Mata Batin 2 Siap Membuka Ruang Teror Horor Bagi Penonton

Oleh : Amazon Dalimunthe | Sabtu, 12 Januari 2019 - 09:48 WIB

Jessica Mila bersama Nabilah Ayu dalam salah satu adegan di Film Mata Batin 2
Jessica Mila bersama Nabilah Ayu dalam salah satu adegan di Film Mata Batin 2

INDUSTRY.co.id - JAKARTA—Sukses dengan 4 film horor sebelumnya, di awal tahun 2019 ini sutradara sekaligus produser, Rocky Soraya dari Hits Makes Studio sipa mempersembahkan film horor berjudul Mata Batin 2 yang akan tayang pada tanggal 17 Januari mendatang.

Dari judulnya, penonton bisa tahu bahwa film ini merupakan sekuel dari Mata Batin pertama yang sukses pada 2017 lalu. " Film ini merupakan sekuel film sebelumnya. Tapi  Mata Batin 2 lebih mencekam dan menegangkan," kata Rocky Soraya saat gala premiere di Senayan City, Jakarta, Jumat (11/1) malam.

Para pendukung film Mata Batin 2 adalah nama-nama akttor dan aktris seperti  Jessica Mila yang sukses di film pertama, ditambah Nabila Ayu, Citra, Prima, Sophia Latjuba, Jeremy Thomas, dan lainnya. "Dengan keseriusan, persiapan matang, dan kamera terbaik menjadikan Mata Batin 2 mempunyai gambar berkualitas sehingga patut ditunggu," ujar Rocky Soraya.

Film Mata Batin 2 mengisahkan seorang gadis bernama Alia yang diperankan Jessica Mila. Dia memutuskan untuk memulai hidup baru setelah kehilangan adik yang meninggal dunia. Alia memutuskan tinggal di sebuah panti asuhan milik Bu Laksmi (Sophia Latjuba) dan Pak Fadli (Jeremy Thomas). Namun, selama di sana Alia yang berteman dengan Nadila (Nabilah Ayu) yang merasa sering menemukan kejanggalan di panti tersebut. Seperti terdengar suara-suara minta tolong di setiap dinding panti asuhan tersebut.

Ketika ditanya tentang perannya di Mata Batin 2, Jessica Milla mengaku ada perubahan karakter. "Dari yang tadinya penakut kini bisa melihat. Karena Mata Batinya sudah dibuka oleh pendampingnya," kata Jessica Mila.

Sementara itu aktris senior Sophia Latjuba mengaku, bahwa dirinya setelah bermain film Mata Batin 2 memilki standar atau benchmark dalam soal penyutradaraan.” Rocky Soraya sebagai sutradara membuat saya memiliki standar penyutradraan yang baik. Saya merasa bisa mengeksploitasi peran saya dengan baik di film ini,” ujar Sophia.

Hal senada dikatakan oleh Jeremy Thomas. “Meski ini film horor tapi bukan film horor yang dibuat sekenanya. Perecanaannya matang. Sebagai Produser dan sutradara, Rocy begtu cermat. Sya puas bekerja sama dengan Rocky,” kata Jeremy. (AMZ)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Razer-Visa Sepakat Kembangkan Transformasi Pembayaran di Asia Tenggara

Selasa, 25 Juni 2019 - 15:18 WIB

Razer-Visa Sepakat Kembangkan Transformasi Pembayaran di Asia Tenggara

Razer™, brand gaya hidup terkemuka di dunia untuk para gamer, dan Visa, perusahaan pembayaran digital terdepan di dunia, telah mengumumkan kemitraan untuk pertama kalinya dalam rangka mengembangkan…

Jaringan Internet LinkedIn (Foto Ist)

Selasa, 25 Juni 2019 - 14:29 WIB

Study LinkedIn: Adanya 3 Rising Skills di Indonesia yang Mempengaruhi Inovasi dan Transformasi Perusahaan  

LinkedIn, jaringan profesional terbesar di dunia, meluncurkanLaporan Future of Skills 2019, yang mengidentifikasi 10 rising skills (peningkatan keterampilan) yang paling tinggi di antara…

BMKG Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 25 Juni 2019 - 14:18 WIB

Fenomena Suhu Dingin di Wilayah Dieng

Menyikapi kondisi suhu dingin yang menyebabkan terjadinya fenomena embun beku di wilayah dataran tinggi Dieng dalam beberapa waktu belakangan ini, kejadian kondisi suhu dingin tersebut merupakan…

Rizal Ramli (dok RMOL)

Selasa, 25 Juni 2019 - 14:00 WIB

Rizal Ramli Pernah Ingatkan Presiden Jokowi Dampak Kebijakan Austerity Sri Mulyani

Ekonom senior DR. Rizal Ramli telah mengingatkan Presiden Joko Widodo untuk menolak rencana Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam menerapkan kebijakan austerity atau pengetatan anggaran yang berdampak…

Rumah Mewah (Ist)

Selasa, 25 Juni 2019 - 13:10 WIB

Pemerintah Resmi Pangkas PPh Properti Mewah Jadi 1% dan Mobil di Atas Rp2 M jadi 5%

Pemerintah resmi menurunkan Pajak Penghasilan (PPh) atas penjualan rumah dan apartemen dengan harga di atas Rp30 miliar kendaraan bermotor dengan harga di atas Rp2 miliar menjadi 1 persen.