INDUSTRY.co.id, Jakarta - Proyek kereta semi cepat Jakarta - Surabaya masuk proses feasibility study (FS) atau uji kelayakan setelah proses pra-FS selesai pada November lalu oleh Japan International Cooperation Agency (JICA).

Advertisement

"Sekarang FS sedang dalam proses mungkin dalam setahun atau lebih," ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemhub) Zulfikri usai konferensi pers pencapaian 4 tahun Kemhub.

Zulfikri bilang saat FS, JICA akan menghitung total biaya yang diperlukan untuk proyek tersebut. Pasalnya Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menekankan agar proyek kereta semi cepat Jakarta - Surabaya tidak lebih dari Rp 60 triliun.

Advertisement

Besarnya nilai proyek juga membuat proses FS berlangsung lama. Hal itu ditambah dengan berbagai persyaratan yang ditekankan dalam proyek tersebut.

"Dipersyaratkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) maksimal, penyertaan industri dalam negeri, dan waktu tempuh maksimal," terangnya.

Advertisement

Lanjutnya, menhub juga menekankan untuk menyertakan industri dalam negeri. Hal itu akan melibatkan PT Industri Kereta Api Indonesia (Persero).

Waktu tempuh kereta cepat Jakarta - Surabaya pun menjadi persyaratan. Waktu tempuh tersebut dipersyaratkan tidak lebih dari 5 jam 30 menit.

Advertisement

Mengenai pendanaan, Zulfikri bilang masih dalam pembahasan. Proyek tersebut nantinya juga terdapat bagian Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). "Ada komponen KPBUnya juga, nanti kalau KPBU bisa masuk ya masuk," jelasnya.

Sebagai informasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT sudah mengkaji dan meneliti untuk meningkatkan kecepatan kereta di koridor Jakarta-Surabaya sepanjang 714,7Km.

Pemerintah memutuskan peningkatan kecepatan kereta api dengan membangun satu jalur tambahan dengan lebar spoor 1.067 mm (narrow gauge), kecepatan maksimum operasi 160 km per jam. Beberapa segmen jalan rel layang atau elevated track sepanjang 46 km di 12 lokasi terpisah terutama yang melintas di dalam kota, seperti Cirebon, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Semarang, Surabaya.

Di Semarang akan dibangun jalan rel layang terpanjang, yakni 9,5 km. Untuk naik turun penumpang ada empat stasiun, yaitu Stasiun Manggarai di Jakarta, Stasiun Kejaksaan di Cirebon, Stasiun Tawang di Semarang dan Stasiun Pasar Turi di Surabaya.

Sepanjang koridor ini terdapat 25 stasiun operasi. Stasiun operasi ada yang dua jalur sebanyak 10 stasiun dan 3 jakur ada 15 stasiun. Tiga jalur salah satunya untuk emergency dan sarana pemeliharaan. Jalur steril dari perlintasan sebidang dengan dibangun 124 jalan layang dan 339 jalan underpass, juga jembatan penyeberangan orang.

Operasi KA Ekspres dengan waktu tempuh 5 jam 38 menit hanya delapan kali sehari. Perkiraan biaya langsung pembangunan keseluruhan Jakarta sampai Surabaya adalah Rp83,01 triliun termasuk flyover dan lahan, serta Rp 67,1 triliun dengan tidak termasuk flyover.