INDUSTRY.co.id, Jakarta - Di tengah tumbuhnya industri belanja online (e-commerce), industri ritel diyakini masih memiliki ruang untuk tumbuh. Agung Pambudhi, Direktur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Research Institute menjelaskan industri ritel, khususnya retail tradisional, masih menjadi tempat favorit belanja karena faktor lokasi dan kemudahan mendapatkan barang kebutuhan sehari-hari. 

Advertisement

"Yang juga tidak kalah penting adalah kayanya nilai-nilai sosial dalam hubungan antara retail tradisional dengan para pembeli berlandaskan kepercayaan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (25/11/2018)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada 2016 sektor ritel memiliki kontribusi 15,24% terhadap total PDB dan menyerap tenaga kerja sebesar 22,4 juta atau 31,81% dari tenaga kerja non pertanian.

Advertisement

Selain itu, distribusi toko ritel di Indonesia pada tahun lalu masih didominasi oleh toko tradisional, sebesar 82,3%. Data ini memperlihatkan masih agresifnya strategi pembukaan toko retail tradisional yang dinilai lebih efektif.

Lebih lanjut Agung menambahkan bahwa kini banyak peritel tradisional maupun UKM yang akhirnya mampu meningkatkan penjualan dan keuntungan mereka karena mendapatkan bantuan dan dukungan dalam hal penerapan sistem ritel modern skala terbatas, seperti penataan barang, kontrol inventaris barang, pencatatan penjualan dan keuangan, serta dukungan sistem IT sederhana.

Advertisement

Besarnya potensi ritel tradisional untuk terus berkembang memang harus didukung secara maksimal dengan terciptanya sinergi dari pemerintah dan sektor dunia usaha.

 

Advertisement