INDUSTRY.co.id - Bali, Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) terus mendorong generasi muda menjadi wirausaha di bidang industri kreatif khusunya di sektor kriya dan fesyen. Upaya ini untuk mengambil peluang dari momentum bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia.

Advertisement

Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, pada tahun 2030 nanti, Indonesia diprediksi mengalami masa bonus demografi, yakni penduduk usia produktif mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk sebesar 297 juta jiwa.

"Ini saatnya yang muda harus diberi wadah dan panggung untuk menunjukkan potensi mereka," kata Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kemenperin Gati Wibawaningsih ketika menghadiri Indonesia Fashion and Craft Awards (IFCA) di Denpasar, Senin (26/11/2018).

Advertisement

Menurut Gati, pengusaha muda di bawah usia 30 tahun di sektor ekonomi kreatif jumlahnya masih relatif sedikit yakni sekitar 10,6 persen.

"Melalui IFCA, talenta muda Indonesia dapat menunjukkan kreasi dan inovasinya khususnya bidang fesyen dan kriya. Selain itu, ajang ini sekaligus menjadi bekal bagi generasi muda untuk menata masa depan dalam menghadapi era industri 4.0," terangnya. 

Advertisement

Lebih lanjut, Gati menjelaskan, mulai tahun ini, Kemenperin akan memfasilitasi para juara IFCA 2015-2018 yang akan dipertemukan langsung dengan IKM agar desain prodyk mereka dapat diproduksi massal. 

"Kita akan dampingi industri untuk memastikan agar produk yang dibuat sesuai dengan inovasi dari desainer tersebut," ungkap Gati. 

Advertisement

Selain itu, tambah Gati, apabila diproduksi secara massal, pihaknya juga akan memfasilitasi akses permodalan dengan menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) agar mereka mendapat prioritas dalam mendapatkan permodalan. 

"Untuk pemasaran, kita juga telah bekerja sama dengan sejumlah pusat belanja dalam jaringan atau "online" sehingga produk dapat langsung dilihat pasar," papar Gati. 

Untuk tahun ini, IFCA diikuti oleh 182 peserta dari sejumlah perguruan tinggi di Tanah Air. Setelah melalui penilaian dewan juri independen, terpilih enam pemenang yang terdiri dari tiga besar terbaik dan tiga juara harapan. Selain akan difasilitasi pemerintah, enam desainer terbaik itu juga akan diterbangkan ke Taiwan untuk mengikuti lokakarya desain untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan mereka.

Perku diketahui, industri kreatif di Indonesia mencatatkan kontribusi yang terus meningkat terhadap produk domestik bruto (PDB) dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2015, sektor ini menyumbang sebesar Rp852 triliun, sedangkan pada 2016 mencapai Rp923 triliun, dan bertambah menjadi Rp990 triliun di 2017. Tahun 2018 diproyeksi tembus hingga Rp1.000 triliun.

Tercatat ada tiga subsektor yang memberikan sumbangsih besar terhadap ekonomi kreatif, yakni industri kuliner sebesar 41,69 persen, disusul industri fesyen sebesar 18,15 persen, dan industri kriya sebesar 15,70 persen.

Sedangkan untuk nilai ekspor ekonomi kreatif tahun 2016 mencapai USD 20 miliar  dan berkontribusi sebesar 13,7 persen terhadap ekspor nasional. Tahun 2016, kontribusi ekspor fesyen sebesar 54,54 persen dan kriya 39 persen dari total ekspor ekonomi kreatif.

Meski kinerja sektor tersebut tergolong besar namun berdasarkan data statistik dan survei ekonomi kreatif BPS dan Bekraf 2017, sebanyak 78,5 persen pengusaha ekonomi kreatif berada pada rentang usia 30-59 tahun.