INDUSTRY.co.id - Bandung – Standard Chartered Bank (“Bank”) hari ini menyelenggarakan seminar keuangan tahunan Wealth on Wealth (WoW) yang dihadiri ratusan nasabah Prioritas Bank bertempat di Hotel Hilton, Bandung dan akan mendiskusikan berbagai peluang dan tantangan berinvestasi di tengah momentum pertumbuhan ekonomi nasional, regional, global di sepanjang tahun ini.
Seminar hari ini merupakan acara pertama dari rangkaian seminar WoW yang akan berlangsung di 4 kota, yaitu Bandung (7 Februari), Jakarta (11 Februari), Surabaya (19 Februari), dan Medan (25 Februari) dan diharapkan akan dihadiri oleh total 2.500 nasabah Prioritas Bank.
Memasuki penyelenggaraan kelimabelas tahun ini, Bank memilih topik “Indonesia 2019: Unlocking Opportunities amid Global Uncertainties” yang menunjukkan optimisme Bank terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia ditengah melambatnya pertumbuhan ekonomi negara-negara lain di dunia. Dipandu oleh Aldian Taloputra, Chief Economist, Standard Chartered Bank Indonesia, sesi seminar WoW akan menghadirkan sederet pembicara papan atas, yaitu: Bambang Simarno, Managing Director & Head, Wealth Management, Standard Chartered Bank Indonesia, Chatib Basri, Menteri Keuangan Republik Indonesia periode 2013-2014, Yunarto Wijaya, Direktur Eksekutif, Charta Politika Indonesia, dan Arief Cahyadi Wana, Marketing Director PT Ashmore Asset Management Indonesia.
Rino Donosepoetro, Chief Executive Officer, Standard Chartered Bank Indonesia mengatakan, “Penyelenggaraan seminar WoW kali ini menandai tahun ke-15 komitmen Bank yang secara konsisten berbagi pandangan bagi nasabah untuk memandu mereka dalam berinvestasi, seiring dengan dinamika pasar finansial global yang juga membawa pengaruh terhadap situasi ekonomi nasional. Tahun ini merupakan tahun yang menarik, dimana keputusan finansial dan berinvestasi akan dipengaruhi nuansa politik – mengingat adanya Pemilu yang segera berlangsung. Namun, sebagai bank tertua yang telah beroperasi lebih dari 155 tahun di Indonesia, kami optimis pertumbuhan ekonomi nasional akan tetap terjaga didorong oleh fundamental ekonomi yang kuat serta peningkatan daya beli rumah tangga dan pemulihan sektor investasi swasta. Dengan melihat peluang dan landasan yang kuat tersebut, kami terus mencari solusi untuk dapat memenuhi kebutuhan berinvestasi bagi nasabah melalui produk-produk inovatif Bank.”
Mengusung topik Indonesia 2019: Unlocking Opportunities amid Global Uncertainties, sejumlah proyeksi yang dikeluarkan Standard Chartered Bank terkait kondisi ekonomi nasional tahun ini, diantaranya: Di tengah perlambatan ekonomi dunia tahun ini yaitu sebesar 3,6% dibanding tahun lalu sebesar 3,8%, momentum pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil didukung oleh pengeluaran belanja infrastruktur pemerintah, peningkatan daya beli rumah tangga, dan pemulihan sektor investasi swasta yang mampu mengimbangi permintaan eksternal yang moderat.
Bank Indonesia akan menerapkan kebijakan moneter yang ketat untuk mengantisipasi naiknya suku bunga The Fed Amerika Serikat serta defisit rekening berjalan yang sedang berlangsung. Kami memproyeksikan The Fed akan menaikkan suku bunga satu kali di kuartal ketiga tahun ini sebelum BI menghentikan siklus pengetatannya.
Pemerintah akan melanjutkan pemberian stimulus fiskal jika dilihat pertumbuhan ekonomi belum terlalu meyakinkan. Membaiknya sentimen terhadap negara-negara berkembang (Emerging Markets), seperti Indonesia, dan The Fed yang tidak terburu-buru dalam menaikkan suku bunga – merupakan dua faktor yang diharapkan mampu mendorong stabilitas Rupiah. Kami memproyeksikan Rupiah akan berada di posisi 14.600 di akhir 2019 terhadap Dolar Amerika Serikat.
Di penyelenggaraan kelimabelas tahun ini, divisi Wealth Management Standard Chartered Bank juga meluncurkan dua layanan yang akan semakin memudahkan nasabah Prioritas dalam melakukan investasi.
Dua layanan tersebut adalah Online Mutual Funds dan SmartGoals yang membantu nasabah Prioritas Standard Chartered Bank dalam melakukan transaksi reksa dana secara online melalui SC Mobile atau iBanking. SC Mobile dan iBanking adalah dua layanan digital yang otomatis akan dimiliki oleh setiap nasabah Standard Chartered Bank.
Dengan layanan Online Mutual Funds, nasabah Prioritas Bank akan dimudahkan dalam melakukan transaksi reksa dana, seperti pembelian, pengalihan, dan pencairan secara online. Sedangkan SmartGoals merupakan layanan yang pertama kali ada di Indonesia yang menggabungkan perencanaan finansial sederhana dengan strategi alokasi investasi yang disesuaikan kemampuan keuangan dan profil investasi masing-masing nasabah Standard Chartered Bank.
SmartGoals memudahkan nasabah Prioritas untuk berinvestasi secara rutin dan juga tetap dapat mengikuti perkembagan nilai investasinya secara online. Untuk melengkapi pelayanan kami kepada nasabah Priority Banking dalam hal proteksi, Standard Chartered Bank bekerja sama dengan Allianz akan meluncurkan produk Asuransi perjalanan, NewTravelPro. Produk ini memberikan perlindungan 24 jam untuk perjalanan bisnis dan liburan para nasabah ke seluruh dunia.
Bambang Simarno, Managing Director & Head, Wealth Management, Standard Chartered Bank Indonesia, menambahkan, “Seminar WoW merupakan salah satu cerminan komitmen kami untuk selalu memberikan nilai tambah terhadap produk dan layanan yang selama ini kami berikan kepada nasabah Prioritas kami. Kedua layanan baru yang kami luncurkan hari ini juga bentuk komitmen kami untuk senantiasa berinovasi dalam memudahkan nasabah kami melakukan transaksi dan mengatur kebutuhan finansial mereka. Melalui peluncuran dua layanan baru ini, kami menargetkan pertumbuhan jumlah nasabah Prioritas sebesar 15-20% hingga akhir tahun ini.