INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menampik keberadaan e-commerce akan mengeser pasar tradisional.
"Justru keduanya saling melengkapi (co-exist) dan saling mengisi, bukan membunuh," kata Airlangga dalam Kompas100 CEO Forum di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (27/11/2018).
Oleh karena itu, Airlangga mengimbau para pelaku usaha terus memanfaatkan peluang di perkembangan ekonomi digital ini.
Ia mencontogkan, seorang pedagang di Kabupaten Bogor yang mampu meningkatkan pendapatan setelah mengembangkan bisnisnya ke pasar digital.
"Seorang ibu jualan lemper biasanya buat 100, dengan promosi di sosmed dia buat 1000 lemper sehari. Rata-rata kami lihat penjualan satu tahun per vendor kira-kira 50 juta. Jadi ini sebuah kesempatan," ujarnya.
Namun, Airlangga meminta agar ada penyesuaian dari sudut harga serta kualitas produk. "Perlu ada penyesuaian barang dan harga, di e-commerce harga relatif lebih rendah dibanding mal. Jadi harus menyesuaikan," tuyurnya.
Seeperti diketahui, pesatnya perkembangan ekonomi digital mengubah perilaku masyarakat dalam berbelanja. Munculnya e-commerce berbasis aplikasi, seperti Tokopedia, BukaLapak dan Lazada membuat orang makin gencar belanja online.
Data Google & Temasek di 2017 mencatat, pembelian produk via e-Commerce di Indonesia mencapai US$ 10,9 miliar atau sekitar Rp 146,7 triliun. Kondisi ini dikhawatirkan bisa menggilas pasar tradisional serta pusat-pusat perbelanjaan lainnya.