INDUSTRY.co.id -

Advertisement

Jakarta - Pelemahan yang masih terjadi seiring kembali melemahnya laju Rupiah membuka peluang bagi pasar obligasi dalam negeri untuk kembali bergerak turun. Akan tetapi, dengan tutupnya perdagangan obligasi AS diharapkan dapat mengurangi tekanan koreksi pada perdagangan obligasi dalam negeri sehingga pelemahan dapat berkurang.

"Meski demikian, tetap cermati dan waspadai terhadap sentimen yang dapat membawa pasar obligasi melemah kembali," kata analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Advertisement

Masih adanya pelemahan pada Rupiah dan imbas dari kenaikan sejumlah tenor pada obligasi AS berimbas negatif pada pergerakan pasar obligasi dalam negeri. Pelemahan pun kembali terjadi sehingga membuat imbal hasl obligasi dalam negeri kembali meningkat. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata naik 6,34 bps; tenor menengah (5-7 tahun) naik 6,19 bps; dan panjang (8-30 tahun) naik 2,01 bps.

Laju pasar obligasi cenderung bergerak naik. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 91,79% memiliki imbal hasil 7,85% atau naik 0,08 bps dari sebelumnya di harga 92,05% memiliki imbal hasil 7,77%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 92,99% memiliki imbal hasil 8,23% atau naik 0,09 bps dari sehari sebelumnya di harga 93,83% memiliki imbal hasil 8,14%.

Advertisement

Pada Rabu (5/12), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun 0,39 bps di level 108,94 dari sebelumnya di level 109,37. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun 0,16 bps di level 104,93 dari sebelumnya di level 105,09. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 7,87% dari sebelumnya di level 7,79% dan US Govnt bond 10Yr di level 2,91% dari sebelumnya di level 2,995% sehingga spread di level kisaran 496,1 bps lebih tinggi dari sebelumnya 479,5 bps.

Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya variatif. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak di kisaran level 9,51%-9,54%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,03%-10,04%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,50%-11,64%, dan pada rating BBB di kisaran 14,06%-14,08%.

Advertisement