INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menghadiri acara Focus Group Discussion Nomadic Tourism yang dilangsungkan di Ballroom C Hotel Shangri-La Jakarta, Rabu (5/12/2018).
Dalam kesempatan tersebut, Menpar Arief Yahya didampingi oleh Deputi Bidang Industri dan Kelembagaan Rizky Handayani, Deputi Bidang Pengembangan Industri, Dadang Rizky Ratman dan Tenaga Ahli Nomadic Tourism Waizly Darwin.
Acara yang dikemas secara menarik tersebut dihadiri oleh 150 peserta yang terdiri atas pengusaha di bidang Nomadic Tourism, Dinas Pariwisata Daerah, dan pihak lain yang terkait Nomadic Tourism.
Dalam acara tersebut, Menpar AY menyampaikan kembali bagaimana Nomadic Tourism adalah solusi sementara sebagai solusi selamanya dengan benchmark di bidang telekomunikasi berupa lahirnya nomor pre-paid.
"Nomadic Tourism dengan mobilitas tingginya merupakan sebuah strategi paling efektif untuk pengembangan destinasi wisata baru," katanya.
Menpar juga menetapkan target agar Nomadic Tourism segera lahir dan diimplementasikan, terutama di kawasan Badan Otorita Danau Toba dan Badan Otorita Borobudur.
Menurutnya, potensi market Nomadic Tourism secara global juga sangat besar dengan proyeksi nilai sebesar kurang lebih sebesar USD 30 miliar.
Menpar berharap hasil dari FGD Nomadic Tourism kali ini dapat menghasilkan platform digital yang mempertemukan supply dan demand bagi para pemilik lahan dan para pemilik modal di bidang Nomadic Tourism.