INDUSTRY.co.id, Jakarta - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan setelah tol Sragen-Ngawi diresmikan, hingga akhir tahun ini akan diikuti sepuluh ruas lainnya yang masih menyisakan target panjang tol sepanjang 474 km selama Oktober—Desember 2018. Sampai dengan saat ini, BPJT masih mengejar target pembangunan tersebut agar sepuluh ruas tol yang tersisa dapat diresmikan sesuai dengan jadwal sebelum akhir tahun ini.
"Kami masih kejar sisianya sesuai dengan target untuk bisa selesai dan diresmikan sampai akhir tahun ini,”kata Herry
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah meresmikan tol Pejagan—Pemalang seksi 3 dan 4 (37,30 km) serta Pemalang—Batang segmen Sewaka—Simpang Susun (SS) Pemalang (5,40 km).
Tak hanya sektor jalan tol, Presiden mengatakan bahwa pemerintah tengah menyiapkan peresmian sejumlah infrastruktur yang diperkirakan siap beroperasi pada akhir tahun ini hingga awal 2019.
Selain jalan tol Merak—Surabaya tersambung dan tol Trans-Sumatra ruas Bakauheni—Terbanggi Besar selesai pada Desember ini.
Kesepuluh ruas yang ditargetkan menyusul Sragen—Ngawi yakni:
Ciawi—Sukabumi seksi 1 Ciawi—Cigombong (15,40 km),
Pemalang—Batang seksi 1 dan 2 SS Pemalang—Batang (33,80 km),
Semarang—Solo seksi Salatiga—Kartasura (32,50 km),
Batang—Semarang seksi 1—5 (75 km),
Ngawi—Kertosono segmen Wilangan—Kertosono yang dibiayai APBN (39,10 km),
Kertosono—Mojokerto seksi 4 (0,90 km),
Relokasi Porong—Gempol seksi Porong—Kejapanan (6,30 km),
Gempol—Pasuruan seksi 3 Pasuruan—Grati (12,20 km),
Pasuruan—Probolinggo seksi 1—3 Grati—Probolinggo Timur (32,40 km),
dan Bakauheni—Terbanggi Besar paket 1—4 sepanjang 126,90 km.