Incar Wanita Pecinta Alam, Outdoor Hadirkan Sandal Gunung Khusus Wanita Outdoor For Women

Oleh : Hariyanto | Senin, 28 Januari 2019 - 19:37 WIB

Direktur PT Mitra Alas Selaras, Toto Sagitario (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)
Direktur PT Mitra Alas Selaras, Toto Sagitario (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Tangerang - Semakin banyaknya wanita yang melakukan wisata adventure atau petualangan menjadi bukti bahwa kegiatan ini bukan hanya dilakukan oleh pria. Wisata adventure kini juga banyak digandrungi kaum hawa yang juga melakukan petualangan di berbagai lokasi wisata seperti di pegunungan, hutan, laut, dan sebagainya.

Direktur PT Mitra Alas Selaras, Toto Sagitario, mengatakan, seiring dengan gencarnya promosi wisata yang dilakukan pemerintah, memicu ketertarikan masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata, termasuk wisata petualangan di alam bebas. Bahkan, bukan hanya pria saja yang tertarik dengan wisata petualangan, tapi juga wanita.

"Hal itu bisa dilihat dari banyaknya komunitas wanita yang melakukan wisata petualangan di alam bebas," ungkap Toto di sela acara peluncuran sandal gunung Outdoor Pro di Novotel Tangerang, Senin (28/1/2019).

Menurut Toto, ada perbedaan antara wanita yang suka wisata petualangan saat ini dengan masa lalu. Jika dimasa lalu, wanita yang menyukai wisata petualangan adalah mereka yang berusia 18-28 tahun dan 75 persen belum menikah, serta mandiri dan sedikit tomboi. Namun saat ini, menurutnya, wanita yang menyukai petualangan ini berada pada usia 23-28 tahun dan 85 persen sudah menikah.

"Perbedaan lainnya adalah berorientasi sosial media dan stylish. Hal itu terlihat dari banyaknya wanita yang memiliki gaya dan penampilan yang tetap stylish meski melakukan petualangan alam. Mulai dari alas kaki hingga pakaian yang dikenakan," tambahnya.

Untuk itu, lanjut Toto, pihaknya menghadirkan alas kaki berupa sandal gunung yang memang dikhususkan para wanita dalam melakukan wisata petualangan di alam bebas, yaitu Outdoor for Women. "Berbeda dengan sandal gunung pria, sandal gunung untuk wanita ini memang diciptakan khusus sesuai dengan anatomi kaki wanita yang tidak sebesar kaki pria," jelasnya.

Berdasarkan penelitian, Toto menyebutkan, titik tekanan kaki saat menyentuh tanah berbeda antara pria dan wanita. Untuk itu, diperlukan insole yang berbeda antara pria dan wanita. Ditambah lagi, dengan kenyamanan saat dipakai, ringan hingga hanya mencapai berat 500 gram dan tentunya fashionable dan stylish sesuai dengan gaya wanita masa kini.

"Pilihan warnanya pun lebih berani, sesuai dengan tren yang berkembang tahun ini. Bahkan paduan warna tidak lagi dengan warna aman, tapi bisa warna yang tabrakan. Misalnya, warna merah dengan abu-abu, ditambah lagi dengan biru terang," kata Toto.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Elnusa mulai gunakan Nodal

Rabu, 24 April 2019 - 12:44 WIB

Elnusa Mulai Gunakan Teknologi Nodal Untuk Eksplorasi Migas

Saat ini, Elnusa mulai mengembangkan akuisisi data seismik dengan menggunakan teknologi Ocean Bottom Nodes (Nodal).

ICAEW Indonesia Business Challenge 2018

Rabu, 24 April 2019 - 12:30 WIB

Tim Indonesia Siap Bersaing di ICAEW China dan South-East Asia Business Challenge 2019

Dua tim pemenang dari enam tim gabungan, Universitas Indonesia dan tim Airlangga Consulting Group, Universitas Airlangga siap berkompetisi dengan universitas lain di Asia Tenggara.

Pintaria

Rabu, 24 April 2019 - 12:02 WIB

Kuliah Online dengan Metode Blended Learning Menjadi Solusi Bagi Karyawan

Metode kuliah blended learning semakin digemari karena melibatkan komponen kuliah online yang fleksibel bagi mahasiswa berstatus karyawan.

Wisata Kapal Layar (Foto ist)

Rabu, 24 April 2019 - 12:00 WIB

Sabang Marine Festival Dimeriahkan Kehadiran 23 Kapal Layar

Sebanyak 23 kapal layar atau yacht dari berbagai negara di Asia, Eropa hingga Afrika akan hadir memeriahkan kegiatan Sabang Marine Festival (SMF) pada 26-30 April 2019 di Sabang, Provinsi Aceh.

Bendungan Raknamo

Rabu, 24 April 2019 - 11:44 WIB

Pembangunan Bendungan Napun Gete di NTT Capai 63 Persen

Setelah menyelesaikan pembangunan dua bendungan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Raknamo dan Rotiklot, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah menyelesaikan…