INDUSTRY.co.id - Surabaya, Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, bila sesuatu tumbuh pesat berarti pasti selalu ada dua hal yang dilakukan, Dua hal itu adalah deregulasi dan penggunaan teknologi.
"Saya yakin bahwa nanti tidak ada penghasil devisa, migas dan non migas tapi pariwisata dan non pariwisata," ujar Menpar saat menghadiri Gala Dinner Hari Pers Nasional 2019 bertempat di Balairung Hotel JW Marriot, Surabaya (7/2).
Ditambahkan Menpar, saat ini indonesia menjadi negara dengan perkembangan pariwisata tercepat didunia, impact pariwisata paling cepat kemudian pariwisata akan menjadi salah satu penghasil devisa terbesar nomor satu di Indonesia.
"Saya janjikan kepada presiden akan menjadikan pariwisata sebagai penghasil devisa terbesar, pariwisata Indonesia terbaik di regional, dan Country Branding Wonderful indonesia mengalahkan Thailand dan Malaysia. Saya tidak mau bekerja bila tidak ada kontrak awal yang dibuat seperti ini, Tidak heran bila pariwisata Indonesia tumbuh melebihi pasar regional dan dunia," tambah Menteri asal Banyuwangi ini.
Menurutnya, bila anda ceo dan usaha anda tidak tumbuh melebihi pasar, lebih baik anda mengundurkan diri. "Ini berlaku juga bagi saya sebagai menteri, saya akan mundur bila pariwisata Indonesia tumbuh di bawah pasar," tegasnya.
Dalam Akhir paparannya beliau mengatakan "Salah satu yang paling membanggakan ditahun ini karena indonesia masuk ke daftar peringkat Nomor 6 sebagai pulau terindah di dunia yang dikeluarkan oleh Rough Guides, semua ini juga karena Presiden Jokowi yang Commited membangun Pariwisata". kata Menpar.
Pada kesempatan kali ini juga Menteri Pariwisata Arief Yahya Melaunching Buku "Jurnalisme Ramah Pariwisata" peluncuran Buku ini adalah sebagai bentuk Sinergi pentahelix (akademisi, industri, komunitas, pemerintah, dan media) yang mempunyai peran strategis.
Dalam Gala Dinner Hari Pers Nasional tersebut, Menpar Arief Yahya didampingi oleh Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Media Don Kardono, Gubernur Jatim Soekarwo yang diwakili oleh Kadispar jatim Sinarto, Ketua Serikat Media Siber Indonesia Auri Jaya, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia Atal Depari, Ketua HPN 2019 Margiono, Kepala Dewan Kehormatan PWI Ilham Bintang dan Para Dubes Negara.