INDUSTRY.co.id - Pandeglang, Bencana Tsunami yang melanda wilayah Pandeglang, Banten akhir Desember lalu memberikan dampak penurunan yang signifikan terhadap berbagai sektor khususnya sektor Pariwisata yang paling terimbas bencana tersebut.
Melihat kondisi tersebut, Bupati Pandeglang Irna Narulita telah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat pemulihan kembali sektor Pariwisata di Kabupaten Pandeglang,
salah satunya dengan mengirimkan surat kepada Kementerian dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk melakukan berbagai kegiatan baik event maupun rapat-rapat tertentu yang tempat penyelenggaraanya di adakan di Wilayah terdampak Tsunami seperti Carita, Labuan, Panimbang dan Sumur.
Hal tersebut disampaikan Bupati Pandeglang saat beraudiensi dengan Persatuan Hotel Restoran (PHRI) Pandeglang di Gedung Pendopo Pandeglang, Kamis (31/01).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Irna juga menyampaikan beberapa langkah konkret yang telah dilakukan pemerintah daerah. “Kami telah mengirimkan surat kepada instansi Pusat dan Pemprov untuk sering melakukan kegiatan di Pandeglang khususnya di Wilayah terdampak bencana Tsunami. Ini dilakukan untuk mendorong bangkitnya sektor pariwisata, dan untuk meyakinkan para wisatawan yang akan berkunjung ke Pandeglang”, katanya.
Ditambahkan irna, selain langkah tersebut pemerintah juga saat ini tengah fokus dalam pembangunan hunian sementara (Huntara) dan pendataan kerugian di berbagai sektor.
“Untuk itu kami berharap pihak PHRI dapat segera mungkin untuk menyampaikan berapa total kerugian, baik kerugian material maupun kerugian dari sisi bisnis. Data yang ada dikami baru tercatat kerugian seluruh infrastruktur sekitar Rp 188 miliar, data tersebut belum final karena kami menunggu data dari pihak PHRI terkait kerugian di sektor wisata," jelasnya.
Bupati juga menghimbau agar legalitas keanggotaan PHRI terus di tingkatkan. Berdasarkan catatan yang diterima Pemerintah Daerah (Pemda), dari 750 hotel dan restoran yang ada di Pandeglang, baru 53 yang telah menjadi anggota, sedangkan yang telah memiliki izin baru 62 persen.
"Tolong ya segera diurus tentang perizinan dan dorong untuk masuk menjadi anggota PHRI. Dengan mengantongi izin yang jelas maka kami pun dapat membantu recovery ketika terjadi masalah seperti ini. Dan jangan lupa PHRI harus punya asuransi, kita tahu bahwa daerah kita rawan bencana, maka asuransi mutlak diperlukan jika terjadi bencana atau musibah yang tak terduga," himbau Bupati.
Menanggapi hal tersebut, Ketua PHRI Pandeglang Widi Widiasmanto memberikan apresiasi atas langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah.
“Kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah karena sangat intens dalam melakukan pemulihan pasca Tsunami terutama langkah yang diambil di sektor wisata," ungkapnya.
Disisi lain, Widi juga meminta dukungan dari Pemda terkait kebijakan lainnya antara lain, penundaan pajak hotel dan restoran, penundaan pembayaran listrik dan air, serta pembayaran BPJS kesehatan maupun ketenagakerjaan.
"Kami minta agar Pemkab bisa mendukung dalam bentuk kebijakan terkait hal-hal tersebut," Jelasnya.
Widi juga berharap agar proses recovery bencana ini bisa selesai tepat waktu. “Dengan semakin cepatnya proses recovery itu berarti semakin cepat pula pemulihan industri pariwisata di Pandeglang. Perlu diketahui, sampai dengan saat ini para pegawai kami masih bertahan dan belum ada yang dirumahkan, hanya saja jika semakin lama pemulihan di sektor wisata dan kami tidak bisa mendapatkan keuntungan maka kami dengan sangat terpaksa akan merumahkan para pekerja kami," tutupnya.