya dikalikan tiga.

Kemudian, apabila perusahaan menjalin kerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk memberikan pelatihan dan pembinaan vokasi serta penyediaan alat industri hingga kegiatan pemagangan dengan menghabiskan biaya Rp1 miliar, pemerintah akan memberikan pengurangan terhadap penghasilan kena pajak sebesar Rp2 miliar kepada perusahaan tersebut.

Insentif super deductible tax diberikan guna mempercepat peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia dalam menyongsong revolusi industri keempat. Untuk bertransformasi ke era industri digital, dibutuhkan reskilling agar SDM di bidang industri mampu berkompetisi. 

Upaya tersebut dilakukan sebagai salah satu strategi guna menangkap peluang bonus demografi yang dialami Indonesia hingga 15 tahun ke depan. Momentum tumbuhnya jumlah angkatan kerja yang produktif ini diyakini bisa menggenjot kinerja dan daya saing industri manufaktur nasional.

Adapun syarat tertentu yang perlu dipenuhi perusahaan apabila ingin mendapat insentif pajak dari kegiatan R&D. Salah satunya, hasil riset yang dilakukan harus berdampak besar pada perekonomian nasional seperti peningkatan daya saing produk, memacu ekspor, dan penyerapan tenaga kerja.

"Oleh karena itu, perusahaan yang mengajukan insentif tersebut bakal dianalisis terlebih dahulu oleh pemerintah. Jadi, harus ada assessment-nya. Tidak serta-merta dari pengakuan mereka, kita berikan insentif," terang Airlangga.

Kemenperin telah menggulirkan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi dalam menuju era industri 4.0. Misalnya, program pendidikan vokasi yang link and match antara industri dengan SMK. 

"Kami mengapresiasi karena banyak industri yang terlibat, hingga saat ini sudah mencapai 745 perusahaan dengan menggandeng sebanyak 2.074 SMK," ungkapnya.

Untuk pengembangan SDM di politeknik, Kemenperin punya program skill for competitiveness (S4C) yang bekerja sama dengan Swiss dalam menerapkan pendidikan sistem ganda (70 persen praktik dan 30 persen teori).

"Sedangkan, dalam upaya memacu kegiatan R&D, kami mendorong pihak swasta membangun pusat  atau ekosistem inovasi seperti pengembangan Nongsa Digital Park di Batam serta iOS Development Center milik Apple di BSD, Serpong," tutur Airlangga.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

teamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives mulai dibuka tanggal 20 Juni – 20 Desember 2019 di Gandaria City, Jakarta

Kamis, 23 Mei 2019 - 09:50 WIB

Sorak Gemilang Entertainment Hadirkan Teamlab Future Park And Animals Of Flowers

TeamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives adalah pameran seni interaktif terbesar di Jakarta menggunakan teknologi digital. Pameran ini mengangkat tema utama ‘Co-Creation’…

Kapal pengangkut batu bara (ist)

Kamis, 23 Mei 2019 - 09:30 WIB

Trans Power Marine Bagikan Dividen Tunai Sekitar 64% Dari Laba Bersih Tahun 2018

Jakarta-Pada tahun 2018, volume produksi batu bara nasional mengalami kenaikan sekitar 15% menjadi 528 juta ton yang didukung oleh peningkatan permintaan aktivitas ekspor batu bara, sehingga…

Manajemen Angkasa Pura I paparkan kesiapan, layanan, dan Posko Angkutan Lebaran bandara-bandara AP I

Kamis, 23 Mei 2019 - 07:02 WIB

Sambut Lebaran, Angkasa Pura I Gelar Posko Angkutan Udara Lebaran 2019

Jakarta-Sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah dalam melancarkan arus mudik dan balik Lebaran 2019, Angkasa Pura I menyelenggarakan Posko Angkutan Udara Lebaran Terpadu di seluruh…

RUPST setujui pembagian dividen Rp1,23 triliun atau setara Rp207,64 per saham, dan akan dibayarkan satu bulan setelah RUPST disepakati

Kamis, 23 Mei 2019 - 06:46 WIB

SMGR Sebar Dividen Rp207,64 per Saham

Jakarta-Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), di Jakarta, Rabu (22/5/2019), RUPST memutuskan untuk membagikan dividen kepada pemegang…

KH Muhammad Arifin Ilham bersama Wiyanto jurnalis Industry.co.id

Kamis, 23 Mei 2019 - 04:28 WIB

Ustadz Arifin Ilham Meninggal Dunia

Jakarta - Ustadz Arifin Ilham, ulama besar Indonesia yang masih muda telah berpulang ke Rahmatullah di Rumah Sakit Malaysia. Meninggalkan tiga istri dan beberapa anaknya.