INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Meski laju pasar obligasi AS libur karena adanya perayaan Thanksgiving namun, sementara dapat menunda kenaikan dari pergerakan imbal hasil obligasinya sehingga dapat mengurangi tekanan pada pasar obligasi dalam negeri.
"Diharapkan senitmen positif masih dapat terjaga dan aksi jual yang terjadi tidak terlalu dalam. Meski demikian, tetap cermati dan waspadai terhadap sentimen yang dapat membawa pasar obligasi melemah kembali," kata analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (23/11/2018).
Pergerakan pasar obligasi cenderung melanjutkan kenaikannya meski ada sejumlah seri obligasi yang mulai terkena aksi jual. Laju Rupiah yang menguat dan dibarengi dengan terdepresiasinya USD mengurangi tekanan pada pasar obligasi dalam negeri. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata naik 1,38 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun 2,63 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun 1,28 bps.
Laju pasar obligasi cenderung bergerak naik. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 91,50% memiliki imbal hasil 7,915% atau naik 0,001 bps dari sebelumnya di harga 91,50% memiliki imbal hasil 7,914%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 91,30% memiliki imbal hasil 8,41% atau naik 0,02 bps dari sehari sebelumnya di harga 91,50% memiliki imbal hasil 8,39%.
Pada Kamis (22/11), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,07 bps di level 108,40 dari sebelumnya di level 108,32. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,04 bps di level 104,79 dari sebelumnya di level 104,76. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 7,97% dari sebelumnya di level 7,98% dan US Govnt bond 10Yr di level 3,069% dari sebelumnya di level 3,068% sehingga spread di level kisaran 489,6 bps lebih rendah dari sebelumnya 490,9 bps.
Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya variatif. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak di kisaran level 9,65%-9,80%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,15%-10,20%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,77%-11,88%, dan pada rating BBB di kisaran 14,35%-14,40%.