INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14313-14288. Pergerakan Rupiah mencoba untuk tidak bergeming dengan adanya pertemuan antara Presiden Xi dan Presiden Trump.

"Di sisi lain, masih adanya sejumlah sentimen positif, baik dari BI maupun langkah pemerintah untuk memanfaatkan perang dagang tersebut sebagai peluang meningkatkan investasi di dalam negeri diharapkan dapat menjadi sentimen positif untuk membuat laju Rupiah melanjutkan kenaikannya. Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah," kata analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Senin (3/11/2018).

Pergerakan Rupiah di akhir pekan yang sekaligus menjadi penutup bulan November cenderung kembali melanjutkan kenaikannya. Laju Rupiah memanfaatkan pelemahan USD setelah terimbas sikap pelaku pasar yang menahan diri jelang pertemuan Presiden Xi dan Presiden Trump di sela pertemuan G-20 Summit yang akan membahas kesepakatan dagang.

Di sisi lain, pergerakan Rupiah mendapat sentimen positif dari rencana Pemerintah yang akan memberikan keleluasaan bagi industri yang tidak tercantum dalam beleid _tax holiday_ untuk turut menikmati fasilitas libur pajak tersebut melalui mekanisme yang berbeda dan adanya penilaian BI yang mencatat adanya aliran modal asing asing yang masuk ke pasar surat berharga negara serta kian maraknya transaksi pasar uang dengan menggunakan DNDF (Domestic Non Deliverable Forward).