INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono memastikan insiden penembakan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di jalur Trans Papua tak akan menghentikan pembangunan.
"Antusiasme warga disana terhadap pembangunan sangat tinggi. Pembangunan akan berjalan terus untuk memenuhi keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia," ujar Basuki saat konferensi pers di gedung Kementerian PUPR, Jakarta (4/12) kemarin.
Basuki mengklaim warga di Papua sejatinya menunggu-nunggu pembangunan infrastruktur selesai dengan cepat. Warga Papua, kata Basuki, tidak ada yang menolak pembangunan infrastruktur di Trans Papua.
Pembangunan infrastruktur yang dilakukan Kementerian PUPR di jalur Trans Papua, dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan logistik masyarakat yang berada di Wamena sampai Merauke. Salah satu proyek pembangunan infrastruktur di tanah Papua yang dilakukan oleh Kementerian PUPR adalah pembangunan jembatan.
Kurun waktu 2016 hingga 2019, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XVIII Papua, Ditjen Bina Marga telah memprogramkan pembangunan 35 jembatan pada ruas Wamena - Habema - Mugi - Kenyam - Batas Batu - Mumugu untuk melengkapi prasarana jalan yang telah tersambung seluruhnya. Saat ini, proses pembangunan 35 jembatan tersebut sudah mencapai 70 persen.
Untuk sementara, Kementerian PUPR dan PT Istaka Karya menghentikan pengerjaan jembatan tersebut dan akan menunggu rekomendasi dari kepolisian setempat.