Pasar Kue Subuh Senen Ikon Kota Jakarta Yang Melegenda

Oleh : Ridwan | Selasa, 25 Desember 2018 - 14:13 WIB

Pasar Kue Subuh Senen
Pasar Kue Subuh Senen

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Selain Monumen Nasional (Monas) dan Ancol, Jakarta juga terkenal dengan destinasi Pasar Kue Subuh Senen di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Pasar dimana sangat mudah ditemukan segala jenis kue, mulai dari bentuk, rasa hingga harga.

Ratusan jenis kue pasar dijajakan dengan cita rasa berlimpah, ada gurih, manis, asin, asam seharga mulai Rp500 hingga 4.000 per biji. Kue untuk hantaran atau acara resmi juga ada. Sebut saja, tart, lapis legit, bolu marmer hingga roti buaya. Harganya bervariasi, tergantung ukuran kuenya.

Sejarah pasar kue subuh bermula dari Elkana Tju dan empat rekannya yang mengagas lapak kue di area pinggiran Pasar Senen, sekitar tahun 1988. Waktu itu tidak seramai sekarang, hanya lima meja lapak berjejer sejak pukul 2 hingga 8 pagi. 

"Jadi waktu itu mereka berlima dagang hanya untuk memenuhi kebutuhan kue bagi warga Senen dan sekitarnya. Semakin lama makin banyak yang ikutan dagang, sekitar 50 meja. Sampai pada tahun 1991, Elkana mengajukan ijin ke pengelola Pasar Senen Blok 4 untuk menggunakan area parkir sebagai area dagang kue subuh," terang Shindu Hariyadi Wibisono, Property Management Coordinator for Trade Centre PT Jaya Real Property, Tbk., Pengelola Pusat Perdagangan dan Grosir Senen Jaya, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/12/2018).

Setelah secara resmi menempati area tersebut, kata Shindu, perkembangan Pasar Kue Subuh Senen semakin luar biasa selama tujuh tahun berturut-turut hingga 1998. Pelanggan Pasar Kue Subuh Senen yang datang bukan hanya warga Jakarta saja, melainkan juga dari beberapa kawasan penyangga Ibu Kota, seperti Bekasi, Depok, Bogor (Jawa Barat), Tangerang hingga Cilegon (Banten).

Sebagian besar dari mereka adalah reseller (menjual kembali) selain penikmat langsung (end user). Hengky Djauhari, salah satu Pengurus Pasar Kue Subuh Senen, yang merupakan generasi kedua dari Elkana Tju, mengaku dirinya beberapa kali menerima pesanan kue dari perusahaan BUMN, beberapa departemen pemerintah, Maskapai Garuda Indonesia dan Merpati, hingga Istana Presiden. 

Semalam Raup Rp800 Jutaan
Kendati populer dengan nama Pasar Kue Subuh, namun sejak tahun 1995 para pedagang sepakat merubah jam operasionalnya. Kini, tidak perlu harus subuh-subuh untuk bisa menikmati jajanan favorit Anda, karena pasar mulai buka sejak puluk 7 malam hingga 6 pagi.

Sesi pertama, jam 7 malam sampai 2 pagi biasanya yang beli sebagian besar adalah grosir atau reseller dari area Jabodetabek. Mereka membeli dengan jumlah partai besar dengan menggunakan mobil box ukuran colt L300, bahkan ukuran engkel. 

"Sementara jam 2 pagi sampai 6 pagi melayani pembeli menengah dan kecil seperti pengusaha catering dan ibu-ibu rumah tangga yang sedang menggelar hajatan di rumah atau kantor," papar Shindu.

Setiap malam ada puluhan truk yang mensuplai kue ke pasar seluas 1.769 m2 berkapasitas 700 meja lapak ini. Sedikitnya 500 - 700 pengunjung datang dengan nilai transaksi mencapai Rp600 - 800 jutaan per malam. "Sebelum kebakaran, pengunjungnya bisa 1.000 orang semalam, transaksi hampir Rp1 miliar," ujarnya.

Meski mencatat sejarah cukup panjang, perjalanan Pasar Kue Subuh Senen tak selalu senikmat rasa kuenya. Artinya, para pedagang juga mengalami pasang surut. Penyebabnya rupa-rupa, mulai dari kebakaran hingga kian ramai sentra kue subuh baru di beberapa kawasan di Jakarta.

Salah satunya bencana kebakaran tahun lalu di Pasar Senen Blok 1 dan 2, yang mengharuskan mereka pindah ke Blok 4 dan 5. Area parkir yang kurang mencukupi hingga pungutan liar terkadang juga menjadi tantangan pengelola pasar. Ke depan, para pedagang berharap ada pembenahan dari pengelola terkait area parkir, keamanan dan media promosi yang baik dan massif, agar menarik minat pengunjung.

Bagaimana pun juga, Pasar Kue Subuh Senen adalah salah satu ikon Kota Jakarta yang tak kalah menarik dan instragramable dari Kota Tua dan Museum Fatahillah. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa OJK, Muhammad Maulana tengah

Senin, 16 Desember 2019 - 19:41 WIB

Waran Terstruktur Siap Menghiasi Pasar Modal

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) terkait instrumen investasi Waran Terstruktur. Harapannya produk ini dapat dikembangkan sebagai produk derivatif.

Penghargaan diterima oleh Direktur Mandiri Syariah Putu Rahwidhiyasa

Senin, 16 Desember 2019 - 19:19 WIB

Mandiri Syariah Dinobatkan Menjadi Mitra Distribusi SBSN Ritel Terbaik 2019

Jakarta-PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) memperoleh penghargaan sebagai Mitra Distribusi SBSN Ritel Terbaik 2019 dan Peserta Lelang SBSN Terbaik Tahun 2019 dari Kementerian Keuangan…

Danone-AQUA raih Penghargaan Industri Hijau

Senin, 16 Desember 2019 - 16:41 WIB

15 Pabrik Danone-AQUA Raih Penghargaan Hijau 2019 dari Kemenperin

Danone-AQUA mendapatkan Penghargaan Industri Hijau 2019 melalui 15 pabriknya dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia atas upaya Danone-AQUA yang secara aktif dan bijak menggunakan…

Fadel Muhammad berbincang dengan Direktur Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muhammad Maulana.

Senin, 16 Desember 2019 - 16:24 WIB

Crowdfunding Bisa Danai UKM di Pasar Modal

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perusahaan untuk go publik. Kelebihannya, perusahaan yang sudah jadi emiten sebutan yang sudah listing di pasar modal, akan diawasi banyak orang.

Kolaborasi EXSPORT x Shane Tortilla Bag

Senin, 16 Desember 2019 - 15:43 WIB

Exsport Ajak Remaja Perempuan Untuk Jadi Diri Sendiri Lewat Kolaborasi Exsport X Shane Tortilla

EXSPORT x Shane Tortilla Bag menggambarkan ekspresi remaja wanita saat ini dengan desain yang colorful dalam tas jenis sling bag dan totebag.