INDUSTRY.co.id -

Advertisement

Jakarta - Pergerakan IHSG secara teknikal pergerak kembali tertahan pada support MA5 sehingga konfirmasi pelemahan masih belum terlihat Meskipun indikator Stochastic mengkonfirmasi dead-cross dengan bergerak berindikasi keluar pada area overbought dengan bearish reversal momentum indikator RSI yang terlihat psimistis.

"Sehingga diperkirakan IHSG masih akan bergerak tertekan dengan pergerakan moderate pada support resistance 6416-6500," kata analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Advertisement

Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya INKP, WSBP, WTON, BSDE, ADHI, WIKA, CTRA.

Sebelumnya, IHSG (-0.27%) ditutup melemah 17.39 poin kelevel 6451.17 dengan sektor Keuangan (-1.09%) dan Konsumer (-0.32%) menjadi top kontributor penekan IHSG pada perdagangan hari ini. Saham BMRI (-3.55%) melemah menjadi penekan sektor keuangan setelah beberapa institusi memotong target price sehingga konsensus berada di level 8400 secara fundamental. Investor asing memecahkan trend aksi beli dengan melakukan aksi jual untuk pertama kalinya sejak awal tahun ini sebesar 142.36 miliar rupiah setelah tercatat total net buy 10.97 Triliun rupiah sejak awal tahun. meskipun rupiah tertahan menguat 0.23% dilevel Rp14.188 per usd.

Advertisement

Ekuitas Asia bergerak moderate ditutup bervariasi. Indeks Nikkei (-0.14%), TOPIX (-0.60%), HangSeng (+0.01%), CSI (-0.07%) dan KOSPI (+0.47%) menutup perdagangan dengan mixed. Investor kembali meragukan tentang prospek kemajuan perdagangan dengan tanda-tanda stimulsu china dan langkah-langkah terbaru pada penutupan pemerintahan di Amerika. Ekuitas Jepang mengalami pelemahan setelah BOJ memangkas prospek inflasi dan meninggalkan kebijakan moneter yang tidak berubah.

Indeks Eropa membuka perdagangan dengan melemah. Indeks Eurostoxx (-0.16%), FTSE (-0.47%), DAX (-0.30%) dan CAC (-0.09%) melemah diawal sesi perdagangan tertriger oleh mayoritas indeks saham di Asia. Perkiraan penjualan perusahaan semikonduktor terbesar di Eropa membebani saham-saham teknologi serta saham-saham perbankkan yang mengalami penurunan pasca berita Bloomberg mengenai the Fed menyelidiki Deutsche Bank dengan tuduhan pencucian uang.

Advertisement