INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14530-14515. Berbalik melemahnya Rupiah menghalangi potensi penguatan Rupiah meski diikuti dengan masih adanya sejumlah sentimen positif. Adanya keputusan BI mempertahankan kebijakan preemptive dan ahead the curve guna menjaga stabilitas ekonomi pada 2019, berpotensi membuat suku bunga semakin meningkat sehingga pelaku pasar cenderung bereaksi negatif meskipun akan positif untuk pergerakan Rupiah.

"Diharapkan sentimen negatif dapat lebih berkurang sehingga laju Rupiah tetap bertahan positif. Adanya komentar The Fed terkait dengan arah suku bunga yang cenderung netral membuat kenaikan USD tertahan sehingga diharapkan dapat direspon positif Rupiah untuk dapat berbalik naik. Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah," kata analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Pergerakan USD yang cenderung menguat jelang pertemuan KTT G-20 Summit yang akan mempertemukan Presiden Xi Jinping dan Presiden Trump berimbas pada pergerakan sejumlah mata uang Asia, termasuk Rupiah yang berbalik melemah. Di sisi lain, sejumlah sentimen positif dari dalam negeri belum cukup mampu mengangkat Rupiah yang dibarengi dengan penguatan USD tersebut.