INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Beredar hasil riset analis yang menyebutkan tren pelemahan harga batubara global membuat kinerja PT United Tractors Tbk di tahun ini tak terlalu oke dibanding kinerja 2018.

Investor Relationship IPCC Reza Priyambada mengatakan dengan kondisi tersebut, proyeksi pelemahan kemungkinan hanya berlaku pada UNTR namun, tetap harus kroscek ke pihak UNTR apakah memang benar kinerja mereka akan turun signifikan terkait dengan kondisi batubara yang slowing down.

"Perkembangan batubara yang sedang mengalami penurunan tampaknya sudah menjadi perhatian manajemen dan kemungkinan mereka telah menyiapkan sejumlah agenda strategi untuk mengimbangi hal tersebut," katanya di Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Menurut dia, dari sisi IPCC tidak banyak berdampak karena secara bisnis IPCC tidak terjun langsung pada industri pertambangan. Dan penurunan permintaan akan alat berat kemungkinan berlaku pada produk baru. Sementara untuk alat berat yang sewa, permintaan masih ada.

Sugeng Mulyadi, Direktur Keuangan dan SDM IPCC menambahkan, "Tidak hanya alat berat yang baru diproduksi yang dihandle IPCC namun yang sewa dengan mobilitas antar pulau dan Internasional (ekspor import) menambah throughput (pengantaran cargo) alat berat di IPCC."

Sebelumnya, Analis JP Morgan Sekuritas Indonesia Indra Cahya mengatakan, pergerakan harga batubara dapat mempengaruhi kinerja UNTR. Kebijakan dari dalam negeri atau luar negeri mengenai produksi dan perdagangan batubara dapat menjadi sentimen bagi UNTR," tulis dia dalam risetnya.